Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penyebab Penyakit Diabetes Beserta Gejala dan Cara Mengobatinya

  • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
  • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Diabetes merupakan kondisi kesehatan jangka panjang yang ditandai oleh tingginya kadar gula dalam darah. Glukosa berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel-sel dalam tubuh manusia. Namun, bagi orang dengan diabetes, tubuh mereka tidak bisa menggunakan glukosa tersebut dengan efektif.

Kadar gula (glukosa) dalam darah diatur oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Akan tetapi, pada individu yang menderita diabetes, pankreas tidak dapat memproduksi insulin sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Tanpa ada insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap glukosa untuk diubah menjadi energi.

Glukosa yang tidak dapat diserap dengan baik oleh sel-sel tubuh akan menumpuk dalam darah. Keadaan ini dapat menyebabkan berbagai masalah pada organ tubuh. Jika tidak dikelola dengan baik, diabetes bisa menyebabkan komplikasi yang berpotensi membahayakan jiwa penderitanya.

Penyebab Diabetes

Secara umum, diabetes dibagi menjadi dua kategori, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Berikut adalah penjelasan mengenai kedua jenis tersebut:

Diabetes tipe 1

Diabetes tipe 1 terjadi saat sistem imun tubuh salah mengira sel-sel pankreas yang memproduksi insulin sebagai ancaman dan menyerangnya. Akibatnya, kadar glukosa darah meningkat dan dapat mengakibatkan kerusakan pada organ-organ dalam tubuh.

Diabetes tipe 1 juga dikenal sebagai diabetes autoimun. Penyebab pasti dari diabetes tipe 1 belum sepenuhnya dipahami. Namun, diduga penyakit ini berkaitan dengan faktor genetik dan pengaruh lingkungan.

Diabetes tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan kategori diabetes yang paling umum, terdiri dari sekitar 90–95% kasus. Diabetes tipe 2 muncul ketika sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin, sehingga insulin yang dihasilkan tidak dapat digunakan dengan optimal. Kondisi ini sering disebut sebagai resistensi insulin.

Selain kedua tipe diabetes di atas, ada juga diabetes yang sering terjadi pada wanita hamil, yaitu diabetes gestasional. Diabetes jenis ini disebabkan oleh perubahan hormon selama masa kehamilan, tetapi biasanya kadar gula darah wanita kembali normal setelah melahirkan.

Faktor risiko diabetes

Seseorang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 1 jika ia memiliki faktor risiko berikut:

  • Berusia antara 4–7 tahun atau 10–14 tahun
  • Memiliki anggota keluarga yang pernah menderita diabetes tipe 1
  • Mengalami penyakit akibat infeksi virus
  • Menderita penyakit autoimun, seperti penyakit Graves, Hashimoto, dan Addison
  • Mengalami cedera pada pankreas akibat infeksi, tumor, cedera, kecelakaan, atau efek samping dari operasi besar

Sementara itu, diabetes tipe 2 lebih mungkin terjadi pada individu dengan faktor-faktor berikut:

  • Berusia di atas 45 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • Jarang berolahraga atau tidak aktif secara fisik
  • Obesitas atau memiliki kelebihan berat badan
  • Menderita prediabetes
  • Tingkat kolesterol tinggi
  • Memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi)

Khusus untuk wanita, ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Selain itu, perempuan dengan riwayat sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga cenderung lebih rentan terhadap diabetes tipe 2.

Gejala Diabetes

Diabetes tipe 1 bisa berkembang dengan cepat dalam waktu beberapa minggu atau bahkan beberapa hari. Sedangkan pada diabetes tipe 2, banyak penderitanya yang tidak menyadari mereka telah memiliki diabetes selama bertahun-tahun, karena gejala yang muncul biasanya tidak spesifik.

Beberapa ciri yang bisa muncul pada diabetes tipe 1 dan tipe 2 antara lain:

  • Selalu merasa haus atau sangat lapar
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas
  • Penurunan massa otot
  • Penglihatan kabur
  • Urine mengandung keton
  • Mudah merasa lelah dan lemah
  • Luka lebih lambat sembuh
  • Rentan terhadap infeksi, seperti pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih

Selain itu, ada beberapa gejala lain yang juga dapat dialami oleh penderita diabetes, antara lain:

  • Mulut terasa kering
  • Gatal-gatal pada kulit
  • Masalah ereksi atau impotensi
  • Rasa nyeri, kaku, dan terbakar di bagian kaki
  • Hipoglikemia reaktif, yaitu kondisi gula darah rendah yang muncul beberapa jam setelah makan karena produksi insulin yang berlebihan
  • Bercak-bercak gelap di area leher, ketiak, dan paha atas (akantosis nigrikans) yang menandakan resistensi terhadap insulin

Di sisi lain, ada individu yang mengalami prediabetes, yaitu situasi ketika kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal, tetapi belum mencapai batas untuk dikategorikan sebagai diabetes. Namun demikian, individu dengan prediabetes juga berisiko terkena diabetes tipe 2 jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Kapan sebaiknya pergi ke dokter

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan gejala-gejala khas diabetes, seperti:

  • Rasa haus yang berlebihan
  • Cepat merasa lelah
  • Seringkali buang air kecil, terutama di malam hari
  • Penurunan berat badan dan hilangnya massa otot
  • Gatal di daerah genital
  • Proses penyembuhan luka yang lamban
  • Rentan mengalami sariawan
  • Penglihatan yang kabur

Jika Anda memiliki faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan mengalami diabetes, sangat disarankan untuk menjalani pemeriksaan kadar gula darah secara berkala. Ini bertujuan agar penyakit ini dapat terdeteksi dan ditangani sejak awal.

Diagnosis Diabetes

Ciri khas diabetes umumnya muncul secara perlahan, kecuali pada diabetes tipe 1 yang gejalanya dapat timbul secara mendadak. Namun, karena diabetes sering kali tidak terdiagnosis sejak dini, orang-orang yang berisiko disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bagi kelompok berikut:

  • Mereka yang berusia lebih dari 45 tahun
  • Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil
  • Individu dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih dari 25
  • Mereka yang telah didiagnosis dengan prediabetes

Pengujian kadar gula darah adalah langkah penting untuk menentukan apakah seseorang memiliki diabetes tipe 1 atau tipe 2. Hasil pengujian kadar gula darah akan menunjukkan apakah seseorang terdiagnosis diabetes atau tidak. Dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan tes kadar gula darah pada waktu tertentu dan dengan metode tertentu.

Beberapa jenis metode tes gula darah yang bisa dilakukan pasien antara lain:

1. Tes kadar gula darah sewaktu

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui level glukosa dalam darah pada waktu acak. Pasien tidak perlu berpuasa sebelum melakukannya.

Apabila hasil pengujian kadar gula darah sewaktu menunjukkan angka 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat dianggap menderita diabetes.

2. Tes kadar gula darah puasa

Pengujian ini dirancang untuk mengukur kadar glukosa dalam darah saat pasien telah berpuasa. Pasien diminta untuk tidak makan selama 8 jam sebelum tes dijadwalkan.

Hasil dari tes kadar gula darah puasa akan dianggap normal jika kadar darah kurang dari 100 mg/dL. Jika hasil menunjukkan kadar glukosa antara 100–125 mg/dL, pasien dikategorikan menderita prediabetes.

Sementara itu, jika hasil tes menunjukkan kadar gula puasa 126 mg/dL atau lebih, berarti pasien didiagnosis menderita diabetes.

3. Uji Toleransi Glukosa

Pasien akan diminta untuk berpuasa semalaman sebelum menjalani pemeriksaan kadar gula darah puasa. Setelah itu, pasien akan diminta untuk mengonsumsi larutan gula tertentu. Pengambilan sampel darah untuk mengukur gula akan dilakukan lagi setelah 2 jam dari konsumsi larutan tersebut.

Jika hasil uji toleransi glukosa menunjukkan angka di bawah 140 mg/dL, itu berarti kadar gula darah dalam batas normal. Hasil antara 140–199 mg/dL mengindikasikan bahwa pasien berada dalam kondisi prediabetes.

Diagnosis diabetes dapat disimpulkan jika hasil uji toleransi glukosa mencapai 200 mg/dL atau lebih.

4. Uji HbA1C (tes hemoglobin terglikasi)

Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi rata-rata kadar glukosa pasien selama periode 2 hingga 3 bulan terakhir. Tes ini menilai glukosa yang terikat pada hemoglobin, protein yang bertugas mengangkut oksigen di dalam darah. Untuk tes HbA1C, pasien tidak perlu berpuasa sebelumnya.

Hasil di bawah 5,7% pada tes HbA1C menunjukkan kondisi normal, sedangkan hasil antara 5,7% hingga 6,4% menunjukkan tanda-tanda prediabetes. Hasil di atas 6,5% menandakan bahwa pasien terdiagnosis diabetes.

Selain tes HbA1C, estimasi glukosa rata-rata (eAG) juga bisa dilakukan untuk mendapatkan informasi kadar gula yang lebih akurat. Jika terdiagnosis diabetes, dokter akan menyiapkan rencana perawatan yang sesuai.

Untuk pasien yang dicurigai menderita diabetes tipe 1, dokter mungkin akan merekomendasikan tes autoantibodi untuk mendeteksi keberadaan antibodi yang dapat merusak organ dan jaringan tubuh, termasuk pankreas.

Pengobatan Diabetes

Metode perawatan diabetes bervariasi tergantung pada tipe diabetes yang dialami pasien. Berikut adalah beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan:

Obat-obatan

Pada pasien diabetes tipe 1, terapi insulin diperlukan untuk mengontrol kadar gula darah sehari-hari. Beberapa pasien diabetes tipe 2 juga mungkin disarankan untuk melakukan terapi insulin guna menjaga kadar gula tetap stabil.

Insulin tambahan biasanya diberikan melalui injeksi, bukan sebagai obat oral. Dokter akan menentukan jenis dan dosis insulin yang harus digunakan serta cara penyuntikannya.

Dalam kasus diabetes tipe 1 yang serius, dokter dapat merekomendasikan prosedur transplantasi pankreas untuk menggantikan pankreas yang tidak berfungsi. Pasien diabetes tipe 1 yang berhasil menjalani transplantasi ini tidak perlu lagi terapi insulin, tetapi harus secara teratur mengonsumsi obat imunosupresif.

Untuk pasien diabetes tipe 2, dokter akan memberikan resep obat, salah satunya adalah metformin. Metformin berfungsi untuk mengurangi produksi glukosa dari hati dan membantu tubuh dalam memanfaatkan insulin dengan efektif.

Dokter juga bisa merekomendasikan suplemen atau vitamin untuk menurunkan risiko komplikasi. Sebagai contoh, jika pasien diabetes mengalami mati rasa, mereka dapat diberikan vitamin neurotropik.

Vitamin neurotropik umumnya mencakup vitamin B1, B6, dan B12. Vitamin ini penting untuk menjaga kesehatan dan struktur saraf perifer, dan ini sangat krusial untuk pasien diabetes tipe 2 agar terhindar dari komplikasi neuropati diabetik yang sering terjadi.

Perubahan Gaya Hidup

Pasien disarankan untuk mengatur pola makan dengan meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran, sumber protein dari biji-bijian, serta makanan rendah kalori dan lemak. Pilihan makanan bagi penderita diabetes juga harus diperhatikan dengan seksama.

Jika perlu, pasien dapat mengganti konsumsi gula dengan pemanis yang lebih aman, seperti sorbitol. Pasien beserta keluarganya juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai gizi dan pola makan untuk menyesuaikan kebiasaan makan sehari-hari.
Untuk membantu proses konversi gula darah menjadi energi dan meningkatkan reaksi sel terhadap insulin, pasien disarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur, minimal 150 menit setiap minggunya. Pasien juga dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis olahraga dan aktivitas yang sesuai.

Pasien perlu menjaga kadar gula darahnya dengan disiplin melalui pola makan yang sehat agar gula darah tidak meningkat melebihi batas normal. Selain itu, pasien juga akan menerima jadwal untuk melakukan tes HbA1C mandiri guna mengawasi kadar gula darah dalam 2 hingga 3 bulan terakhir.

Pengukuran Gula Darah Mandiri

Pengukuran gula darah mandiri dilakukan setidaknya empat kali dalam sehari, yaitu sebelum setiap kali makan dan sebelum tidur, khususnya bagi mereka yang menggunakan terapi insulin. Jumlah tes yang dilakukan dapat bervariasi sesuai dengan saran dari dokter. Setelah itu, hasil pengukuran harus dicatat dan catatan tersebut dibawa saat kontrol ke dokter.

Dampak Komplikasi Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, baik yang muncul tiba-tiba (akut) maupun yang berkembang dalam jangka waktu lama (kronis). Komplikasi akut yang dapat dialami oleh penderita diabetes meliputi ketoasidosis diabetik dan sindrom hiperglikemia hiperosmolar (HHS).

Pencegahan Penyakit Diabetes

Diabetes tipe 1 tidak bisa dicegah karena faktornya masih belum diketahui. Di sisi lain, diabetes tipe 2 dan diabetes gestasional bisa dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah diabetes antara lain:

  • Mengatur frekuensi dan menu makanan agar lebih sehat
  • Rutin berolahraga dan aktif secara fisik
  • Menjaga berat badan dalam kondisi ideal
  • Cukup beristirahat dan tidur
  • Berhenti merokok
  • Menghindari minuman beralkohol
  • Mengelola stres dengan baik
  • Melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin, setidaknya sekali dalam setahun
  • Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Vaksetomi jadi Syarat Bansos, MUI Berikan Tanggapan

    • calendar_month Jum, 2 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Baru-baru ini Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa persyaratan penerimaan bansos adalah dengan melakukan vaksetomi. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi hal tersebut. MUI mengatakan bahwa vaksetomi tidak boleh dilakukan oleh laki-laki. Dalam Islam, haram dilakukannya vaksetomi. Vaksetomi sendiri merupakan proses steril yang dilakukan laki-laki untuk pengendalian kehamilan. “Kondisi saat ini, vaksetomi haram […]

  • Wisatawan Keluhkan Adanya Aroma Tidak Sedap di Jalan Malioboro Jogja

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Aroma tidak sedap muncul di Jalan Malioboro yang terkenal di Jogja, mengganggu kenyamanan wisatawan. Banyak dari mereka yang mengeluhkan bau pesing di area tersebut, keluhan ini bahkan viral di media sosial. Salah satu unggahan di akun Instagram @merapi_uncover menyoroti masalah ini, mencatat bahwa bau pesing terasa sangat mengganggu di sebagian area Malioboro. Dalam keterangan unggahan itu, tertulis: “Min, Ngurut dari […]

  • Macam-Macam Tanaman Hias Beserta Contoh Dan Penjelasannya

    Macam-Macam Tanaman Hias Beserta Contoh Dan Penjelasannya

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Tanaman hias umumnya merujuk pada semua jenis tumbuhan yang sengaja ditanam untuk memperindah taman, kebun rumah, menghias ruang, menambah keindahan busana, atau digunakan sebagai bunga potong seperti buket dan karangan bunga. Setiap tanaman hias menampilkan keindahan dari bagian-bagiannya, yang meliputi bunga, daun, buah, batang, hingga kulitnya. Beberapa jenis tanaman hias diketahui juga menghasilkan […]

  • Cibinong City Mall Hadirkan Pesona Ramadhan dengan Tema “Enchanted Kingdom”

    • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, Cibinong City Mall kembali menghadirkan dekorasi meriah dan serangkaian acara spesial bertajuk “Enchanted Kingdom”. Acara ini berlangsung mulai 3 Maret hingga 13 April 2025 di Main Atrium Cibinong City Mall, lantai Ground. Dengan dekorasi yang instagrammable, pengunjung dapat berswafoto bersama keluarga maupun sahabat, menciptakan suasana Ramadhan […]

  • Nekat Curi Motor di Kantor Desa Sukamaju, Seorang Pria Dihakimi Warga 

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id-Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) menjadi bulan-bulanan warga usai aksi kriminalnya diketahui. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu melakukan aksi mencuri motor Honda Beat di Kampung Pasir Kaliki, Desa Sukamaju, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (2/6). Kapolsek Megamendung, AKP Yulita Heriyanti mengatakan, modus operandi yang dilakukan pelaku ini dengan menggunakan kunci letter T. “Pelaku […]

  • PJ Bupati Bogor Bachril Bakri Himbau Kades Jauhi Judi Online

    • calendar_month Sab, 1 Feb 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- PJ Bupati Bogor Bachril Bakri menghimbau kepada para Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bogor untuk tidak bermain judi online (Judol). Dia mengingatkan, bagi Kepala Desa yang masih melakukan kegiatan haram itu, agar segera berhenti. Menurutnya, kegiatan judi online itu akan menerima kerugian yang mendalam bagi diri sendiri seperti finansial dan gangguan sosial. “Judi online […]

expand_less