Pemkot Bogor Jajaki Teknologi BRIN Ubah Sampah Plastik Jadi BBM Petasol
- account_circle Putri
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar

Foto: Pemkot Bogor
bogorplus.id – Pemerintah Kota Bogor sedang mempertimbangkan untuk mengadopsi teknologi yang dapat mengolah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak atau Faspol, yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat bertemu dengan tim dari BRIN yang dipimpin oleh Peneliti Utama Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, Tri Martini Patris, di Paseban Punta, Balai Kota Bogor, Kamis (5/2/2026).
Dedie Rachim menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan hasil dari komunikasi sebelumnya dengan Kepala BRIN, Prof. Arif Satria.
“BRIN memiliki teknologi yang bisa digunakan untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi BBM. Selama teknologi ini memungkinkan dan dapat dimanfaatkan, tentu bisa kita jajaki, termasuk kemungkinan digunakan di TPS3R,” ujar Dedie Rachim.
Dalam pertemuan itu, Tri Martini Patria memperkenalkan produk BBM dari daur ulang sampah plastik yang disebut Petasol (Plastik PE Terobosan Alternatif Setara Solar).
Dia juga menjelaskan tentang spesifikasi dan kapasitas teknologi yang digunakan untuk mengubah sampah plastik menjadi BBM yang dikembangkan oleh BRIN.
Menurut Tri, tidak semua produk hasil pirolisis dapat dianggap sebagap Petasol. Produk pirolisis yang diciptakan oleh BRIN dibuat menggunakan alat sesuai standar tertentu dan spesifik dinamakan Petasol.
Sebagai tambahan informasi, pirolisis adalah proses pemecahan bahan organic seperti biomassa, sampah plastik, atau ban bekas melalui pemanasan pada temperatur tinggi.
Selanjutnya, Tri menjelaskan bahwa dari setiap kilogram sampah plastik, bisa dihasilkan lebih dari satu liter BBM, dengan syarat proses pengolahan dilakukan dengan benar dan bahan baku plastik dalam keadaan bersih.
Tri juga menjelaskan dengan rinci tentang langkah-langkah teknologi pengolahan sampah plastik menjadi BBM, mulai dari tahap awal hingga produk akhir.
“BBM ini sebenarnya adalah bonus. Tujuan utama kami adalah mendorong TPS3R agar lebih berkelanjutan secara komunitas, lebih mandiri, serta mampu mengolah sampah bernilai rendah yang sudah tidak laku dijual,” jelas Tri.
- Penulis: Putri







