Pemkab Bogor Maksimalkan Bantuan Desa untuk Atasi Sampah Liar
- account_circle Sandi
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Pemkab Bogor Maksimalkan Bantuan Desa untuk Atasi Sampah Liar. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bogor gencar memberdayakan desa dalam penanganan sampah dengan memaksimalkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa.
Langkah ini diambil menyusul tingginya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang sudah melebihi kapasitas.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji mengatakan, Pemkab Bogor memberikan perhatian serius terhadap persoalan sampah yang semakin kompleks, terutama karena kondisi TPA Galuga yang sudah mengalami kelebihan kapasitas.
“Pemerintah desa memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah, mulai dari pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi kepada masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap munculnya TPS liar juga perlu diperkuat oleh seluruh unsur kewilayahan, mulai dari kecamatan hingga RT dan RW,”katanya.
Pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi masyarakat menjadi kunci, sekaligus mencegah munculnya TPS liar.
Pemerintah desa diberi tenggat hingga akhir Maret untuk melakukan sosialisasi dan pembenahan pengelolaan sampah sebelum penegakan aturan terhadap pembuangan sampah liar dilakukan secara tegas.
Langkah nyata pun terlihat di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, yang menjadi sorotan akibat tumpukan sampah liar. DLH menurunkan puluhan kendaraan pengangkut sampah dan bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum menggunakan alat berat.
“Saat ini kami menyiapkan 25 unit kendaraan pengangkut sampah, dan akan ditambah 25 unit lagi esok hari untuk percepatan pembersihan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Hadijana, menambahkan bahwa tahun ini Bankeu Desa naik dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar.
“Salah satu program prioritas yang wajib dilaksanakan adalah tata kelola sampah. Desa dapat bekerja sama dengan DLH untuk teknis pelaksanaan,” ujarnya.
Dari 404 proposal desa yang diajukan untuk pembangunan infrastruktur dan program pengelolaan sampah, 311 proposal sudah disetujui, 90 masih direvisi, dan 3 dalam tahap peninjauan.
Proposal yang disetujui akan dicairkan setelah penetapan Surat Keputusan Bupati terkait program Bankeu Desa.
Koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan juga menghasilkan komitmen enam RT di sekitar lokasi untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Masyarakat diminta aktif mengawasi agar tumpukan sampah liar tidak muncul kembali, terutama dari pihak luar Desa Kopo.
Dengan optimalisasi Bankeu Desa dan peran aktif masyarakat, Pemkab Bogor berharap pengelolaan sampah dapat ditangani dari hulu hingga hilir, mengurangi tekanan terhadap TPA Galuga, dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
- Penulis: Sandi








