Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemkab Bogor Alokasikan Rp 4,7 Miliar untuk Eskavator Amfibi, Ini Fungsinya ! 

  • account_circle Sandi
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id- Eskavator Amfibi milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan diperuntukan untuk menangani pasca bencana alam.

Alat berat amfibi pc 70 itu disedikan karena beberapa waktu lalu terjadi bencana alam seperti banjir dan longsor di Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi mengatakan, penyediaan fasilitas tersebut berasal dari ide Bupati Bogor Rudy Susmanto.

“Sebenernya amphibious itu kemarin itu karena banyak bencana, akhirnya Pak Bupati menyarankan karena lokasi Kabupaten Bogor itu sangat sulit ditempuh untuk eskavator biasa, harus turun ke sungai, harus turun ke setu,”ujarnya, Rabu (30/7).

Kemudian, Dinas Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Bogor mengalokasikan anggaran senilai Rp 4,7 Miliar untuk pembelian eskavator amfibi.

Saat ini, Kabupaten Bogor baru memiliki satu unit saja, Ujang melanjutkan, ada wacana untuk menambah unit dari eskvator amfibi tersebut.

Hal itu mengingat wilayah Kabupaten Bogor yang sangat luas.

Kendati begitu, ia belum dapat memastikan jumlah unit dan anggaran karena menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) perubahan terlebih dulu.

“Wacananya ada di akhir tahun, belum dipastikan kalau diperubahan itu nunggu efisiensi anggaran dulu. Betul (belum dipastikan tambah jumlah unit) sama nilai uangnya,” jelasnya.

Ujang menuturkan, operator eskavator amfibi itu belum terbiasa. Oleh karenanya, operator tersebut diberikan pelatihan yang diterapkan di Setu Plaza Cibinong.

Dia menyebut, dari 98 setu yang ada di Kabupaten Bogor. Setu Plaza Cibinong merupakan kewenangan dari Pemkab Bogor.

“Sementara sekarang itu karena di kita baru beli, operatornya belum pada bisa. Akhirnya skrg itu hitung-hitung pelatihan diterapkan di Setu Plaza itu, sambil ngebersihin, sambil pelatihan, tapi ada manfaatnya buat ngebersihin setu,” ungkapnya.

Apabila operator eskavator amfibi sudah lancar, nantinya akan diikutsertakan dalam pengerjaan irigasi di wilayah Ciseeng.

“Khusus bencana alam, sebenernya kalau udah lancar operator kita yang ada di workshop. Mungkin pertama akan dibawa yang sekarang lagi dikerjakan itu di Ciseeng, daerah Parung yang irigasi sasak,” pungkasnya.

  • Penulis: Sandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengabdian Alit Romlah Linmas Perempuan Yang Rela Digaji Rp 300 Ribu

    Pengabdian Alit Romlah Linmas Perempuan Yang Rela Digaji Rp 300 Ribu

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Alit Romlah (62) seharusnya dapat menikmati masa tenang bersama keluarga di rumah. Warga Kampung Sariinten, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, itu justru memilih mengabdikan diri sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas). Yang lebih istimewa, Alit adalah satu-satunya Linmas perempuan di desanya. Keputusan itu ia ambil sekitar setahun lalu. Kala dirinya merasa masih ada […]

  • Lion Air Pastikan Penerbangan Haji Tidak Melewati Wilayah Udara India Utara dan Pakistan

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Maskapai Lion Air telah menegaskan bahwa rute penerbangan Haji yang dioperasikan dari dua titik keberangkatan di Indonesia, yaitu Padang dan Banjarmasin, tidak melewati wilayah udara di India Utara dan Pakistan. Dalam keterangan resminya, Lion Air menyampaikan bahwa penerbangan Haji dari kedua embarkasi tersebut benar-benar menghindari area yang tengah terlibat konflik. Lion Air juga […]

  • 10 Makanan Fermentasi Khas Indonesia: Bergizi, Menyehatkan, dan Lezat

    10 Makanan Fermentasi Khas Indonesia: Bergizi, Menyehatkan, dan Lezat

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Fermentasi merupakan salah satu teknik kuno dalam pengawetkan makanan. Banyak makanan hasil fermentasi yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Seperti tempe, tape, peuyeum, dan masih banyak lagi. Makanan fermentasi berbeda dengan makanan basi, makanan fermentasi terdapat bakteri baik didalamnya yang dapat bermanfaat bagi Kesehatan. Bahkan makanan fermentasi lebih bergizi dibandingkan sebelum difermentasikan. Berikut makanan […]

  • IPB dan Kementerian Kehutanan Kembangkan Teknologi Bayi Tabung

    IPB dan Kementerian Kehutanan Kembangkan Teknologi Bayi Tabung

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Kementerian Kehutanan berkomitmen mengembangkan teknologi Assisted Reproductive Technology (ART) atau teknologi reproduksi berbantu untuk menyelamatkan satwa langka dari ancaman kepunahan. Teknologi ini bekerja layaknya program bayi tabung, namun diterapkan pada hewan seperti Badak Sumatera, Badak Jawa, hingga gajah, banteng, dan harimau. Rektor IPB, Arif Satria, menegaskan penggunaan ART menjadi […]

  • Tega Membunuh Temannya Sendiri : Motif Ingin Menguasai Motor Korban

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Pria bernama Herdi Jatnika (39) ternyata sangat tidak bersyukur. Setelah mendapatkan tempat tinggal selama beberapa hari, ia justru tega membunuh temannya sendiri, Muhammad Arif Widodo yang dikenal dengan nama Abib (43). Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Nusa Penida, Bekasi Timur, Kota Bekasi, di mana Abib ditemukan tewas pada Senin (3/3). Jasadnya ditemukan […]

  • Sejarah Kelam G30S PKI, dari Lubang Buaya hingga Pembubaran PKI

    Sejarah Kelam G30S PKI, dari Lubang Buaya hingga Pembubaran PKI

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – G30S PKI atau gerakan 30 September yang diprakarsai oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu momen kelam dalam sejarah pemerintahan Indonesia saat itu. PKI adalah salah satu partai tertua dan terbesar di tanah air. Partai ini mengorganisasi berbagai kalangan, mulai dari intelektual, buruh, hingga petani. Dalam pemilihan umum 1955, PKI meraih 16,4 […]

expand_less