Pasal Jadul dan Bazar UMKM di Cap Go Meh Bogor Bantu Tingkatkan Omzet Penjualan UMKM
- account_circle Putri
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Bogorplus.id
bogorplus.id – Dalam rangkaian Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026, ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meramaikan Pasar Jadul dan Bazar UMKM yang digelar di Kawasan Jalan Surya Kencana, Kota Bogor.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Minggu (1/3/2026) sampai Selasa (3/3/2026), dari pukul 15.00 WIB sampai 22.00 WIB.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana Pasar Jadul semakin ramai di hari terakhir, terutama saat menjelang waktu buka puasa dan setelah buka puasa.
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pelaku usaha hadir dengan beragam jajanan tradisional, mulai dari makanan, minuman, sampai produk kerajinan tangan.
Ada juga tiga tenda utama yang didirikan dan diisi para pelaku UMKM dalam Pasar Jadul dan Bazar UMKM ini. Ketiga tenda tersebut memiliki konsep imlek, kopi legendaris, dan Ramadhan.
Salah satu pelaku usaha, Ilham (26) mengaku omzetnya berhasil meningkat selama mengikuti Pasar Jadul dan Bazar UMKM. Bahkan, selama tiga hari berjualan, ia bisa menebus penjualan sebelumnya sampai 100 persen.
Ilham menambahkan, usaha yang ia jalankan merupakan bisnis turun-menurun yang sudah berjalan sampai dua generasi. Namun, saat bulan Ramadhan, minat masyarakat terhadap dagangannya biasanya menurun.
“Biasanya kalau bulan puasa omzet sempat turun karena minat masyarakat ke dodongkal berkurang. Tapi dengan adanya Pasar Jadul ini sangat membantu meningkatkan penjualan,” kata Ilham saat ditemui.
Hal serupa juga dirasakan Rafif, pedagang jajanan jadul. Ia mengatakan, selama tiga hari terakhir, omzet penjualannya meningkat hampir 50 persen karena tingginya antusiasme pembeli.
“Animo masyarakat tinggi sekali terhadap jajanan jadul, jualan saya juga tiga hari ini meningkat sekali dari jualan pada hari biasanya, mungkin karena sekarang sudah jarang ditemui,” kata Rafif.
Menurut Rafif, Pasar Jadul dan Bazar UMKM bisa jadi ajang Kembali memperkenalkan jajanan tradisional kepada masyarakat, khususnya bagi generasi muda yang sudah jarang menemukan jajanan tradisional.
Tidak hanya kuliner, pelaku usaha kerajinan tangan juga merasakan dampak dari kegiatan tersebut. Lina (39), seorang penjual perhiasan handmade, mengalami peningkatkan omzet sampai 15 persen selama mengikuti bazar.
Lina menilai produk kerajinan yang ia jual masih sesuai dengan konsep jadul atau klasik sehingga dapat menarik minat pembeli.
“Selain menambah penjualan, ikut bazar seperti ini juga membantu mengenalkan produk handmade kami yang ada nuansa tradisional jadulnya ini ke lebih banyak orang,” ujar Lina.
Para pelaku UMKM berharap Pasar Jadul dan Bazar UMKM dapat terus dilakukan setiap tahun karena dapat membantu meningkatan penjualan dan memperkenalkan produk-produk tradisional pada masyarakat luas.
- Penulis: Putri








