Panduan Obat Cacing Anak, Bentuk yang Tepat dan Sesuai Usia
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Sel, 2 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Seorang ibu dengan akun Instagram @meifinnaa berbagi kisahnya ketika memberikan obat cacing kepada anaknya. Pada hari pertama, ia mencoba memberikan tablet secara langsung karena rasanya manis, mengira anaknya akan menyukainya. Namun, si kecil malah mengeluarkannya.
Pada hari kedua, ia berusaha menyimpan obat di dalam pisang, buah kesukaan anaknya. Sayang, usaha ini juga tidak berhasil.
“Percobaan terakhir nanti aku coba digerus dan seduh pake sedikit air. Kalau masih gagal apa beli yang cair aja ya?” tulisnya dalam keterangan video.
Ia juga menambahkan bahwa ia sempat mendengar bahwa khasiat obat cacing dari puskesmas mungkin berbeda dibandingkan dengan obat cacing cair yang bisa dibeli di apotek. Oleh karena itu, ia merasa khawatir bahwa berbeda jenis obat cacing akan memiliki manfaat yang berbeda juga.
Ibu-ibu, menurut Dr. Aisya Fikritama, Sp. A, sebagai Spesialis Anak, tidak ada perbedaan manfaat yang berarti antara berbagai bentuk obat cacing.
“Tak ada perbedaan besar dari segi manfaat, baik yang bentuknya sirup, cair, tablet kunyah, maupun serbuk yang diberikan dari puskesmas. Kandungan zat aktifnya sama. Misalnya albendazole atau mebendazole, semuanya efektif untuk membasmi cacing di saluran cerna anak,” jelas Dr. Aisya.
Ia menyampaikan bahwa perbedaan yang paling jelas pada obat cacing terletak pada kemudahan dalam pemberian.
Cair atau sirup
Cenderung lebih cocok untuk anak-anak balita, karena lebih mudah ditelan.
Tablet kunyah atau serbuk
Dapat diberikan kepada anak yang lebih besar yang sudah bisa mengunyah atau menelan dengan baik.
Bagaimana dengan Obat Cacing dari Puskesmas?
Banyak orang tua yang merasa ragu tentang kualitas obat cacing yang diberikan secara gratis oleh puskesmas. Namun, Dr. Aisya menegaskan bahwa obat-obatan tersebut telah melalui uji keamanan dan efektivitas, sehingga kualitasnya tidak kalah dengan produk bermerek yang ada di apotek.
Selain itu, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah:
- Pilih bentuk obat yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak untuk menelan obat.
- Pastikan dosis yang diberikan tepat, disesuaikan dengan usia atau berat badan anak.
- Berikan secara rutin setiap enam bulan sebagai langkah pencegahan.
“Jadi orang tua tidak perlu bingung memilih merek, yang utama adalah anak minum sesuai jadwal dan tuntas,” ujar Dr. Aisya.
Tips Agar Anak Mau Minum Obat Cacing
Memberikan obat kepada anak tidak selalu gampang. Berikut beberapa saran dari Dr. Aisya supaya prosesnya lebih mudah, Ibu-ibu:
- Gunakan alat bantu. Sendok obat khusus atau spuit (suntikan tanpa jarum) bisa membantu agar obat masuk lebih mudah ke mulut anak.
- Campurkan dengan makanan atau minuman. Serbuk bisa dicampurkan dengan sedikit air atau makanan kesukaan anak. Namun, pastikan tidak mencampurnya dengan terlalu banyak cairan agar dosis tetap efektif.
- Ciptakan suasana yang menyenangkan. Hindari memaksa. Gunakan pendekatan yang positif, contohnya menceritakan bahwa obat tersebut adalah “vitamin pemberantas cacing nakal”.
“Yang penting, obat cacing diberikan sesuai jadwal 6 bulan sekali, karena pencegahan lebih mudah daripada mengobati cacingan yang sudah menimbulkan anemia atau gangguan tumbuh kembang,” tambahnya.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni








