Breaking News
light_mode
Trending Tags

Orang Tua Wajib Tahu: 6 Kebiasaan Pengasuhan yang Bisa Mengganggu Kesehatan Mental Anak

  • account_circle Putri
  • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Orang tua selalu ingin memberi yang terbaik untuk anaknya. Namun, sering kali orang tua mendidik tanpa pemahaman yang baik tentang perkembangan anak.

Penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membentuk masa depan anak baik soal mental, pemikiran, dan lainnya. Maka dari itu, orang tua wajib memiliki pemahaman baik terhadap perkembangan anak karena pengasuhan yang salah akan berdampak buruk bagi anak.

Mengutip American Society for the Positive Care of Children, kebiasaan atau pola asuh orang tua yang buruk bisa berdampak pada mental dan psikologis anak. Orang tua kerap menganggap bahwa apa yang mereka lakukan untuk anak sudah baik, padahal mereka tidak menyadari bahwa itu bisa berdampak buruk.

Lantas apa saja kebiasaan buruk orang tua yang bisa merusak mental anak? Berikut ini penjelasannya, yang dikutip dari CNBC.

6 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Merusak Mental Anak

1. Mengabaikan Perasaan Anak

Mengabaikan perasaan anak adalah contoh yang mungkin paling banyak ditemukan. Pernahkah kalian menemukan atau mengalami, saat anak sedang menangis karena sesuatu, justru orang tua berkatajangan terlalu sedihatauitu bukan sesuatu yang besar“?

Itu adalah kebiasaan buruk. Sebab, alih-alih menenangkan anak, kalimat itu bisa memberitahu anak bahwa perasaan yang mereka miliki tidak penting.

Mereka (orang tua) mengirimkan pesan bahwa perasaan (anak) tidak penting dan lebih baik menekan perasaan tersebut,” ujar Tracy Hutchinson, PhD, LMHC, pakar psikologi positif, kesehatan mental, dan psikologi emosional asal Amerika Serikat.

Hutchinson, menyarankan, orang tua perlu memvalidasi perasaan anak dengan baik. Misal, jika anak menunjukkan ekspresi ketakutan saat terjadi hujan, misalnya, pertimbangkan untuk mengatakan, “Ibu tahu kamu ketakutan saat ini.”

Kemudian tanyakan kepada anak, kira-kira apa yang bisa membuat mereka merasa lebih baik. Hal tersebut akan mengajarkan anak-anak bagaimana mengelola dan mengatasi emosi mereka sendiri.

Tujuannya adalah membantu mereka mempraktikkan solusi curah pendapat hingga mereka menemukan sesuatu yang berhasil,” kata Hutchinson.

2. Memanjakan Anak Secara Berlebihan

Orang tua selalu berpikir bahwa asal anak bahagia dan tercukupi, maka mereka akan lega. Nyatanya, penelitian menunjukkan bahwa ketika orang tua memberikan apa pun yang diinginkan anak, maka anak akan kehilangan keterampilan yang berkaitan dengan kekuatan mental, seperti disiplin diri.

Alih-alih membantu anak, memanjakan justru bisa menjadi hal yang merusak mental anak. Dalam hal ini orang tua, perlu mengajarkan bahwa anak perlu berusaha untuk mencapai sesuatu.

Hutchinson, memberi saran, bahwa orang tua bisa membuat sebuah aturan tentang sesuatu. Contoh, anak-anak boleh menonton asalkan pekerjaan rumah sudah diselesaikan atau uang saku bisa ditambah jika membantu pekerjaan rumah.

Di sisi lain, uang yang didapat anak-anak juga bisa diarahkan untuk bisa membeli sesuatu yang mereka butuhkan.

3. Selalu Menyelamatkan Anak dari Kegagalan

Orang tua akan sulit dan cenderung tidak mau melihat anaknya mengalami kegagalan. Padahal, sebagai manusia dewasa, mereka tahu bahwa kegagalan selalu bisa memberi pelajaran bermakna.

Sayangnya, pada akhirnya banyak orang tua tetap akan menyelamatkan anak dari kegagalan. Misal, ketika anak mendapatkan nilai buruk di sekolah, banyak orang tua akan membantu tugas-tugas sekolah anak di kemudian hari.

Padahal itu bukanlah menyelamatkan anak, melainkan merusak mental anak. Seharusnya, orang tua berpikir bahwa ketika mereka membantu tugas di rumah, anak tetap kesulitan mengerjakan ujiannya sendiri saat di sekolah.

Menurut Hutchinson, anak-anak harus diberi kesempatan untuk mengambil pelajaran dari kegagalan, sehingga mereka bisa mengembangkan ketekunan yang diperlukan untuk bangkit kembali setelah mengalami kemunduran.

4. Mengharapkan Kesempurnaan

Beberapa orang tua mungkin masih memiliki pikiran bahwa dengan pengasuhan yang baik maka anak harussempurna‘. Dalam hal ini, mungkin perkembangan akademiknya bagus, skillnya terus terasah, dan bisa mencapai tujuan tertentu.

Namun, apakah kesempurnaan diperlukan oleh anak? Hutchinson, mengatakan bahwa menetapkan standar prospek yang terlalu tinggi justru dapat menyebabkan masalah harga diri dan kepercayaan diri di kemudian hari.

Menurutnya, orang tua perlu membangun kekuatan mental pada anak dengan memastikan ekspektasinya realistis. Lalu, jika anak-anak tidak bisa mencapainya, maka beri pemahaman bahwa kegagalan yang mereka hadapi akan tetap memberi mereka pelajaran hidup yang berharga.

5. Memastikan Anak Selalu Merasa Nyaman

Sebagai, orang tua, mungkin akan mendengarkan banyak keluhan dari anak terkait ketidaknyamanan. Misal saat mencoba makanan baru, masuk sekolah pertama, lingkungan baru, dan sebagainya.

Untuk mengatasi hal ini, orang tua biasanya membantu sebisa mungkin agar anak memiliki kenyamanan terus menerus.

Namun seperti halnya kegagalan, Hutchinson mengatakan bahwa menerima momen tidak nyaman ternyata justru dapat meningkatkan kekuatan mental pada anak.

Dorong anak Anda untuk mencoba hal-hal baru. Bantu mereka memulai, karena itulah bagian tersulit. Namun begitu mereka mengambil langkah pertama tersebut, mereka mungkin menyadari bahwa hal tersebut tidak sesulit yang mereka bayangkan dan bahkan mungkin mereka ahli dalam hal tersebut,” paparnya.

Sebagai contoh, saat mencoba menaiki sepeda, anak-anak mungkin akan takut terjatuh dan terluka. Namun, dengan bantuan orang tua yang mendampingi dan membantunya saat mereka jatuh, itu akan memberi kekuatan penting untuk anak.

Perlahan setelah lancar, ketika anak mulai bisa bersepeda, mereka akan melupakan ketakutan itu dan mulai bergembira menikmati jalanan. Semua itu atas perkembangan mentalnya yang baik dan pembelajaran bermakna dari orang tuanya.

6. Tidak Menjaga Diri Sendiri

Semakin tua usia, seringkali semakin sulit untuk mempertahankan kebiasaan sehat. Maka dari itu, sejak dini, penting untuk mencontohkan kebiasaan perawatan diri pada anak.

Jangan sampai, kebiasaan tidak sehat dari orang tua, justru diperlihatkan terang-terangan tanpa penjelasan apapun. Karena itu, bisa menanamkan mental buruk pada anak.

Dalam hal ini, penting juga bagi orang tua untuk melatih keterampilan mengatasi masalah yang sehat di depan anak-anak. Misalnya, jika orang tua sedang stres karena pekerjaan dan ingin bersantai, coba pertimbangkan untuk memberi tahu anak, “Ayah/ibu sedang cukup lelah hari ini karena pekerjaan, ayah/ibu akan bersantai dulu ya dengan teh dan membaca buku.”

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Brigadir KA Resmi Jadi Tersangka Penganiayaan Bayi 2 Bulan

    • calendar_month Rab, 26 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Brigadir AK telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian bayi berusia dua bulan, NA. Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah Polres Jateng melaksanakan gelar perkara. Kombes Artanto, Kabid Humas Polda Jateng, mengungkapkan, “Gelar perkara sudah selesai, hasil yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” seperti yang dilansir pada Selasa (25/3/2025). Lebih lanjut, Kombes Artanto menjelaskan bahwa Brigadir AK akan dijerat […]

  • Dedie A. Rachim Tanggapi Laporan Indikasi Keracunan MBG

    • calendar_month Rab, 7 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor telah menerima laporan mengenai adanya indikasi keracunan dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bosowa Bina Insani, Sukadamai, Tanah Sareal. Menanggapa situasi ini, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap […]

  • Dukung Kreativitas Anak Muda, Bupati Bogor Sambut Sutradara Mama Jo di Pendopo

    Dukung Kreativitas Anak Muda, Bupati Bogor Sambut Sutradara Mama Jo di Pendopo 

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Bupati Bogor Rudy Susmanto menerima kehadiran sutradara film Mama Jo yang berhasil meraih penghargaan tingkat internasional untuk kategori Best Short Documentary pada ajang Golden FEMI Film Festival 2025. Film Mama Jo itu merupakan karya sutradara Ineu Rahmawati, warga asal Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor. Rudy Susmanto menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas prestasi dan karya yang […]

  • Manfaat Olahraga 30 Menit Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran

    Manfaat Olahraga 30 Menit Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh dan Pikiran

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Meskipun aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi kesehatan dan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, tetap ada tantangan dalam mempertahankan rutinitas berolahraga. Kesibukan sehari-hari membuat Anda sering tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga. Memilih untuk berolahraga hanya di akhir pekan menjadi salah satu pilihan. Namun, olahraga hanya pada akhir pekan tidak cukup untuk […]

  • LS Vinus: Penghapusan Angkot Tua Perlu Titik Kompromi agar Tak Picu Gejolak

    LS Vinus: Penghapusan Angkot Tua Perlu Titik Kompromi agar Tak Picu Gejolak

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Pengamat Kebijakan Publik LS Vinus, Yusfitriadi, berpendapat bahwa kebijakan penghapusan angkutan kota (angkot) yang telah beroperasi lebih dari 20 tahun di Kota Bogor belum memiliki kesempatan yang jelas antara Pemerintah Kota Bogor dan para pihak terkait, yang dapat berisiko menimbulan konflik sosial. Yusfitriadi menyatakan bahwa penghapusan angkot yang sudah tua tidak hanya berkaitan […]

  • KSOP Labuan Bajo Umumkan Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kembali mengeluarkan pemberitahuan kepada para pelaut mengenai kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo. Pemberitahuan ini dikeluarkan pada hari Senin, 24 Maret 2025. Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menegaskan, “Diberitahukan kepada kapal-kapal yang berlayar di perairan Labuan Bajo dan perairan Taman Nasional […]

expand_less