Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mitos, Fakta, dan Penataan Ulang Ritual Seksual Gunung Kemukus

  • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
  • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Ritual seksual yang dilakukan oleh peziarah di Gunung Kemukus, yang berada di Desa/Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, pernah menarik perhatian dunia internasional. Hal ini dipicu oleh laporan media Australia, SBS, mengenai aktivitas seksual di lokasi tersebut.

Media tersebut menyatakan bahwa untuk mendapatkan berkah dari Pangeran Samudro yang dimakamkan di sana, peziarah harus melakukan ritual seks dengan bukan pasangannya. Namun, juru kunci tempat itu membantah adanya ketentuan semacam itu untuk melakukan ziarah ke makam Pangeran Samudro dan ibu tirinya, Ontrowulan, yang dianggap suci oleh penduduk setempat.

Juru kunci itu menegaskan bahwa peziarah telah salah paham atas informasi yang disampaikan oleh pemilik warung dan penginapan di sekitar Gunung Kemukus. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari peziarah yang datang dengan tujuan mendapatkan berkah.

“Peziarah cukup datang dan langsung menuju ke makam. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan berziarah, lalu dipersilakan masuk ke dalam ruangan tempat Pangeran Samudro dan ibu tirinya, Ontrowulan. Setelah itu pulang ke rumah,” jelas Tojiman, juru kunci makam Pangeran Samudro.

Sumber dari Liputan6. com melaporkan bahwa seorang wanita yang identitasnya tidak disebutkan mengungkapkan telah menjalani ritual seksual di Gunung Kemukus selama bertahun-tahun. Ia melaksanakan berbagai jenis ritual, salah satunya mandi bunga di Sendang Ontrowulan setelah berdoa.

Setelah mandi bunga selesai, ia melanjutkan dengan ritual seksual. Wanita tersebut mengaku melakukannya agar doa-doanya disampaikan melalui perantara makhluk gaib di makam Pangeran Samudro.

“Ya sempet begituan. Tapi kan saya pakai jasa [berhubungan badan] orang sana. Katanya enggak boleh pakai jasa dari suami sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, ritual yang tidak biasa itu dilakukannya sebanyak tujuh kali berturut-turut pada Kamis Pahing, Jumat Pon, Jumat Kliwon, dan saat Malam 1 Suro. Ritual seksual tujuh kali harus dilakukan dengan pria yang sama yang pertama kali berhubungan dengannya.

Hal ini menunjukkan bahwa baik pria maupun wanita diizinkan melakukan ritual seksual di Gunung Kemukus dengan alasan pesugihan.

Kecurigaan adanya niat mencari keuntungan dari ritual seksual juga diungkapkan oleh lima mahasiswa UGM Jogja. Mereka adalah Fitriadi, Melfin Zaenuri, Rangga Kala Mahasiswa, Surya Aditya, dan Taufiqurahman.

Dalam penelitian mereka, fakta di balik mitos ritual seksual di Gunung Kemukus untuk mendapatkan pesugihan terungkap. Disebutkan bahwa ritual seksual tersebut sengaja dirancang oleh pihak tertentu untuk meningkatkan bisnis prostitusi.

Menurut laporan dari Merdeka. com pada tahun 2014, area Gunung Kemukus dipenuhi oleh PSK musiman setiap malam Kamis Pahing menjelang Jumat Pon. Dikatakan bahwa saat itulah ritual ngalap berkah paling baik dilakukan.

Para PSK tersebut juga mendapatkan imbalan yang cukup besar untuk setiap sekali ritual. Terutama jika klien mereka adalah pejabat.

Ritual seksual bebas ini berlangsung di tempat penginapan di sekitar Gunung Kemukus. Jika tidak ada tamu, para PSK biasanya berada di tempat karaoke di bawah gunung.

The New Kemukus

Karena meningkatnya popularitas ritual seksual, sejumlah warga pun mendirikan berbagai penginapan dan tempat hiburan di sekitar lokasi tersebut. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Sragen secara resmi menutup semua kegiatan yang berkaitan dengan ritual seksual dan prostitusi di Gunung Kemukus serta merencanakan penataan objek wisata di daerah tersebut.

Penataan Objek Wisata Religi di Gunung Kemukus pada Sumberlawang, Sragen, Jawa Tengah, ternyata menjadi bagian dari rencana strategis pengembangan pariwisata nasional.

Proyek The New Kemukus mencakup berbagai kegiatan fisik seperti perbaikan dermaga, taman tepi air, pengaturan jalanan, panggung seni, tata letak taman, jalur untuk pejalan kaki dan pesepeda, wisata kapal, toko suvenir, area parkir, serta layanan shuttle.

The New Kemukus juga akan memiliki gerbang barong, plaza penyambut, klinik kesehatan, dan lainnya. Sendang Ontrowulan dan Makam Pangeran Samodro juga akan ditata ulang agar sesuai dengan rencana pekerjaan fisik tersebut.

  • Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadi Penyelenggara MTQ, Kecamatan Cibinong Bertekad Mengembalikan Gelar Juara Umum Lagi

    Jadi Penyelenggara MTQ, Kecamatan Cibinong Bertekad Mengembalikan Gelar Juara Umum Lagi

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Kecamatan Cibinong menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Kelurahan Tengah, Selasa (15/7/2025). Camat Cibinong, Acep Sajidin, menyatakan bahwa Kecamatan Cibinong siap untuk menjadi penyelenggara MTQ di tingkat Kabupaten Bogor. Di samping itu, Acep Sajidin juga berkomitmen untuk mengembalikan gelar juara umum bagi Kecamatan Cibinong pada MTQ Kabupaten Bogor. Event MTQ di Kecamatan Cibinong […]

  • Bupati Bogor Pecepat Pencairan BHPRD untuk Seluruh Desa, Total Rp279 Miliar 

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempercepat pencairan Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BHPRD) bagi seluruh desa. Sekretaris Daerah (Sekda), Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan percepatan pencairan BHPRD ini merupakan instruksi dari Bupati Bogor periode 2025-2030, Rudy Susmanto. “Perlu adanya sosialisasi terkait BHPRD agar tidak ada kebingungan mengenai penggunaan dana tersebut,” ujarnya,Senin (24/2). Dalam rapat […]

  • Prabowo: Negara Kita Bisa Bikin BBM, Tidak Perlu Impor Dari Manapun

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sebenarnya Indonesia tidak perlu melakukan impor bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, produksi BBM berbahan baku kelapa sawit, atau yang dikenal sebagai biodesel, dapat ditingkatkan. Hal ini sangat mungkin mengingat Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, yang memiliki sekitar 65-67 produk turunan yang dapat dihasilkan dari […]

  • AKBP Wikha Resmi Nahkodai Polres Bogor, Begini Pesan Eks Kapolres Bogor untuk Masyarakat

    AKBP Wikha Resmi Nahkodai Polres Bogor, Begini Pesan Eks Kapolres Bogor untuk Masyarakat 

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- AKBP Wikha Ardilestanto resmi mengemban tugas sebagai Kapolres Bogor menggantikan AKBP Rio Wahyu Anggoro. Eks Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro meminta masyarakat Kabupaten Bogor untuk mendukung kepemipunan AKBP Wikha Ardilestanto. Ia mengatakan, Masyarakat tak perlu sungkan untuk melaporkan dan meminta bantuan kepada Kapolres Bogor yang baru. “Ini Kapolres yang baru, beliau membawa harapan […]

  • Bupati Bogor Luncurkan GPM untuk Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

    Bupati Bogor Luncurkan GPM untuk Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) Istimewa mulai tanggal 9–24 September 2025 di beberapa titik kecamatan dan desa. GPM ini bertujuan untuk meningkatkan daya beli serta mencukupi kebutuhan pangan masyarakat. Harga yang dijual di GPM ini tentunya lebih murah dari harga pasar namun tetap berkualitas. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, GPM […]

  • Mengapa 55 Kepala Daerah PDIP Belum Gabung Retret Akmil ? Ini Penjelasannya ! 

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Sebanyak 55 kepala daerah kader PDIP yang sudah berada di Magelang hingga Minggu (23/2) pagi masih belum bergabung mengikuti program retreat di Akmil. Wamendagri Bima Arya Sugiarto menyatakan pihak panitia masih menunggu kehadiran para kepala daerah dari PDIP. “Kepala daerah lain belum bergabung? Belum ada, belum ada. Kami masih menunggu, kami masih menunggu untuk […]

expand_less