Meski Sudah Ditertibkan, PKL Nekat Kembali Jualan di Pasar Bogor
- account_circle Sandi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

PKL di Pasar Bogor. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) kembali membuka lapak di kawasan sekitar Pasar Bogor meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebelumnya telah melakukan penertiban.
Para pedagang memilih tetap berjualan karena momentum menjelang Ramadan dan Lebaran 2026 dinilai sebagai periode paling ramai pembeli sekaligus penopang kebutuhan ekonomi mereka.
Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melakukan pembersihan area pada Senin (16/2/2026).
Pemkot Bogor meminta para PKL segera pindah ke lokasi relokasi yang telah disiapkan, yakni Pasar Gembrong Sukasari dan Pasar Jambu Dua.
Namun, pada Rabu (18/2/2026), sejumlah pedagang masih tampak berjualan di Jalan Bata dan sekitarnya.
Mereka mengaku telah menerima imbauan bahkan peringatan langsung dari petugas, tetapi memilih bertahan sementara waktu hingga Lebaran.
“Iya memang sudah dilarang, tapi karena sekarang sudah mau puasa dan nanti Lebaran jadi tanggung,”ujarnya.
“Di sini ramai pembeli, jadi kami mau berjualan di sini dulu saja sampai Lebaran nanti,”tegasnya.
Sementara itu, pedagang buah, Andri (38), menyampaikan alasan serupa. Ia mengaku telah mengetahui rencana relokasi, tetapi belum siap pindah dalam waktu dekat karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Kami dengar mau dipindahkan ke Pasar Gembrong Sukasari sama Pasar Jambu Dua. Tapi pembeli kan belum terlalu tahu lokasi itu. Kalau di sini sudah pada tahu, jadi karena sekarang mau puasa kami paksa jualan sebentar di sini sampai Lebaran,” kata Andri.
Kemudian, Rizal (36), pedagang sayuran lainnya, mengaku ingin menghabiskan stok dagangan yang telah dibeli dalam jumlah besar.
Ia menilai lokasi lama lebih menjamin perputaran barang karena sudah memiliki pelanggan tetap.
“Sudah tahu tidak boleh jualan lagi di sini, tapi sayang kalau pindah sekarang. Pembeli langganan biasanya ke sini, lokasinya juga strategis. Jadi mau menghabiskan jualan dulu. Nanti habis Lebaran baru pindah,” ucap Rizal.
Pemkot Bogor menegaskan penertiban dilakukan untuk menata kawasan Pasar Bogor agar lebih tertib, bersih, dan aman.
Selain itu, area tersebut dinilai berisiko karena berada dekat dengan proses pembongkaran Gedung Pasar Bogor hingga Plaza Bogor yang kini memasuki tahap awal pembongkaran struktur utama.
Aktivitas proyek dikhawatirkan membahayakan pedagang maupun pembeli jika kegiatan jual beli tetap berlangsung di sekitar lokasi pembongkaran.
Meski demikian, para PKL menyatakan siap mematuhi aturan pemerintah. Mereka hanya meminta keringanan waktu hingga Lebaran 2026 dan berkomitmen menjaga kebersihan serta ketertiban selama masih berjualan di sekitar Pasar Bogor.
- Penulis: Sandi








