Menteri LH Dorong Penguatan Penanganan Sampah di TPA Galuga Kabupaten Bogor
- account_circle Putri
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- comment 0 komentar

Foto: Diskominfo Kabupaten Bogor
bogorplus.id – Menteri Lingkungan Hidup (LH) dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dorong penguatan penanganan sampah di TPA Galuga Kabupaten Bogor, posisinya sebagai wilayah hulu sejumlah daerah aliran sungai (DAS) strategis yang bermuara ke kewasan metropolitan Jabodetabek.
Hal ini disampaikan Menteri Hanif saat menunjau TPA Galuga bersama Wakil Bupati Bogor dan Walikota Bogor, di Cibungbulang, Minggu (21/12/2025). TPA Galuga direncanakan menjadi bagian dari proyek pengelolaan sampah terpadu. Hadir mendampingi Wakil Bupati Bogor, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Camat Cibungbulang.
Hanif menjelaskaskan, secara administrative, kesiapan proyek tersebut telah relatif lengkap. Proses pengadaan barang dan jas (PBJ) telah berjalan di tingkat daerah, bahkan sebagian unit telah memasuki tahap klarifikasi untuk melangkah ke tahapan berikutnya.
“Kita melihat kesiapan lokasi ini dari berbagai aspek, mulai dari kondisi tapak, kedekatan dengan sungai, hingga akses jalan. Semua menjadi bahan evaluasi agar proyek yang sudah direncanakan secara matang benar-benar dapat dieksekusi,” ujar Hanif.
Hanif menekankan bahwa kegagalan sejumlah proyek lingkungan di masa lalu sering terjadi akibat kurangnya kajian lingkungan dan sosial yang komprehensif. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh menjadi kunci agar kegiatan pengelolaan sampah dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Menteri Hanif mengapresiasi pengingkatan signifikan dalam menangani sampah di Kota Bogor dinilai telah menunjukkan capaian yang baik. Sementara itu, untuk Kabupaten Bogor, Hanif mendorong peningkatan kapasitas seluruh komponen penanganan sampah agar kinerjanya terus membaik.
“Penanganan sampah di Kota dan Kabupaten Bogor ini sangat krusial karena berada di wilayah hulu DAS Cisadane, Pesanggrahan, dan Ciliwung, yang berhilir ke Tangerang, Depok, dan Jakarta. Kesalahan pengelolaan di hulu akan berdampak serius bagi wilayah hilir,” tegasnya.
Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Menteri Lingkungan Hidup ke lokasi yang direncanakan menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional.
Jaro Ade menyebutkan bahwa kerja sama antara Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor terjalin dengan baik, termasuk dalam nota kesempatan yang akan segera ditindaklanjuti.
“Wilayah ini direncanakan menjadi proyek percontohan yang dibiayai oleh Danantara dan telah dibahas dalam beberapa kali rapat koordinasi. Pemkab Bogor mendukung penuh, begitu pula Pemerintah Kota Bogor, meskipun lahan yang digunakan merupakan aset Kota Bogor yang berada di wilayah Kabupaten,” jelas Jaro Ade.
Jaro Ade berharap program ini dapat digagas pemerintah pusat atas instruksi Presiden RI dapat berjalan lancar dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di wilayah Bogor Barat. Jaro Ade juga menegaskan pentingnya antisipasi penumpukan sampah dalam masa transisi dua tahun ke depan.
Pemkab Bogor terus mendorong penyelesaian persoalan sampah dari tingkat terendah, mulai dari lingkungan RT dan desa. Upaya tersebut diperkuat dengan inisiatif pembentukan Peraturan Daerah mengenai pengelolaan sampah yang digagas DPRD Kabupaten Bogor dan mendapat dukugan penuh dari Bupati Bogor.
“Dengan dukungan anggaran dari APBD Kabupaten maupun anggaran desa, kami optimistis penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih sistematis dan berkelanjutan,” pungkasnya.
- Penulis: Putri


