Breaking News
light_mode
Trending Tags

Macan Tutul Jawa Meresahkan Diamankan, Observasi Kesehatan Dilakukan di TSI Puncak Bogor

  • account_circle Tim Bogor Plus
  • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Seekor macan tutul (Panthera pardus melas) yang sempat mengkhawatirkan penduduk di Kampung Sepang, Desa Ciwarna, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Banten, akhirnya berhasil diamankan oleh tim gabungan.

Saat ini, hewan yang dilindungi tersebut sedang menjalani observasi perilaku dan pemeriksaan kesehatan di Taman Safari Indonesia (TSI), Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat, Agus Arianto, menyampaikan bahwa masalah antara macan tutul dan warga telah terjadi cukup lama.

Lokasi pemukiman yang berbatasan dengan kawasan hutan lindung Cagar Alam Gunung Tikung Gede menjadi salah satu penyebab munculnya hewan liar di area permukiman.

“Konflik sudah berlangsung lama, kita sudah berupaya bersama masyarakat, Formata, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga aparat desa. Bahkan sempat dilakukan penggiringan, tapi tidak berhasil karena satwa ini terus bermain di sekitar perkampungan,” kata Agus saat diskusi Foksi (Forum Konservasi Satwa Liar Indonesia) di TSI, beberapa waktu lalu.

Tim telah melaksanakan berbagai usaha, termasuk pengamatan di lapangan, pemasangan kamera jebak, dan usaha menggiring satwa kembali ke hutan. Namun, macan tutul tetap terlihat di sekitar pemukiman. Mengingat usaha penggiringan tidak berhasil, tim akhirnya memutuskan untuk menempatkan perangkap di jalur hewan tersebut.

Sebelumnya, warga telah diinformasikan agar penanganan berjalan dengan aman untuk manusia dan hewan. Macan tutul tersebut kemudian sukses ditangkap dan dievakuasi ke TSI Bogor. Di tempat ini, hewan tersebut mendapatkan observasi dari tim medis yang profesional.

“Alhamdulillah, tak butuh waktu lama, berkat bantuan tim TSI, macan tutul berhasil kita selamatkan dan evakuasi untuk menjalani observasi di TSI. Saat ini sedang diperiksa oleh tim medis,” ujar Agus.

Selain observasi medis, pengujian laboratorium juga dilakukan oleh tim dari Pusat Studi Satwa Luar (PSSB) IPB untuk memastikan keadaan fisik dan hewan tersebut.

“Kalau kondisinya sehat dan naluri liarnya masih bagus, kita tentu akan lepasliarkan kembali. Tapi kalau belum memungkinkan, akan dirawat dulu,” tambahnya.

TSI dipilih karena memiliki fasilitas yang lengkap dan tim profesional yang berpengalaman dalam penanganan hewan liar.

“Sebenarnya kami juga punya tim medis, tapi fasilitas kami tidak sekomplet dan sebaik di sini (TSI). Jadi, kami titiprawatkan sementara di TSI agar proses pemulihan dan pemeriksaan bisa maksimal,” jelas Agus.

Menjaga Populasi dan Keselamatan Warga Agus menekankan bahwa penanganan konflik ini bukan hanya tentang keselamatan warga, tetapi juga merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan macan tutul jawa, hewan yang dilindungi dan kini populasinya semakin menurun akibat perubahan fungsi lahan dan terfragmentasinya habitat.

“Intinya, semua pihak punya tujuan sama, yaitu menyelamatkan macan tutul tersebut dan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat,” tutupnya.

  • Penulis: Tim Bogor Plus

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPA Convex Bahas Situasi Global Sektor Migas di Tengah Ketegangan AS dan China

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Direktur Eksekutif Asosiasi Minyak dan Gas Indonesia (IPA) Marjolijn Wajong menyatakan bahwa acara IPA Convex 2025 akan membahas kondisi global, terutama mengenai ketidakstabilan harga minyak dan gas yang baru-baru ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan dalam perdagangan antara Amerika Serikat dan China. Ia menjelaskan bahwa diskusi panel terkait situasi global di sektor migas akan […]

  • Libur Imlek : Jalur Puncak Hujan, Lalu Lintas  Lancar 

    Libur Imlek : Jalur Puncak Hujan, Lalu Lintas  Lancar 

    • calendar_month Rab, 29 Jan 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id-Kondisi arus lalu lintas di Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat saat libur imlek terpantau lancar dua arah, Rabu (29/1). Saat ini, polisi masih menerapkan rekayasa lalu lintas sistem ganjil-genap (Gage) sejak pukul 06.00 WIB. Bagi kendaraan roda empat bernopol Ganjil masih diperkenankan menuju arah Puncak dari arah Jakarta, untuk bernopol Genap diharuskan putar balik ke […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Maret Awal Puasa Ramadan 1446 Hijriah, Malam Ini Tarawih 

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

      Bogorplus.id – Kementerian Agama telah menyampaikan, satu ramadan atau hari pertama puasa bagi umat muslim pada 1 Maret 2025 besok.   Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, seusai melaksanakan sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, pada Jumat (28/2/2025) malam.   “Pada malam ini 1 Ramadan 1446 Hijriyah ditetapkan besok, Sabtu, 1 Maret […]

  • Bima Arya: Ormas Bisa jadi Aset jika Dapat Pembinaan dari Pemda

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa organisasi kemasyarakatan (ormas) seharusnya dapat menjadi aset berharga bagi daerah. Ia menjelaskan, hal ini bisa terwujud jika ormas-ormas tersebut mendapat pembinaan dan pemberdayaan dari pemerintah daerah. “Ormas itu bisa mendukung program pembangunan, bisa meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya saat ditemui di kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, […]

  • Madura United Terpuruk di Zona Degradasi Usai Imbang Lawan Persita Tanggerang

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Madura United semakin terpuruk di zona degradasi BRI Liga 1 setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (24/1). Gol pertama dalam pertandingan ini tercipta pada menit ke-55, ketika Charisma Fathoni berhasil membawa Persita unggul 1-0. Namun, Madura United membalas delapan menit kemudian, pada menit ke-63, […]

  • Pengawas SPBU di Bogor yang Kurangi Takaran BBM Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda 2 Miliar 

    Pengawas SPBU di Bogor yang Kurangi Takaran BBM Terancam Penjara 5 Tahun dan Denda 2 Miliar 

    • calendar_month Rab, 19 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait pengurangan Bahan Bakar Minyak (BBM ) di SPUB Sentul, Bogor. Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin mengatakan, kasus pengurangan BBM ini bisa naik ke penyelidikan. Ia sudah mengantongi terduga pelapor dengan nama Husni Zainun Harun selaku pengawas dari SPBU. Dari hasil peninjuan dan penyegelan bersama Menteri […]

expand_less