Kreatif Tanpa Atribut, Suporter PSS Sleman Tetap Total Dukung Tim di Tengah Sanksi
- account_circle Abdul
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Suporter PSS Sleman kembali menunjukkan loyalitas tanpa batas. Di tengah sanksi larangan mengenakan atribut klub saat pertandingan kandang, para pendukung tetap memadati stadion dengan cara yang unik dan penuh kreativitas.
Alih-alih berkecil hati, mereka justru menyiasati ketentuan tersebut dengan gaya busana non-atribut, tanpa melanggar aturan yang telah ditetapkan.
Kreativitas itu terlihat jelas saat PSS Sleman menjamu Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (21/2) malam WIB.
Dalam pertandingan tersebut, penonton hanya diperbolehkan menempati Tribun Timur dan Tribun Barat. Tribun Utara dan Tribun Selatan ditutup selama empat laga kandang sebagai bagian dari sanksi yang dijatuhkan kepada klub.
Situasi ini tidak menyurutkan semangat dukungan. Justru, para suporter menunjukkan solidaritas dengan cara yang berbeda dari biasanya.
Bertepatan dengan bulan Ramadan, suasana stadion terasa unik. Selepas melaksanakan shalat Isya dan tarawih, Sleman fans berbondong-bondong menuju stadion mengenakan pakaian muslim seperti baju koko, sarung, gamis, hingga jubah.
Tanpa jersey, tanpa syal, dan tanpa atribut resmi PSS Sleman, mereka tetap kompak memberikan dukungan dari tribun.
Nyanyian dan sorakan tetap menggema, membuktikan bahwa identitas suporter tidak selalu harus ditunjukkan melalui atribut fisik.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa dukungan sejati tak hanya soal warna kebesaran yang dikenakan, tetapi tentang komitmen untuk tetap berdiri bersama tim dalam kondisi apa pun.
Sebelumnya, kreativitas serupa juga ditunjukkan saat laga kontra Deltras Sidoarjo pada Sabtu (14/2).
Para suporter tampil berbeda dengan mengenakan busana batik, menciptakan pemandangan yang tak biasa namun tetap tertib.
Langkah kreatif ini pun menuai apresiasi. Selain tetap menjaga atmosfer pertandingan, para suporter dinilai mampu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi sanksi.
- Penulis: Abdul








