Breaking News
light_mode
Trending Tags

Keracunan Makanan Basi: Gejala, Pertolongan Pertama, dan Cara Mencegahnya

  • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
  • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Kita sering kali tidak menyadari tanggal kedaluwarsa pada produk makanan atau minuman yang dikemas. Mungkin ada di antara Anda yang pernah mengonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa atau yang tidak layak dimakan. Mengonsumsi makanan kedaluwarsa bisa menimbulkan gejala keracunan. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan jika sudah terlanjur keracunan akibat makanan basi?

Pada dasarnya, keracunan makanan bisa terjadi setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi oleh virus, bakteri, parasit, atau zat beracun.

Makanan yang sudah tidak segar dapat menjadi tempat tumbuhnya jamur, bakteri, dan ragi. Pertumbuhan berbagai patogen ini akan menyebabkan perubahan pada warna, tekstur, bau, dan rasa makanan.

Saat Anda mengonsumsi makanan tersebut, patogen yang ada akan terus berkembang di saluran pencernaan. Ini lalu dapat memicu infeksi dan menyebabkan beragam tanda-tanda keracunan.

Apa saja tanda-tanda keracunan makanan basi?

Tanda-tanda keracunan makanan mirip dengan gejala gastroenteritis (flu perut). Beberapa di antaranya meliputi:

  • Kram perut,
  • Diare yang bisa berair atau berdarah,
  • Mual dan muntah,
  • Sakit kepala,
  • Demam, dan
  • Perut kembung.

Gejalanya dapat bervariasi dari yang sangat ringan hingga cukup parah. Waktu munculnya tergantung pada jenis virus atau bakteri yang mengontaminasi serta kekebalan tubuh individu. Namun umumnya, gejala akan muncul dalam waktu 4-24 jam setelah konsumsi makanan tersebut.

Sebagai contoh, bakteri Staphylococcus aureus dapat menimbulkan gejala dalam waktu 30 menit hingga 8 jam setelah makanan dikonsumsi. Sementara itu, gejala yang disebabkan oleh bakteri Salmonella biasanya muncul dalam rentang waktu 6 jam sampai 6 hari setelahnya.

Apa yang perlu dilakukan jika sudah terlanjur terkena keracunan makanan basi?

Terkadang, Anda tanpa sengaja mengonsumsi makanan basi. Jika Anda mulai merasakan gejala keracunan, lakukan langkah-langkah berikut untuk pertolongan awal.

1. Minum air putih

Ketika mulai merasakan gejala seperti mual dan muntah, penting untuk mulai minum sedikit air putih guna menghindari dehidrasi. Jika disertai diare, Anda bisa minum larutan rehidrasi oral yang bisa dibeli di apotek terdekat.

Setelah itu, beristirahatlah hingga gejala mual dan muntah berkurang. Jika keinginan untuk muntah muncul lagi, lakukanlah dengan kepala menunduk agar tidak ada cairan muntah yang masuk ke saluran pernapasan.

2. Makan makanan ringan

Muntah dan diare yang Anda alami akibat keracunan makanan basi pastinya akan mengosongkan perut Anda. Tak heran jika Anda merasa lapar setelah itu.

Untuk mengisi perut, pilihlah makanan yang ringan, tidak terlalu berasa, dan mudah dicerna seperti roti atau pisang. Hindari alkohol, kafein, atau minuman bersoda karena bisa memperparah keadaan Anda.

3. Menjaga kebersihan tangan

Untuk menghindari penyebaran infeksi akibat kontaminasi makanan, pastikan tangan Anda selalu bersih, terutama setelah membersihkan muntah atau setelah buang air.

4. Konsultasi ke dokter

Jika gejala semakin parah dan diiringi dengan diare yang terus-menerus, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Hal ini juga sangat penting untuk dilakukan jika keracunan terjadi pada orang lanjut usia, bayi, atau anak-anak.

Mencegah keracunan makanan basi

Agar tidak mengalami keracunan, hal yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa semua makanan yang akan Anda konsumsi masih layak dan segar.

1. Cek tanggal kedaluwarsa

Perhatikan jika terdapat tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan. Terkadang, Anda mungkin menemukan tanggal tersebut dengan istilah yang berbeda, seperti tanggal kedaluwarsa/tanggal penggunaan atau tanggal terbaik sebelum.

Jika tertera tanggal kedaluwarsa, itu berarti batas waktu maksimal untuk mengonsumsi makanan. Tanggal kedaluwarsa biasanya terdapat pada produk kemasan yang tahan lama, sedangkan tanggal penggunaan digunakan untuk produk yang lebih cepat busuk, seperti ikan dan daging. Setelah melewati tanggal yang tercantum, makanan tersebut tidak seharusnya dimakan.

Sementara itu, tanggal terbaik sebelum menunjukkan kualitas. Setelah melewati tanggal tersebut, makanan masih bisa dimakan. Hanya saja, kualitasnya mungkin sudah menurun. Namun, daya tahan tubuh setiap orang berbeda-beda, sehingga Anda tetap harus berhati-hati saat mengonsumsi makanan yang telah melewati tanggal tersebut.

2. Jaga kebersihan makanan

Aspek kebersihan saat mempersiapkan makanan sangat penting. Bakteri yang bisa menyebabkan keracunan makanan dapat menetap di berbagai tempat. Maka dari itu, cuci tangan dengan sabun dan air sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan serta sebelum makan.

Bersihkan peralatan yang digunakan untuk makanan, talenan, dan meja dengan air sabun panas. Jangan lupa untuk membilas buah dan sayuran segar di bawah air mengalir sebelum diolah atau disantap.

3. Simpan makanan dengan cara yang tepat

Anda perlu tahu bahwa bakteri dapat dengan mudah mengontaminasi makanan pada suhu antara 5°C hingga 60°C. Sebaiknya simpan makanan di tempat dengan suhu di bawah 5°C.

Anda juga bisa membekukan makanan di rak freezer. Bakteri dan patogen lainnya tidak dapat berkembang biak pada suhu beku, sehingga makanan tidak akan rusak. Hal ini juga berlaku untuk susu, roti, dan keju.

4. Rutin bersihkan lemari penyimpanan makanan

Atur dan bersihkan isi lemari es Anda secara teratur. Kadang-kadang, terlalu banyak menyimpan makanan bisa membuat makanan yang dibeli sebelumnya tidak terlihat. Akibatnya, beberapa makanan menjadi terlantar hingga melewati batas kedaluwarsa.

Simpanlah makanan yang mudah rusak di rak bagian atas. Jika perlu, buatlah catatan tentang makanan yang hampir kedaluwarsa.

Anda juga bisa memeriksa tampilan dan aroma makanan. Jika warnanya sudah berubah, muncul bercak jamur, atau bau tidak sedap, segera buang makanan tersebut dari lemari penyimpanan.

Langkah-langkah ini dapat membantu Anda menghilangkan makanan yang tidak layak untuk dimakan, sehingga risiko keracunan akibat tidak sengaja mengonsumsi makanan yang basi dapat dihindari.

  • Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni

Rekomendasi Untuk Anda

  • SPPG Batutulis 08 Bogor Distop Sementara Imbas Dugaan Keracunan

    SPPG Batutulis 08 Bogor Distop Sementara Imbas Dugaan Keracunan 

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara Izin operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batutulis 08, Kota Bogor. Pemberhentian sementara dapur MBG itu setelah puluhan pelajar SD dan SMK di Bogor Selatan mengalami dugaan keracunan MBG pada Jumat (14/11) lalu. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan pihaknya akan mengikuti keputusan dan arahan BGN sehingga […]

  • 10 Cara Memutihkan Kulit Secara Alami

    10 Cara Memutihkan Kulit Secara Alami

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus. id – Banyak perempuan yang ingin memiliki kulit yang putih dan bercahaya. Berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh kulit yang cerah. Misalnya, memakai produk pemutih atau pencerah instan yang mungkin mengandung bahan yang membahayakan kulit. Daripada memilih metode yang berisiko, Anda dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah dijangkau untuk memutihkan kulit. Di bawah ini adalah […]

  • Resmi ! Empat RSUD di Kabupaten Bogor Berganti Nama 

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Bupati Bogor Rudy Susmanto, meresmikan perubahan nama empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Selasa (27/5). Pergantian nama ini sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh besar bangsa yang telah berjasa. Selain itu, juga untuk menghargai para tokoh yang telah berjasa serta sebagai refleksi nilai-nilai luhur dalam pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan. Adapun perubahan nama […]

  • 6 Orang Luka Akibat Tabrakan Beruntun di Jembatan Cilame Cigudeg

    6 Orang Luka Akibat Tabrakan Beruntun di Jalan Cilame Cigudeg

    • calendar_month Jum, 5 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Enam orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan beruntun di Jalan Cilame, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat (5/9). Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.10 WIB. Laka lantas itu melibatkan truk tangki pertamina, truk fuso, bulldzozer, dan mobil losbak. Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya mengatakan, awalnya kendaraan truk pertamina bergerak dari arah Cigudeg menuju Jasinga. […]

  • Persiapan Hamil Lagi Setelah Operasi Caesar agar Aman dan Sehat

    Persiapan Hamil Lagi Setelah Operasi Caesar agar Aman dan Sehat

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Masa pemulihan operasi caesar yang relatif lebih lama dibandingkan persalinan pervaginam kerap menimbulkan pertanyaan tentang kapan waktu yang tepat untuk hamil lagi. Selain soal waktu, masih ada banyak hal lain yang perlu Anda pertimbangkan jika ingin hamil kembali setelah caesar. Apa saja contohnya? Simak dalam uraian berikut ini. Kapan boleh hamil lagi setelah […]

  • Selamatkan Lansia dari Banjir di Bogor, Aksi Damkar ini menjadi Sorotan Warga

    • calendar_month Sen, 3 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Paroh terpaksa dievakuasi setelah rumahnya di wilayah Kampung Bebek, RT 02, RW 10, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terendam banjir. Peristiwa ini terjadi pada Minggu malam, 2 Maret 2025, saat hujan deras melanda Kawasan tersebut. Ade Nurgraha, Kabid Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Damkar […]

expand_less