Kenali Penyebab Bibir Kering dan Cara Perawatannya yang Tepat
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Jum, 5 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Bibir yang kering sering kali disebabkan oleh iritasi pada lapisan pelindungnya atau ketika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan. Meskipun kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan dan bisa diatasi dengan menggunakan pelembap bibir, harus diingat bahwa bibir kering juga bisa menjadi indikasi dari penyakit yang lebih serius.
Kulit pada bibir memiliki ketebalan yang lebih rendah dan lebih sensitif dibandingkan dengan kulit di bagian tubuh lainnya. Selain itu, bibir tidak memiliki kelenjar minyak untuk menjaga kelembapannya. Ini adalah alasan mengapa bibir lebih mudah mengalami kekeringan, bahkan bisa menyebabkan pecah-pecah atau terkelupas.
Bibir Kering
Kondisi bibir kering adalah masalah yang biasa dijumpai dan sering kali tidak berhubungan dengan masalah kesehatan yang serius, meskipun bisa saja bibir tampak sangat kering, pecah-pecah, atau terluka. Apabila bibir kering disebabkan oleh kondisi yang serius, biasanya akan muncul gejala lain yang lebih berat, sehingga kekeringan pada bibir bukanlah masalah utama.
Penyebab Bibir Kering
Kekeringan pada bibir dapat disebabkan oleh gaya hidup atau faktor lingkungan, seperti:
- Paparan terus-menerus dari sinar matahariUdara yang dingin atau kering
- Tidak menggunakan pelembap saat cuaca dingin dan kering
- Kebiasaan menjilat bibir
- Bernapas dengan mulut, biasanya karena hidung terhalang
- Dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan
Di samping itu, bibir kering juga bisa menjadi gejala atau tanda dari beberapa kondisi medis berikut:
- Reaksi alergi, misalnya dari pasta gigi, parfum, atau pewarna pada lipstik, serta bahan tambahan pada obat kumur atau pasta gigi
- Dermatitis atopik
- Infeksi jamur atau bakteri, seperti cheilitis angular
- Infeksi virus, contohnya herpes mulut
- Hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid
- Penyakit autoimun, seperti sindrom Sjögren
- Kekurangan gizi atau vitamin dan mineral tertentu seperti zat besi atau vitamin B
- Efek samping dari beberapa obat, seperti antibiotik, diuretik, retinoid, vitamin A, digoxin, atau lithium
Faktor risiko bibir kering
Beberapa kondisi di bawah ini juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya bibir kering:
- Kebiasaan merokok
- Mengonsumsi minuman beralkohol
- Rhinitis alergi kronis yang menyebabkan hidung tersumbat
- Sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat pengobatan imunosupresif, diabetes, atau kekurangan gizi
- Kecemasan
- Gejala Bibir Kering
- Secara umum, bibir kering akan menimbulkan gejala sebagai berikut:
- Merasa kering atau ketat
- Pecah-pecah
- Kulit bibir mengelupas
- Gatal
Dalam kondisi yang lebih parah, bibir kering bisa disertai dengan gejala berikut:
- Luka yang berdarah
- Bibir berwarna merah
- Rasa nyeri atau sakit
- Merasa panas
- Bengkak
- Kapan harus ke dokter
Bibir kering biasanya bisa ditangani dengan baik di rumah menggunakan pelembap bibir atau dengan perawatan sederhana lainnya. Anda perlu berkonsultasi melalui Chat Bersama Dokter jika masalah ini tidak kunjung membaik dalam waktu 2 sampai 3 minggu, atau jika:
- Bibir terasa nyeri, bengkak, dan panas
- Bibir kasar atau terdapat luka
- Ada bercak putih pada permukaan bibir
- Muncul gejala lain yang mengganggu, seperti sakit kepala, tubuh lemas, mata dan kulit kering, atau demam
Diagnosis Bibir Kering
Proses diagnosis untuk bibir kering dapat dilakukan dengan bertanya tentang keluhan yang dialami dan memeriksa bibir, baik melalui foto maupun pemeriksaan langsung.
Jika diduga bibir kering disebabkan oleh kondisi serius, dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut, seperti:
- Tes darah untuk memeriksa adanya penyakit autoimun atau kekurangan vitamin tertentu
- Tes alergi jika bibir kering diduga akibat reaksi alergi
- Pemeriksaan sampel kulit bibir di bawah mikroskop
Pengobatan Bibir Kering
Perawatan untuk bibir kering dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Masalah ini dapat diatasi dengan perawatan pribadi atau dengan resep dari dokter. Berikut adalah penjelasannya:
Penanganan mandiri
Kondisi umum yang menyebabkan bibir kering dapat diatasi secara mandiri di rumah, dengan cara sebagai berikut:
- Menggunakan lip balm yang mengandung SPF 15 dan minyak alami, tanpa pewangi, serta hipoalergenik.
- Mengoleskan petroleum jelly atau salep khusus untuk bibir kering.
- Mencuci tangan sebelum mengoleskan pelembap pada bibir.
- Konsumsi air putih yang cukup.
- Menghindari kebiasaan menggigit benda, terutama yang terbuat dari logam, untuk mencegah iritasi pada bibir.
- Tidak menjilat atau mengelupas kulit bibir secara paksa.
Pemberian obat-obatan
Apabila bibir kering disebabkan oleh infeksi atau masalah kesehatan tertentu, dokter dapat meresepkan beberapa obat, seperti:
- Antibiotik, contohnya erythromycin topikal, metronidazole, atau cyclosporine, untuk mengobati infeksi bakteri.
- Obat antijamur, seperti miconazole, fluconazole, atau nystatin topikal, untuk menangani infeksi jamur.
- Komedik kortikosteroid topikal untuk mengatasi iritasi yang mengakibatkan bibir kering.
Penanganan lain
Jika bibir kering disebabkan oleh kebiasaan buruk atau perilaku impulsif, seperti menjilat, menggigit, atau mengelupas, maka pasien mungkin perlu menjalani terapi perilaku kognitif. Terapi ini juga disarankan bila kebiasaan tersebut muncul akibat masalah psikologis atau stres berat.
Komplikasi Bibir Kering
Jika tidak diatasi dengan baik, bibir kering dapat semakin parah, hingga pecah-pecah atau terkelupas. Jika kebiasaan mengelupas kulit bibir tidak dihentikan, bibir bisa terluka dan berdarah. Hal ini akan menyebabkan nyeri serta memperlambat proses penyembuhan.
Pencegahan Bibir Kering
Untuk mencegah bibir kering, beberapa tindakan yang dapat dilakukan antara lain:
- Menggunakan pelembap bibir yang mengandung SPF, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
- Mengoleskan pelembap bibir sebelum tidur dan setelah bangun.
- Hindari pelembap bibir yang mengandung bahan wax, rasa tambahan atau pewangi, mentol, serta eucalyptus.
- Jangan berbagi lip balm dengan orang lain agar tidak menularkan kuman.
- Pastikan memenuhi asupan cairan harian, dengan minum air putih setidaknya 8 gelas sehari.
- Gunakan humidifier di rumah untuk menjaga kelembapan udara jika lingkungan terlalu kering.
- Alihkan keinginan untuk menggigit atau mengelupas bibir dengan aktivitas lain, seperti bernapas dalam-dalam atau mengunyah permen karet.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni








