K-Pop dan K-Drama: Hiburan untuk Kurangi Stres pada Remaja
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Sel, 23 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Stres menurut kementerian kesehatan merupakan reaksi seseorang secara fisik atau emosional (mental/psikis) jika terjadi perubahan dari lingkungan yang membuat seseorang harus menyesuaikan diri.
Berbagai lembaga mengungkapkan, remaja Indonesia dengan rentan usia 16-24 tahun sangat rentan mengalami gangguan kecemasan. Penelitian dari the Conversation, University of Queensland, dan Johns Hopkind Bloomberg School of Public Health di Amerika Serikat menyatakan bahwa remaja Indonesia berada dalam darurat kesehatan mental, terutama pada usia 10-17 tahun.
Stres pada remaja dapat dipicu dari berbagai situasi seperti keluarga, akademis, dan situasi lainnya. 4,2 persen pelajar di Indonesia pun pernah memiliki pikiran untuk percobaan bunuh diri. Hampir 90 persen kasus bunuh diri di Indonesia terjadi akibat depresi dan kecemasan.
Tingkat stres pada remaja yang memprihatinkan, maka harus mencari cara untuk mengurangi tingkat stres pada remaja. Setiap individu memiliki caranya sendiri dalam mengatasi stres.
Di era saat ini, budaya korea yaitu k-pop dan k-drama sangat diminati oleh semua orang terutama remaja. K-pop dan k-drama bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi stres. Kebahagiaan bisa didapatkan ketika menyukai k-pop dan k-drama.
Tidak hanya musik dan akting, mereka juga menyajikan beragam acara hiburan yang bisa membuat penonton tertawa dan melupakan stres di kehidupan. Meski sederhana, tapi hal ini sangatlah bermakna.
Terlepas dari banyaknya orang yang menganggap k-pop dan k-drama adalah hal yang tabu atau bahkan banyak yang menggapnya alay. Namun, dari k-pop dan k-drama, kita dapat menyeleksi dan mendapatkan pengaruh baik untuk diri kita, selama kita menikmatinya dengan hal yang positif.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni








