Jelang Ramadan, Pemkab Bogor Gencarkan Gerakan Pangan Murah
- account_circle Sandi
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Jelang Ramadan, Pemkab Bogor Gencarkan Gerakan Pangan Murah. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Menjelang Ramadan 2026, Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang bulan puasa dan Lebaran.
Kepala daerah melalui jajarannya menegaskan, program tersebut bukan bentuk intervensi pasar, melainkan pelayanan langsung kepada masyarakat agar tetap bisa mengakses kebutuhan pangan sesuai harga komoditasnya.
“Jadi bukan mengintervensi pasar, tapi memberikan pelayanan bagi masyarakat agar dapat menjangkau pangan yang murah, sesuai dengan komoditasnya,” ujar Teuku, Selasa (17/2/2026).
Ia memastikan, stok pangan di wilayah Kabupaten Bogor dalam kondisi aman.
Namun, pihaknya mengakui harga komoditas berpotensi mengalami fluktuasi karena meningkatnya permintaan saat Ramadan dan Lebaran.
“Kalau ketersediaan stok, aman. Stok ya, cuma harga ya karena biasa kan menyambut Ramadan atau menyambut Lebaran, biasanya harga kan naik tuh atau ada fluktuasi ya,” jelasnya.
Untuk mengendalikan gejolak tersebut, Pemkab Bogor juga menyiapkan operasi pasar pada momen-momen krusial.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga harga tetap stabil dan kembali ke level yang relatif normal.
“Untuk antisipasi itu, dilakukanlah operasi pasar, untuk memberikan intervensi pasar, agar pasar kembali pada harga-harga yang relatif normal,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan mengungkapkan bahwa lonjakan harga bahan pokok merupakan pola tahunan yang berulang.
“Mungkin di seluruh Indonesia. Bahwa ada tiga biasanya lonjakan harga itu. Ada tiga momen. Pertama di Nataru. Kemudian menjelang Ramadan atau Puasa. Dan menjelang Lebaran,” kata Haris.
Ia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif dengan memantau pergerakan harga secara intensif dan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Disperindag dan DKP Kabupaten Bogor.
“Maka kami antisipasinya adalah bagaimana kita bisa memantau pergerakan harga yang melambung, dan kami tentunya dengan pemerintah daerah Disperindag dan DKP. Kita bisa melakukan operasi pasar untuk produk-produk tertentu,” pungkasnya.
- Penulis: Sandi








