Jelajah Rasa Jogja: 10 Kuliner Paling Legendaris yang Selalu Jadi Buruan Wisatawan
- account_circle Putri
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Jogja dikenal dengan tempat berbagai kuliner legendaris yang memiliki rasa nikmat. Tak heran, jika banyak orang berkunjung ke Kota Pelajar ini untuk mencicipi berbagai olahan makanan yang menarik dan terkenal. Ada kuliner legendaris apa saja di Jogja?
Menikmati waktu senggang dengan mengunjungi Kota Jogja merupakan pilihan banyak orang. Pasalnya, Kota Jogja memiliki berbagai daya tarik wisata mulai dari tempat bersejarah, budaya, hingga olahan kuliner khasnya yang dapat memanjakan lidah.
Ada berbagai olahan makanan khas mulai dari makanan berat hingga makanan ringan yang dapat dinikmati secara langsung di tempat, maupun dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang dan dibagikan kepada keluarga atau orang terkasih.
Kali ini, kamiakan menyajikan informasi mengenai kuliner Jogja yang legendaris lengkap dengan lokasi, harga, menu, rasa, daya tarik, hingga rutenya. Simak pemaparannya di bawah ini.
Kuliner Jogja yang Legendaris
Sederet kuliner Jogja yang legendaris ini dirangkum dari buku ‘Kuliner Yogyakarta: Cerita di Balik Nikmatnya’ karya Rifqa Army, buku ‘Jejak Rasa dari Yogyakarta’ karya Agustina Dwi Rahayu, serta laman Wonderful Indonesia yang dikelola oleh Kemenparekraf RI.
1. Gudeg Yu Djum
Gudeg merupakan makanan yang menjadi ikon Kota Jogja. Nama gudeg berasal dari istilah Jawa yaitu ‘hangudek’ yang memiliki makna ‘proses mengaduk’ makanan. Menurut sejarah, gudeg sudah ada sejak tahun 1500-an atau saat Kerajaan Mataram Islam masih memimpin.
Salah satu olahan gudeg legendaris di Jogja adalah Gudeg Yu Djum yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Penjual gudeg ini menjadi salah satu favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan yang menjadi ikon kota istimewa.
Lokasi: Jl Dagen No 2C Sosromenduran, Gedong Tengen, Jogja, sebelah utara Universitas Gadjah Mada (UGM).
Jam Buka: Setiap hari jam 06.30-21.00 WIB, Sabtu libur.
Menu: Menu yang ditawarkan sangatlah variatif, seperti gudeg telur, gudeg ayam suwir, gudeg sayap ayam, gudeg paha bawah, gudeg ati ampela, gudeg dada, hingga gudeg campur. Selain itu juga terdapat jenis minuman untuk menu pelengkap menyantap gudeg milik Ibu Djum ini.
2. Sate Klathak Pak Pong
Sate unik dari Jogja ini diberi nama ‘klathak’ karena berasal dari proses pembakarannya yang mengeluarkan suara klathak-klathak. Sate klathak merupakan kuliner legendaris asal Jogja yang terbuat dari daging kambing muda. Yang menjadi pembeda dan khas dari sate lainnya adalah bagian tusuk sate yang terbuat dari besi jeruji bukan dari batang bambu seperti pada umumnya.
Lokasi: Jl Sultan Agung No 18, Jejeran II, Wonokromo, Pleret, Bantul, Jogja.
Jam Buka: Senin sampai Minggu jam 09.00-23.30 WIB.
Menu: Berbagai menu ditawarkan di kedai Sate Klathak Pak Pong. Selain sate klathak, terdapat menu lain seperti sate biasa, gulai kambing, tongseng kambing, hingga tengkleng kambing. Selain itu ada juga minuman yang dapat menyegarkan tenggorokan seperti berbagai olahan jus buah dan minuman lainnya.
3. Bakmi Jawa Mbah Gito
Bakmi Jawa atau biasanya dikenal dengan bakmi godog merupakan olahan mi yang yang direbus dengan berbagai macam kondimen sayur dan rempah-rempah. Kuliner legendaris ini berasal dari daerah Piyaman, Wonosari, Jogja.
Lokasi: Jl Nyi Ageng No 9, Rejowinangun, Kotagede, Jogja.
Jam Buka: Setiap hari pada jam 10.00-22.00 WIB.
Menu: Selain menyediakan bakmi godog, terdapat menu lain yang dapat kamu cicipi di Bakmi Jawa Mbah Gito, seperti bakmi goreng, nasi goreng, rica-rica ayam kampung, capcay rebus, hingga capcay goreng. Pilihan menu minumannya juga beragam, ada teh hangat, jeruk, wedang jahe, wedang uwuh, hingga saparela.
4. Mi Lethek Mbah Mendes
Mi lethek merupakan makanan legendaris dari Jogja selanjutnya. Dalam bahasa Jawa ‘lethek’ memiliki arti ‘kotor’, namun tak perlu khawatir karena kata tersebut bukan merujuk pada cara pembuatannya melainkan dari tampilan mi lethek yang dikenal ‘kotor’ karena terdapat berbagai bahan yang disatukan dan kuah nikmat yang cenderung berwarna keruh.
Lokasi: Di daerah Meguwo, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Jogja.
Jam Buka: Senin hingga Minggu jam 11.00-22.00 WIB.
Menu: Terdapat banyak menu yang bisa dicoba pengunjung di Mi Lethek Mbah Mendes, di antaranya yaitu mi lethek, mi rebus, mi goreng, plencing rebus, plencing goreng, magelangan, sego godog, hingga nasi goreng khas Mbah Mendes. Minuman yang ditawarkan juga beragam, mulai dari teh, jeruk, kopi, wedang secang, wedang uwuh, wedang jahe, hingga susu jahe.
5. Soto Bathok Mbah Katro
Soto batok atau bathok merupakan salah satu kuliner legendaris yang sudah lama ada di Jogja. Yang membedakan dengan soto lainnya adalah cara penyajian soto bathok menggunakan wadah yang berasal dari tempurung kelapa atau biasa dikenal dengan batok kelapa. Soto ini pertama kali dibuat di Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jogja.
Lokasi: Di Sambisari, Desa Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jogja.
Jam Buka: Setiap hari dari jam 06.00-16.00 WIB.
Menu: Ada banyak menu yang disajikan di warung Soto Bathok Mbah Katro, seperti soto campur nasi, soto pisah nasi, soto tanpa nasi, hingga menu pelengkap soto seperti tempe goreng, perkedel, sate usus, sate telur puyuh, peyek, dan kerupuk. Menu minuman yang tersedia seperti teh panas, es teh, jeruk, lemon panas, hingga air mineral.
6. Oseng Mercon Bu Narti
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata ‘mercon’? Sebuah petasan dengan bunyi ledakan saat bulan puasa kah? Nama oseng mercon berasal dari olahan daging sapi yang dimasak dengan bumbu cabai dalam jumlah yang banyak. Sensasi rasa pedas yang ada seolah-olah bisa membuat lidah penikmatnya terasa meledak.
Lokasi: Jl KH Ahmad Dahlan No 107, Notoprajan, Ngampilan, Jogja.
Jam Buka: Senin sampai Minggu jam 16.00-23.00 WIB.
Menu: Terdapat berbagai olahan menu yang ada di Oseng Mercon Bu Narti seperti nasi oseng mercon, nasi ayam goreng, nasi puyuh goreng, nasi lele goreng, nasi ati ampela, dan menu masakan lainnya. Sementara untuk menu minuman yang ada di sana yaitu es teh, teh panas, jeruk panas, es jeruk, dan minuman botol lainnya.
7. Yangko Pak Prapto
Yangko merupakan makanan tradisional khas Jogja berupa kue yang memiliki cita rasa manis. Kue ini berasal dari daerah Kotagede, Jogja, dan saat ini dapat dijumpai di berbagai toko oleh-oleh salah satunya Yangko Pak Prapto.
Lokasi: Jl Pramuka No 82 Giwangan, Umbulharjo, Jogja.
Jam Buka: Senin hingga Minggu jam 08.00-21.00 WIB.
Menu: Selain ada yangko terdapat menu oleh-oleh lain khas Jogja yang bisa ditemukan di Yangko Pak Prapto, seperti bakpia, jipang, dan makanan kering lainnya.
8. Kipo Bu Djito
Kipo merupakan makanan dengan ukuran kecil yang asalnya dari Kotagede, Jogja. Bentuknya lonjong, panjang, kecil, dan umumnya berwarna hijau. Cita rasa yang dimiliki kue ini adalah legit dan manis. Asal nama kipo bermula dari pembeli yang bertanya “iki opo?” atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti “ini apa?” sehingga sejak saat itu kue ini diberi nama kipo.
Lokasi: Jl Mondorakan No 27, Prenggan, Kotagede, Jogja.
Jam Buka: Senin sampai Sabtu jam 05.00-15.00 WIB.
Menu: Menu andalan di sini tak lain adalah kue kipo yang banyak diminati wisatawan. Namun, selain kipo ada juga oleh-oleh lain yang didominasi dengan makanan atau camilan kering.
9. Geplak Mbok Tumpuk
Geplak merupakan makanan manis berwarna-warni khas daerah Bantul. Pada awal mula pembuatannya, geplak hanya terdiri dari dua warna saja yaitu putih dan coklat. Warna putih dihasilkan dari bahan baku gula pasir sedangkan warna coklat dihasilkan dari bahan utama gula jawa. Kudapan ini terbuat dari bahan baku utama kelapa yang dihaluskan dan dicampur dengan berbagai bahan lain.
Lokasi: Jl KH A Wahid Hasyim No 104, Taskombang, Bantul, Jogja sebuah bangunan toko Geplak Mbok Tumpuk berdiri. Jika dari pusat Kota Jogja, menuju ke lokasi ini akan menempuh jarak sekitar 15 km dengan waktu tempuh perkiraan 40 menit.
Jam Buka: Setiap hari dimulai jam 07.00 sampai 20.00 WIB.
Menu: Menu utama di sini adalah geplak khas Mbok Tumpuk, selain itu terdapat menu oleh-oleh lain seperti peyek tumpuk dan makanan kering lainnya.
10. Bakpia Pathok 25
Bakpia adalah makanan khas dari Kota Jogja dengan berbagai varian rasa. Makanan khas Jogja ini juga biasa disebut sebagai ‘bakpia pathok’. Penamaan tersebut karena bakpia banyak diproduksi di daerah Pathok yang letaknya dekat sebelah barat Malioboro. Penamaan nama bakpia yang seringkali menggunakan angka di belakang, didasarkan pada zaman dahulu belum adanya nama merek dagang sehingga yang didaftarkan adalah nomor rumah produsen seperti Bakpia Pathok 25.
Lokasi: Di Ngampilan, Jogja.
Jam Buka: Setiap hari dari Senin hingga Minggu jam 06.00-23.30 WIB
Menu: Menu yang ada di sini yaitu berbagai varian rasa dari Bakpia Pathok 25 seperti durian, kacang hijau, dan rasa lainnya.
- Penulis: Putri


