Jalan Saleh Danasasmita Ditutup, Pendapatan Pedagang di Batutulis Turun Hingga 50 Persen
- account_circle Putri
- calendar_month Sen, 2 Feb 2026
- comment 0 komentar

Foto: Sekar Andini
bogorplus.id – Penutupan Kembali akses Jalan Saleh Danasasmita, yang terletak di Kelurahan Batutulis, Kota Bogor, disebabkan oleh retakan di tengah jalan, berdampak langsung pada pendapatan pedagang di sekitarnya.
Asep (51), seorang pedagang kerangka bangunan, mengungkapkan bahwa penjualannya merosot hingga hamper 50 persen sejak penutupan jalan tersebut, Jumat (30/1/2026).
Sebelumnya, aktivitas ekonomi sempat menunjukkan pemulihan setelah akses jalan dibuka kembali pada Agustus 2025 setelah mengalami longsor pada Maret 2025.
Asep mengamati bahwa banyak pelanggannya yang biasanya dating ke ruko kini tidak dapat berkunjung lagi karena akses jalan terputus. Saat ini, ia hanya bergantung pada pembelian melalui pesan atau panggilan online.
“Karena ini jalannya sudah ditutup, pembeli motor sama mobil tidak bisa lewat. Kalau diperkirakan sih ada turunnya hampir 50 persen ya padahal jalannya juga baru ditutup beberapa hari karena memang saat ini cuman bergantung kalau ada yang pesan lewat HP,” ujar Asep saat ditemui di kawasan Jalan Saleh Danasasmita, Batutulis, Kota Bogor, Senin (2/2/2026).
Asep yang telah berjualan di tempat itu selama 17 tahun merasa sangat tergantung pada banyaknya kendaraan yang melintas di jalur tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pembeli datang secara tiba-tiba karena tokonya berada di rute penghubung antar wilayah.
“Waktu jalan dibuka pas Agustus kemarin, pembeli mulai ramai lagi dan pendapatan juga mulai stabil. Sekarang jalan ditutup lagi, bahkan karyawan terpaksa diliburkan karena tidak ada kerjaan, kan tidak ada pembelinya,” katanya.
Pedagang lain, Indra (39), yang menjual buah-buahan di sekitar lokasi, merasakan kondisi serupa. Ia menyatakan bahwa penutupan jalan menyebabkan arus kendaraan dan pejalan kaki hampir tidak ada, sehingga berpengaruh langsung terhadap penjualan harian.
“Kalau jalannya tutup, otomatis orang ga ada lewat sini. Yang biasanya beli sambil lewat jadi nggak ada,” ujar Indra.
Indra menambahkan bahwa situasi ini membuat beberapa pedagang di sekitarnya memilih untuk menghentikan operasional mereka sementara, karena pendapatan tidak sebanding dengan biaya operasional.
Ia juga mengatakan bahwa kondisi ini semakin berat dirasakan oleh para pedagang karena bulan Ramadan yang biasanya menjadi waktu peningkatan penjualan semakin dekat.
Para pedagang berharap agar Pemerintah Kota Bogor dapat secepatnya menangani masalah longsor serta menyediakan jalan alternatif agar kegiatan warga dan perekonomian daerah tetap berjalan, setidaknya untuk kendaraan roda dua.
“Kami sih tidak minta kompensasi ya, yang penting jalannya dipercepat. Minimal motor bisa lewat dulu biar penjualan bisa normal kembali, apalagi sekarang sudah mau puasa,” ucapnya.
- Penulis: Putri








