Gerakan Tanam Cabai di Jasinga, Strategi Pemkab Bogor Tekan Inflasi dari Sawah Petani
- account_circle Sandi
- calendar_month Sel, 16 Des 2025
- comment 0 komentar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui sektor pertanian. Foto : Diskominfo
bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat strategi pengendalian inflasi daerah melalui sektor pertanian.
Mereka menggelar Gerakan Tanam Cabai bersama Kelompok Tani (Poktan) Biotani di Kecamatan Jasinga.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga komoditas strategis, khususnya cabai, yang selama ini menjadi salah satu pemicu inflasi.
Staf Ahli Bidang Administrasi dan Keuangan, Mustaqim, menegaskan bahwa cabai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Menurutnya, fluktuasi harga cabai secara langsung memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat.
“Cabai bukan sekadar produk pertanian, tetapi komoditas strategis yang berdampak besar terhadap inflasi, kesejahteraan petani, dan daya beli masyarakat,” ujarnya, Selasa (16/12).
Ia mengungkapkan, produksi cabai di Kabupaten Bogor saat ini mencapai 16.603,85 ton atau meningkat 19,5 persen dibandingkan tahun 2023.
Meski demikian, capaian tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan secara optimal.
“Masih ada ruang besar untuk meningkatkan produksi melalui kolaborasi semua pihak, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh, hingga pemangku kepentingan lainnya,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Bogor menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian.
Bantuan tersebut meliputi benih dan bibit tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan, pupuk serta pestisida, hingga alat dan mesin pertanian guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat infrastruktur pertanian melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi usaha tani, dam parit, jalan usaha tani, serta rumah penampungan hasil pertanian.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga kualitas hasil panen sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani.
“Dengan potensi pertanian yang besar dan semangat gotong royong, kami yakin Kabupaten Bogor mampu menjadi daerah yang mandiri pangan dan tangguh menghadapi berbagai tantangan,”tungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Edi Mulyadi, menjelaskan bahwa Gerakan Tanam Cabai merupakan bagian dari upaya konkret Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Program ini bertujuan meningkatkan produksi dan produktivitas cabai, menambah suplai di tingkat kelompok tani dan masyarakat, serta menekan fluktuasi harga yang kerap memicu inflasi, terutama saat hari besar keagamaan dan musim tertentu,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara keseluruhan program ini menargetkan pengembangan kawasan cabai seluas 280 hektare di 23 kecamatan.
Program tersebut juga disertai penyaluran alat dan mesin pertanian, pupuk hayati dan organik kepada ratusan kelompok tani, serta pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian.
“Sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha menjadi kunci. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis ketersediaan cabai terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan secara berkelanjutan,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi


