Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemkab Bogor Ikut Panen Raya Jagung Serentak 2026
- account_circle Putri
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Diskominfo Kabupaten Bogor
bogorplus.id – Guna memperkuat ketahanan pangan di tingkat nasional, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, yang mewakili Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengikuti acara Panen Raya Jagung Serentak yang berlangsung pada kuartal pertama tahun 2026 di Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (8/1/2026).
Acara Panen Raya Jagung ini diadakan serentak di seluruh negara dan terhubung melalui platform virtual Zoom, dipimpin oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan didampingi oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, serta Direktur Utama Perum Bulog. Kegiatan panen ini menjadi contoh konkret dari kerja sama antar sector untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional.
Entis Sutisna menyatakan bahwa panen jagung di Kecamatan Cigombong mencakup area seluas sekitar 4.000 meter persegi. Ia juga menjelaskan pencapaian produksi jagung di Kabupaten Bogor selama tahun 2025.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan panen jagung dalam kegiatan yang diinisiasi Polri melalui Polres Kabupaten Bogor. Untuk Kecamatan Cigombong luas panennya kurang lebih 4.000 meter persegi. Secara keseluruhan, pada tahun 2025 luas tanam jagung di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 300 hektare, dengan luasan panen yang telah terealisasi 171 hektare dan total produksi mencapai 996 ton,” jelas Entis.
Di sisi lain, Kabag SDM Polres Bogor, Yudi, menjelaskan bahwa panen jagung serentak hari ini meliputi total luas sekitar 5,5 hectare yang tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Jasinga, Rumpin, Sukamakmur, Tenjo, dan daerah lainnya di Kabupaten Bogor.
“Untuk panen hari ini saja, total luasan mencapai 5,5 hektare. Estimasi hasil panen minimal sekitar 30 ton. Karena waktu tanam di tiap wilayah tidak bersamaan, maka waktu panennya pun berbeda-beda. Beberapa kecamatan juga telah melakukan panen dalam beberapa hari sebelumnya,” ungkap Yudi.
Yudi juga menambahkan bahwa pada 2025, capaian serapan penanaman jagung di Kabupaten Bogor sudah mencapai sekitar 60 persen. Pada kuartal IV tahun 2025, penanaman jagung dilakukan seluas 105 hektare, terutama pada bulan Oktober dan November.
Untuk tahun 2026, Yudi menjelaskan bahwa penanaman jagung akan terus berlanjut dengan sistem tanam ulang setelah panen, demi menjaga keberlanjutan produksi.
“Lahan yang sudah dipanen akan langsung diratakan dan ditanami kembali. Target kami adalah memaksimalkan potensi yang ada secara berkelanjutan,” ujarnya.
Mengenai penyediaan bibit, Yudi menekankan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, dinas terkait, kepolisian, serta kelompok petani.
“Harapannya, meskipun Kabupaten Bogor bukan sentra jagung, produksi jagung ke depan bisa meningkat secara signifikan sehingga jagung dapat menjadi komoditas alternatif selain padi bagi para petani,” pungkasnya.
Melalui acara Panen Raya Jagung Serentak ini, Pemerintah Kabupaten Bogor, Bersama jajaran Polri dan semua pemangku kepentingan, menegaskan komitmennya untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
- Penulis: Putri


