Breaking News
light_mode
Trending Tags

Disleksia pada Anak: Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

  • account_circle Putri
  • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.idDisleksia adalah gangguan belajar yang memengaruhi kemampuan anak dalam membaca, menulis, dan mengeja. Adapun ciri-ciri disleksia pada anak, yaitu kesulitan mengenali huruf, membaca lambat, sering membalik huruf atau angka, dan sulit memahami teks yang dibaca.

Disleksia pada Anak

Penyebab disleksia yang utama berasal dari genetika.

Disleksia bukan karena kurangnya kecerdasan atau motivasi belajar, melainkan karena perbedaan cara otak memproses bahasa. Kondisi ini biasanya mulai terlihat saat anak mulai belajar membaca dan menulis, terutama saat anak kesulitan mengenali huruf, mengeja kata sederhana, atau memahami bacaan.

Penyebab pasti disleksia belum sepenuhnya dipahami, namun faktor genetik memiliki peran besar. Jika ada anggota keluarga yang mengalami disleksia, risiko anak mengalaminya juga meningkat.

Selain itu, faktor lain seperti perkembangan otak saat dalam kandungan dan gangguan pendengaran juga dapat berpengaruh. Meskipun disleksia tidak bisadisembuhkansepenuhnya, kondisi ini bisa dikelola dengan bantuan yang tepat, seperti dukungan dari orang tua, guru, dan terapis.

Apa Itu Disleksia?

Disleksia adalah gangguan belajar yang membuat anak kesulitan dalam mengenali dan mengolah bunyi dalam bahasa, terutama saat belajar membaca. Anak dengan kondisi ini biasanya mengalami kesulitan membaca kata baru.

Akibatnya, mereka jadi lambat dalam membaca, sering salah mengeja, dan sulit menulis. Beberapa anak mungkin bisa menghafal kata, tapi tetap kesulitan mengenali kata baru atau mengingat kata yang sudah kenal sebelumnya.

Disleksia bukan karena anak kurang cerdas, melainkan karena adanya perbedaan antara kemampuan belajar dan hasil yang dicapai. Anak dengan disleksia bisa mengikuti pelajaran dengan baik jika diberi dukungan sejak awal, terutama di kelas-kelas awal.

Namun, saat memasuki kelas tiga ke atas, di mana anak dituntut membaca lebih cepat dan memahami bacaan lebih dalam, tantangan mereka makin terasa. Meskipun disleksia tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, dengan strategi dan bantuan yang tepat, anak tetap bisa belajar membaca dan meraih prestasi akademik yang baik.

Gejala Anak Disleksia

Ciri anak disleksia yang paling nampak adalah kesusahan memroses bahasa. Anak dengan penyakit disleksia memerlukan waktu yang lebih lambat untuk berbicara dan menulis.

Bahkan susah untuk menggabungkan kata-kata yang ingin anak ungkapkan. Beberapa ciri anak dengan disleksia yang belum masuk sekolah sebagai berikut:

  • Mengalami kesusahan untuk belajar atau mengingat huruf alphabet
  • Sering melakukan salah pengucapan pada kata-kata yang terlihat sama, “baby talk” adalah hal yang biasa
  • Kesusahan mengenali huruf-huruf, misalnya kesalahan mengenali huruf “t” menjadi “d”
  • Kesusahan untuk mengenali ritme dalam sebuah kalimat

Penyakit disleksia pada anak-anak yang sudah masuk sekolah akan terlihat lebih jelas. Anak-anak akan mengalami kesusahan ketika mengikuti pelajaran di sekolah, seperti pada pembelajaran menulis dan membaca.

Ciri-ciri umum yang mudah Anda kenali, meliputi:

  • Membaca dengan lebih lambat daripada anak seumurannya
  • Tidak mampu menjelaskan perbedaan antara huruf dan kata
  • Kesusahan menggabungkan huruf sehingga membentuk sebuah kata
  • Susah membaca secara lantang
  • Kesusahan dalam memahami makna dari bacaan
  • Menulis dengan kecepatan di bawah rata-rata
  • Kesusahan untuk mengikuti instruksi

Penyebab Disleksia

Penyebab disleksia yang utama berasal dari genetika. Seorang anak yang menderita disleksia kemungkinan memiliki orang tua, saudara atau anggota keluarga lainnya yang juga memiliki penyakit yang sama.

Penyakit disleksia menyebabkan disfungsi otak bagian pengelolaan bahasa yang berguna untuk memahami bahasa dengan baik. Disfungsi gangguan fungsi otak ini menyebabkan penderita disleksia menjadi lebih lambat dan susah dalam memahami bahasa.

Penyakit disleksia ini berbeda-beda pada setiap orang dan tidak selalu berdampak buruk bagi kehidupan mereka. Adapun beberapa faktor penyebab disleksia:

  • Paparan zat beracun: Polusi udara dan air, terutama logam berat seperti timbal atau mangan, serta zat kimia tertentu dan nikotin, dapat meningkatkan risiko disleksia.
  • Kurangnya akses bahan bacaan: Anak yang tumbuh di lingkungan tanpa dorongan untuk membaca atau dengan sedikit bahan bacaan memiliki risiko lebih tinggi mengalami disleksia.
  • Keterbatasan lingkungan belajar: Anak yang kurang mendapat dukungan belajar di sekolah atau tempat belajar lain cenderung lebih rentan mengembangkan disleksia.

Dampak Disleksia pada Kehidupan Sosial Anak

Dyslexia tidak hanya memengaruhi kemampuan belajar anak, tetapi juga dapat berdampak besar pada kehidupan sosial dan emosional mereka. Berikut beberapa dampak disleksia pada kehidupan sosial anak:

1. Maturitas Sosial dan Fisik yang Terlambat

Anak dengan disleksia sering kali menunjukkan perkembangan fisik dan sosial yang lebih lambat dibandingkan teman sebaya mereka. Hal ini membuat mereka merasa berbeda dan kurang percaya diri, terutama karena mereka juga menghadapi kesulitan akademik.

Ketika anak merasa dirinya kurang mampu atau tertinggal, hal ini bisa memperburuk citra diri yang sudah terganggu dan membuat mereka sulit terterima dalam pergaulan. Akibatnya, anak bisa merasa canggung, malu, atau tidak nyaman dalam berbagai situasi sosial.

2. Kesulitan Berkomunikasi

Disleksia tidak hanya memengaruhi kemampuan membaca dan menulis, tapi juga kemampuan verbal anak. Anak-anak dengan disleksia sering kesulitan menemukan kata yang tepat ketika berbicara dan terkadang perlu berhenti sejenak untuk berpikir sebelum menjawab pertanyaan.

Selain itu, mereka mungkin juga mengalami masalah dalam memahami bahasa, seperti sarkasme, candaan, atau kata-kata dengan makna ganda. Kesulitan ini menyebabkan mereka sering salah mengartikan pesan yang tersampaikan orang lain.

3. Masalah Mengingat Urutan Kejadian

Selain kesulitan dalam membaca dan mengeja, anak dengan disleksia juga sering mengalami masalah dengan kemampuan mengingat urutan suatu peristiwa atau informasi. Ketika mereka mencoba menceritakan pengalaman atau menjelaskan konflik dengan teman, urutan cerita yang mereka sampaikan bisa berubah-ubah setiap kali.

Hal ini bisa membuat guru atau orang tua salah paham, bahkan mengira anak tersebut bingung atau tidak jujur. Kesulitan ini juga muncul saat mereka bermain olahraga yang memerlukan ingatan urutan gerakan atau strategi sehingga mereka mudah lupa langkah-langkah permainan.

4. Performa yang Tidak Konsisten dalam Tugas

Anak dengan disleksia sering menunjukkan hasil yang tidak stabil dalam mengerjakan tugas. Misalnya, mereka mungkin bisa mengeja sebuah kata dengan benar saat tes ejaan, tetapi saat diminta menulis kata tersebut dalam sebuah kalimat, malah salah mengejanya.

Bahkan dalam satu paragraf, mereka bisa menulis kata yang sama dengan ejaan berbeda-beda. Kesulitan ini muncul karena disleksia memengaruhi berbagai aspek menulis sekaligus mulai dari kosakata, tata bahasa, hingga tanda baca.

Cara Mengajar Anak Disleksia

Cara mengajar anak disleksia bisa dilakukan dengan berbagai metode. Berikut 8 cara yang dapat Anda terapkan:

  • Gunakanlah gerak tubuh untuk memberikan pembelajaran tertentu
  • Gunakan pendekatan eksplisit untuk mengajari cara membaca
  • Bacakanlah bacaan secara urut untuk mengasah koordinasi alat pendengaran dengan otak anak
  • Berikanlah gambaran besar akan suatu materi sebelum menjelaskan detailnya
  • Gunakan pembelajaran dengan mengasah seluruh indra sensorinya

Terapi Disleksia

Saat anak mengalami disleksia, terapi untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis serta membantu mereka bersosialisasi di sekolah. Terapi sebaiknya mulai segera setelah gejala disleksia dikenali.

Rangkaian terapi yang umum dilakukan meliputi:

1. Tes Psikologi

Tes psikologi dilakukan di awal sebelum terapi untuk mengetahui kemampuan anak dan menentukan jenis terapi yang tepat. Terapi ini juga dapat mengidentifikasi masalah lain seperti ADHD atau depresi.

2. Program Membaca

Program membaca akan sesuai dengan tingkat kemampuan anak untuk membantu mereka membaca lebih cepat, memahami isi bacaan, dan menulis dengan baik. Contohnya adalah program Orton-Gillingham dan Multisensory Instruction.

3. Bantuan Orang Luar

Bantuan dari guru sangat penting bagi anak dengan disleksia. Orang tua sebaiknya memberitahukan gaya belajar anak kepada guru agar pembelajaran dapat berjalan dengan lancar.

Anak dengan disleksia termasuk anak luar biasa yang membutuhkan bimbingan khusus agar potensinya bisa berkembang maksimal.

4. Strategi Belajar

Berikut adalah beberapa tips belajar yang dapat Anda terapkan untuk penderita disleksia antara lain:

  • Berlatih membaca di tempat yang kondusif
  • Mendengarkan buku atau CD komputer sambil membaca bersamaan dengan rekaman
  • Bagilah setiap pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil
  • Mintalah bantuan dari guru atau mentor ketika membutuhkan
  • Bergabunglah dengan grup untuk para penderita disleksia
  • Beristirahatlah yang cukup dan makan makanan yang sehat

Anak disleksia bukan anak yang tidak mampu, melainkan memiliki potensi luar biasa yang perlu diasah dengan metode tepat agar berkembang maksimal. Orang tua harus lebih cermat memperhatikan kebutuhan mereka dan memberikan bimbingan yang sesuai supaya anak tumbuh sesuai usia perkembangannya.

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah Pedas Itu Rasa? Fakta di Balik Sensasi Panas Cabai

    Benarkah Pedas Itu Rasa? Fakta di Balik Sensasi Panas Cabai

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Mungkin banyak orang di Indonesia yang sudah akrab dengan makanan pedas. Ada yang bahkan menyatakan tidak mau menikmati makanan jika tidak pedas. Ternyata, bagi para penyuka, makanan pedas memang sangat adiktif. Namun, apakah pedas itu benar-benar ada? Atau hanya ilusi yang ditimbulkan oleh pikiran kita? Pada dasarnya, penelitian mengenai rasa pedas berkaitan erat […]

  • PMI Asal Jember Ditemukan di Dalam Peti Es, Kondisi Dalam Keadaan Hidup

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Sebuah rekaman yang menjadi viral menunjukkan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Jember ditemukan dalam keadaan hidup di dalam sebuah peti berisi es. Video itu diunggah di saluran YouTube ‘BERKISAH’. Dalam narasi yang disampaikan, dijelaskan bahwa insiden ini bermula ketika sebuah kontainer yang dikirim dari Kamboja menuju Pelabuhan Hifong di Vietnam mengejutkan pihak kepolisian […]

  • Kunjungi Lokasi Longsor di Batutulis, Pemkot Bogor Akan Perbaiki jadi Taman

    • calendar_month Sen, 14 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengunjungi lokasi longsor di Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Senin (14/4/2025). Dalam kunjungan tersebut, Dedi Mulyadi memberikan arahan kepada perangkat daerah yang hadir untuk segera mengambil tindakan teknis dalam perbaikan. “Untuk alokasi anggaran dibagi dua, […]

  • Motif Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi

    Motif Pelaku Pembunuhan Sopir Taksi Online di Tol Jagorawi 

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Polres Bogor mengamankan dua pelaku kasus pembunuhan dan perampokan terhadap sopir taksi online di Tol Jagorawi Kedua pelaku yakni RS dan AH warga Cianjur yang tinggal sementara di Depok. Mereka ditangkap di salah satu makam kramat di wilayah Cianjur. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, dari hasil otopsi korban yang bernama Ujang Adiwijaya (42) […]

  • Pemkab Bogor Genjot Penataan Perumahan Terpadu, Fokus Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

    Pemkab Bogor Genjot Penataan Perumahan Terpadu, Fokus Data dan Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor mulai menata ulang strategi pembangunan perumahan dan kawasan permukiman secara lebih terpadu dan berkelanjutan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kawasan hunian ideal di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk. Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Penguatan Basis Data Kelompok Kerja Penyelenggaraan Perumahan dan […]

  • Sepasang Suami Istri Meninggal Dunia Akibat Arus Deras di Sungai Cisarua

    • calendar_month Rab, 5 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Pasangan suami istri asal warga Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia di Sungai Cisarua. Mereka hanyut karena arus sungai sedang meningkat. “Benar (pasangan suami istri terseret arus sungai),” kata Kapolsek Cigudeg Kompol Uba Subroto, Rabu (5/3/2025). Kejadian tragis ini berlangsung pada Selasa 4 Maret 2025. Korban yang diketahui bernama Ropi (57) […]

expand_less