Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dinilai Tak Sesuai Izin, Pengolahan Sampah Tangsel di Cileungsi Dihentikan

  • account_circle Putri
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • comment 0 komentar

bogorplus.idPemerintah Kabupaten Bogor telah mengehentikan pemrosesan sampah rumah tangga yang berasal dari Kota Tangerang Selatan di Kecamatan Cileungsi. Pengelolaan sampah ini diambil alih oleh pihak swasta.

Penghentian ini dilakukan menyusul ditemukannya aktivitas pengolahan sampah yang belum sesuai dengan perizinan dan persetujuan lingkungan yang dimiliki perusahaan, serta sebagai langkah perlindungan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” kata Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Volume sampah yang dikirim mencapai sekitar 200 ton setiap hari. Sebelum penghentian dilakukan, Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Terutama terkait perizinan usaha, aspek dampak lingkungan, serta persetujuan lingkungan. Termasuk di dalamnya memastikan apakah kegiatan tersebut telah memperoleh persetujuan dari masyarakat sekitar atau belum,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan, Kadis DLH Kabupaten Bogor, Tengku Mulya, menyatakan bahwa perusahaan swasta itu telah memiliki izin untuk beberapa bidang usaha. Di antara bidang tersebut termasuk industry kerta tisu, barang dari kertas dan papan kertas, real estate, serta pengoperasian incinerator untuk mengolah limbah dari kegiatan industrinya sendiri.

Namun, ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah domestik dari luar perusahaan dianggap suatu kegiatan baru. Kegiatan ini tidak termasuk dalam izin operasional dan persetujuan lingkungan yang telah ada.

Kegiatan pengolahan sampah domestik merupakan aktivitas berbeda dan belum berizin. Oleh karena itu, Pemkab Bogor secara bersama-sama menghentikan sementara aktivitas tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa sampah di wilayahnya tidak dibuang ke tempat pembuangan akhir milik pemerintah daera Cileungsi, Kabupaten Bogor. Benyamin menyatakan sampah tersebut akan dikelola oleh perusahaan swasta.

Iya, betul (dikelola pabrik kertas bukan dibuang ke TPA),” kata Benyamin kepada wartawan, Sabtu (10/1).

Ia menjelaskan bahwa Kerjasama dalam pengelolaan sampah di Cileungsi dilakukan secara langsung antara Pemkot Tangsel dan pihak swasta. Ia menambahkan bahwa perusahaan tersebut sudah memiliki analisis mengenai dampak lingkungan.

“Di Cileungsi itu perusahaan swasta (pabrik kertas) yang sudah punya amdal dan izin lainnya. Jadi hubungannya pemkot dengan swasta,” katanya.

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sering Asal Ceplos Tanpa Sadar buat Orang Insecure, Berhenti Ucapkan 5 Kalimat Ini

    Sering Asal Ceplos Tanpa Sadar buat Orang Insecure, Berhenti Ucapkan 5 Kalimat Ini

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya insecure. Insecure atau rasa tidak aman bisa diartikan sebagai rasa takut akan sesuatu yag dipicu rasa tidak puas serta tidak yakin dengan kapasitas diri sendiri. Insecure seringkali dialami pada perempuan, terutama pada penampilan. Selalu ingin tampil cantik dan sesempurna mungkin, sudah menjadi suatu hal yang melekat […]

  • 3 Larangan bagi Wanita Haid, Penjelasnya dalam Islam

    3 Larangan bagi Wanita Haid, Penjelasannya dalam Islam

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Banyak anggapan keliru yang meluas di masyrakat mengenai hukum wanita yang haid atau menstruasi. Anggapan yang banyak diyakini masyarakat tidak sepenuhnya benar. Berikut kami jelaskan mengenai persepsi hukum muslimah saat haid: 1. Larangan Masuk Masjid Larangan perempuan yang sedang haid memasuki masjadi nyatanya tidak haram secara mutlak dan tidak dosa. Mazhab Hanafi dan […]

  • Berkostum Hitam-Pita Merah, Wali Murid SDIT Roudlotul Jannah Gelar Aksi Damai di Yayasan

    Berkostum Hitam-Pita Merah, Wali Murid SDIT Roudlotul Jannah Gelar Aksi Damai di Yayasan

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Sejumlah wali murid SD IT Roulatul Jannah, Ciawi, Kabupaten Bogor, menggelar aksi damai di Gedung Yayasan, Selasa (19/8). Dalam aksinya mereka membawa tiga tuntutan yang dilayangkan kepada pihak yayasan. Pertama kembalikan para guru dan siswa belajar seperti biasa, kedua Sopian kembali bekerja, dan ketiga aturan yang dibuat direktur perlu direvisi atau dihapus. Para […]

  • Pemerintah Kota Bogor Berencana Lanjutkan Proyek R3 Setelah Lebaran

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Pemerintah Kota Bogor berencana melanjutkan Pembangunan Jalan R3 (Regional Ring Road) pada 2025. Proyek ini merupakan bagian dari program strategis Kota Bogor yang ditargetkan dimulai setelah perayaan Lebaran. Pelaksanaan Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengungkapkan bahwa proses tender untuk proyek ini akan berlangsung selama 45 hari. […]

  • Polri Minta Maaf Terkait Insiden Kekerasan Terhadap Jurnalis di Semarang

    • calendar_month Sel, 8 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Polri memberikan permohonan maaf terkait insiden kekerasan yang dialami oleh fotografer LKBN Antara, Makna Zaezar. Kekerasan tersebut dilakukan oleh Ipda Endry Purwa Sefa, seorang anggota Tim Pengamanan Protokoler Kapolri, saat peninjauan arus balik di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng pada Sabtu sore, 5 April 2025. Ipda Endry, bersama tim dari Mabes Polri dan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, berkunjung ke […]

  • Cisadane Resik Kritik KLH Soal Penanganan Lingkungan : Tajam ke Puncak, Tumpul ke Salak

    Cisadane Resik Kritik KLH Soal Penanganan Lingkungan : Tajam ke Puncak, Tumpul ke Salak 

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Komunitas pemerhati lingkungan Cisadane Resik menuding Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) bersikap tebang pilih dalam penanganan kerusakan lingkungan. Mereka menilai KLH terlalu fokus pada kawasan Puncak, sementara kerusakan lingkungan di kawasan Gunung Salak justru minim tindakan. “KLH mengusulkan pencabutan izin di Puncak, tapi di Gunung Salak baru sampai penyegelan saja,”ujar Ketua Cisadane Resik, Sutanandika, Selasa […]

expand_less