Diguyur Hujan, Cap Go Meh 2026 di Kota Bogor Berlangsung Meriah
- account_circle Sandi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Suasana Cap Go Meh Kota Bogor. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Perayaan Cap Go Meh (CGM) Bogor 2026 yang berlangsung di Jalan Surya Kencana, Kota Bogor, berlangsung meriah, Selasa (3/3) malam.
Antusiasme masyarakat tetap tinggi untuk menyaksikan rangkaian pawai budaya meski diguyur hujan cukup deras.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, perayaan Cap Go Meh sendiri sudah menjadi tradisi sejak lama dan agenda tahunan sebagai identias Kota Bogor.
Kata dia, perayaan Cap Go Meh selalu rutin digelar setiap tahunnya di Kota Bogor. Ini kali ke-24 kalinya diadakan.
“Ini tradisi Kota Bogor yang sudah berlangsung 24 kali. Sebetulnya total 27 kali, tetapi tiga kali tertunda karena bencana dan pandemi COVID-19,” ujarnya.
Menurutnya, Cap Go Meh sebagai bentuk komitmen masyrakat Bogor dalam menguatkan toleransi keberagaman dan memererat silaturahmi antar umat beragama.
Dedie A Rachim menuturkan, perayaan Cap Go Meh tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Perayaan Cap Go Meh pun disesuaikan rangkaian acaranya dengan momentum Ramadan, di antaranya menghadirkan bazar takjil selama tiga hari serta kegiatan santunan dan buka puasa bersama anak yatim.
Hal itu pun membuat suasana kebersamaan antarumat beragama semakin terasa dalam rangkaian kegiatan yang digelar.
“Ini menjadi bentuk keberagaman yang unik. Nuansa Ramadannya juga terasa kuat dalam perayaan Cap Go Meh dan masyarakat sangat antusias. Ini mengukuhkan identitas Bogor sebagai kota yang toleran dan saling menghormati antar umat beragama,” katanya.
Selain menjadi ajang budaya dan tradisi, perayaan Cap Go Meh ini pun turut memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Kota Bogor.
Selama rangkaian acara berlangsung, kawasan Suryakencana turut diramaikan dengan Pasar Jadul dan bazar UMKM yang menghadirkan berbagai produk kuliner, fesyen, hingga kerajinan lokal.
Politisi Partai PAN itu menyebutkan, Cap Go Meh di Kota Bogor yang kini masuk dalam kalender event nasional.
Selain itu juga, Dedie mengklaim berhasil mendorong sektor pariwisata serta meningkatkan aktivitas pelaku usaha lokal, termasuk UMKM.
“Okupansi hotel meningkat, UMKM juga bergeliat. Ada sekitar 120 UMKM yang dilibatkan langsung dan gratis. Bahkan ada yang omzet hariannya saay berjualan dalam perayaan ini mencapai di atas Rp20 juta,” ungkapnya.
Ditempat yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengapresiasi perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor yang termasuk salah satu yang terbesar di Indonesia, selain di Singkawang.
Menurutnya, kekuatan utama perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor terletak pada kolaborasi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah yang selama ini juga menjadi ciri khas kota tersebut.
“Selain Bogor istimewa karena kolaborasinya, juga dengan toleransinya. Tahun ini agak berbeda karena berlangsung di bulan Ramadan. Panitia pun menyesuaikan dengan sangat elegan, mulai dari bazar Ramadan hingga waktu acara setelah salat tarawih, kata Bima.
Ia juga menilai momen kebersamaan seperti ini penting untuk terus dijaga, terutama di tengah berbagai tantangan global dan potensi perbedaan di masyarakat.
“Kalau kita berangkat hanya dari perbedaan, tidak akan ada ujungnya. Kita harus memperkuat kebersamaan, dan malam ini kebersamaan itu terlihat di Kota Bogor melalui gelaran Cap Go Meh ini,” ujarnya.
- Penulis: Sandi








