Desa Gunung Putri Disiapkan Jadi Desa Percontohan 2026
- account_circle Sandi
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- comment 0 komentar

Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat membahas Desa Gunung Putri. Foto : Diskominfo
bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menargetkan Desa Gunung Putri menjadi prototipe desa percontohan yang dibangun secara menyeluruh pada tahun 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Bupati Rudy saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran perangkat daerah dan Pemerintah Desa Gunung Putri di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor, Senin (9/2).
Rudy menegaskan, pembangunan desa tidak boleh berhenti pada apresiasi simbolik semata, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan konkret yang dirasakan langsung oleh warga.
“Bukan soal juara satu, dua, atau tiga. Desa Gunung Putri sudah membawa nama baik Kabupaten Bogor, maka wajah desanya harus benar-benar berubah,”ujarnya, Selasa (10/2).
Desa Gunung Putri sebelumnya meraih Juara Ketiga ajang Gapura Seribu Padjadjaran tingkat Provinsi Jawa Barat, mewakili 416 desa dan 19 kelurahan di Kabupaten Bogor.
Menurut Rudy, capaian tersebut menjadi alasan kuat bagi Pemkab Bogor untuk memberikan perhatian dan intervensi pembangunan secara terpadu.
Ia pun menginstruksikan seluruh perangkat daerah bergerak bersama.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta menata dan memperbaiki infrastruktur jalan, termasuk menginventarisasi kewenangan penanganan jalan lingkungan dan saluran irigasi.
Pengelolaan sumber daya air, khususnya Setu Gunung Putri, juga diminta segera ditangani agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Selain infrastruktur, percepatan legalitas lahan melalui redistribusi tanah harus diprioritaskan. Jangan ada lagi jawaban ‘masih dalam proses’ tanpa kepastian waktu,” ujarnya.
Di sektor perhubungan, Rudy menginstruksikan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) agar wilayah Gunung Putri tidak lagi gelap pada malam hari.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan diminta mengkaji pengadaan kapal wisata di Setu Gunung Putri yang dapat berfungsi ganda, baik untuk penanganan bencana maupun penguatan pariwisata dan ekonomi warga.
Rudy juga menugaskan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan penghijauan kawasan Gunung Putri yang selama ini identik dengan kawasan industri.
Salah satu program yang didorong adalah pembagian bibit buah ke rumah-rumah warga.
“Dalam satu hingga dua tahun ke depan, Gunung Putri harus bisa berkembang menjadi sentra buah,” katanya.
Tak kalah penting, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta mendorong transformasi kantor desa digital, sekaligus memperkuat identitas wilayah, terutama di Exit Tol Gunung Putri sebagai gerbang masuk Kabupaten Bogor.
“Ketika orang keluar dari Exit Tol Gunung Putri, mereka harus langsung tahu bahwa ini Kabupaten Bogor, bahkan Desa Wisata Gunung Putri,”ucapnya.
Bupati Rudy menargetkan seluruh perangkat daerah bersama pemerintah desa mulai bergerak serentak setelah Hari Raya Idul Fitri.
Desa Gunung Putri akan menjadi model pembangunan desa terpadu yang diharapkan dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Bogor.
- Penulis: Sandi








