Dedie Rachim Ajak Aktivis Lingkungan Kunjungi Rekosistem, Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu
- account_circle Putri
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Foto: Pemkot Bogor
bogorplus.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengajak para aktivitas dan penggiat lingkungan, pengelola bank sampah, TPS3R, dan jajaran Pemkot Bogor mengunjungi tempat pemulihan material Rekosistem di Bogor, Kamis (26/2/2027).
Kunjungan ini ditindakan setelah mendapatkan sertifikat predikat Menuju Kota Bersih 2025 dari Menteri Lingkungan Hidup.
Dalam rekosistem, rombongan melihat proses pemulihan material seperti plastik, logam, beling, elektronik, kertas, kardus, dan filtrasi minyak jelantah yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan avtur.
Dedie Rachim mengatakan, tujuan kunjungan ini merupakan memperluas jangkauan pemilahan sampah dari hulu melalui daur ulang.
“Sehingga arah kebijakan Pemkot Bogor dalam pengelolaan persampahan itu bukan hanya di hilir saja, bukan hanya urusan TPS, bukan hanya urusan waste to energy, tetapi bagaimana dari rumah tangga dan kelompok-kelompok masyarakat ikut serta memilah dan memanfaatkan limbah yang masih memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.
Dedie Rachim berharap kolaborasi dengan pemulihan material dapat memperjelas alur distribusi dan nilai jual sampah terpilah.
“Nanti kalau bisa terkonsolidasi dengan baik, maka jelas sampah plastik itu akan ke mana, siapa yang akan membeli, berapa harganya, kemudian bagaimana sistemnya, apakah diantar sendiri atau dijemput. Mudah-mudahan dengan bertemu di sini, wawasan bisa bertambah luas dan semua bisa bersama-sama membangun Bogor lebih bersih lagi,” ujarnya.
Dedie Rachim juga menegaskan, persoalan sampah bukanlah tanggung jawab pemerintah semata, melainkan semua elemen masyarakat, termasuk pasukan kuning dan para penggiat lingkungan.
CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman, menyampaikan bahwa sampai saat ini lebih dari 90.000 rumah tangga telah terdaftar secara nasional, 130 juta sampah terkelola dan didaur ulang setiap tahun, bekerja sama dengan lebih dari 1.000 mitra di 126 kabupaten/kota.
“Jadi sampah-sampah ini akan menjadi bahan baku di pabrik-pabrik yang memiliki kebutuhan spesifik. Contohnya, minyak jelantah agar kandungan lemak, kelembapan, dan lainnya sesuai kebutuhan pabrik, kita filter dulu dan kita uji di laboratorium. Sama seperti botol plastik dan sebagainya,” ungkapnya.
Dedie Rachim menambahkan, Kolaborasi dengan Pemkot dan komunitas lingkungan diharapkan dapat memperkuat konsolidasi pengelolaan sampah dari hulu hingga penangnan sampah di Kota Bogor semakin optimal
- Penulis: Putri








