Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dampak Perubahan di Tempat Kerja dan Cara Cerdas Mengelolanya

  • account_circle Putri
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.idPerubahan khususnya dalam dunia pekerjaan baik itu perubahan kepemimpinan maupun kebijakan perusahaan dapat dianggap sebagai hal yang biasa terjadi. Kendati begitu, tak semua orang bisa menghadapinya lalu merasa stres.

Menurut ahli saraf Dean Burnett, secara alamiah, otak tidak menyukai ketidakpastian akibat perubahan dan segala sesuatu yang tidak pasti berpotensi menjadi ancaman. Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications menunjukkan orang sebenarnya mengalami lebih banyak stres akibat ketidakpastian ini dibandingkan dengan perubahan itu sendiri

Lalu bagaimana cara menavigasi perubahan?

Menurut psikolog klinis Analisa Widyaningrum melalui keterangan tertulis Allianz, perubahan dapat dinavigasi dengan cerdas secara emosi. Kemampuan untuk mengolah emosi inilah yang dapat membantu seseorang melewati segala tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan.

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan manusia mengenali dan memahami emosinya lalu menggunakannya untuk mengelola diri sendiri dan hubungannya dengan orang lain.

Mengolah hati dan perasaan memang bukan perkara mudah. Banyak hal yang tidak bisa dikendalikan yang dapat membuat seseorang tidak nyaman terhadap perubahan, namun bukan berarti membuat seseorang tersebut tidak kompeten. Penting bagi kita untuk memahami level kecerdasan emosi supaya kita bisa mengontrol perasaan dengan lebih baik,” kata Analisa.

Menurut Analisa, kecerdasan emosi sangat penting dalam dunia kerja karena dapat meningkatkan kolaborasi. Selain itu, dengan memiliki kecerdasan ini, karyawan juga mampu mengelola stres, tangguh menghadapi tantangan dan mengatasi ketidakpastian secara efisien sehingga kinerja menjadi lebih produktif, pencapaian target meningkat, dan bisa berkontribusi positif terhadap budaya perusahaan.

“Level kecerdasan emosi seseorang dapat terasa saat bekerja bersama orang tersebut. Bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya tinggi, kita akan merasa lebih nyaman, tenang dan percaya diri. Hal ini dikarenakan orang tersebut memiliki kompetensi personal dan sosial yang baik,” tutur Analisa.

Kompetensi personal yaitu mampu memahami emosi yang dimiliki atau self-awareness dan mampu mengendalikannya dalam situasi sulit serta tetap profesional saat bekerja atau self-management.

Orang yang memiliki pemahaman emosi yang baik, dapat mengelola perasaannya untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan dan kekhawatiran. Dia bisa menerima perubahan dengan cepat dan memikirkan langkah ke depan.

Lalu ia juga memiliki kompetensi sosial yaitu mampu memahami perasaan orang lain dan memiliki keterampilan mengelola hubungan dan membangun dinamika tim yang efektif.

Sebaliknya jika kita bekerja dengan orang yang level kecerdasan emosinya rendah, kita juga akan ikut terbawa merasakan sesuatu yang tidak nyaman, malas, bahkan cemas karena orang tersebut memancarkan aura serta emosi yang negatif,“ kata Analisa.

Analisa mengatakan saat emotional brain seseorang merasakan sesuatu yang cukup dalam, maka rational brain-lah yang membalikkan keadaan dan membawanya kembali ke dunia nyata sehingga meskipun dia sedang merasa sedih, tidak nyaman, kecewa, dia tetap bangkit dan melanjutkan hidup.

Pada saat mengalami perubahan, seseorang boleh merasa tidak nyaman, panik, sedih, kecewa, tetapi tidak perlu berlarut-larut. Menurut Analisa, semua orang yang mengalami perubahan dan mengalami hal yang tidak menyenangkan pasti akan mengalami syok, namun jika mereka memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, maka bisa mengendalikan emosi tersebut dengan bijak.

Kiat meregulasi perasaan

Analisa yang akrab disapa Ana mengatakan bahwa kecerdasan emosi adalah sesuatu yang bisa dilatih dan distimulus dengan regulasi diri. Dia pun memberikan kiat untuk meregulasi perasaan sehari-hari agar orang-orang dapat menerima dan merangkul perubahan dengan baik:

Pertama, saat menghadapi sesuatu, amati dulu apa yang terjadi.

Kedua, kenali emosi yang hadir, apakah marah, sedih, atau kecewa. Asah diri untuk melakukan rutinitas sederhana supaya kita bisa terkoneksi dengan emosi tersebut, misalnya tulis segala perasaan di notes atau cerita ke orang yang tepat. Hal ini dapat membuat seseorang sadar emosi apa yang sedang hadir dalam dirinya.

Ketiga, terima dan kelola emosi tersebut dengan menerapkan mindfulness atau kesadaran penuh dan melakukan respons delay. Sebelum meluapkannya, hitung mundur 10 detik untuk memikirkan dengan matang apakah respons yang akan diberikan itu benar. Perlukah marah-marah? Menangis dan lainnya.

Keempat, cobalah untuk membuka pandangan lebih jauh lagi dan lakukan reframe. Pahami bahwa ini adalah tantangan yang harus dihadapi. Semua orang bisa mengalami hal yang sama. Seseorang bisa memosisikan diri sebagai orang lain yang juga ikut merasakan perubahan. Inilah yang dapat membangun bonding dalam pekerjaan.

Kelima, ambil napas, ingat kembali tujuan jangka panjang sehingga apapun yang dihadapi, nantinya bisa mengatasinya dengan baik.

Navigasi perubahan itu bukan tentang menekan emosi yang dirasakan dalam perubahan, tapi bagaimana kita bisa menggunakan emosi yang tepat di situasi yang tepat,” demikian pesan Analisa.

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborun Satukan Warga Bogor dalam Semangat Inklusif

    Kolaborun Satukan Warga Bogor dalam Semangat Inklusif

    • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id– Ribuan warga memadati Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, pada Car Free Day (CFD), Minggu (15/2/2026).   Mereka datang untuk mengikuti Kolaborun, ajang lari inklusif yang mempertemukan masyarakat umum, penyandang disabilitas, dan penyintas kanker dalam satu garis start.   Tak sekadar fun run, Kolaborun menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas yang menegaskan semangat kebersamaan di Kabupaten […]

  • Peran Tom Lembong dalam Kasus Korupsi Impor Gula Sebesar Rp 578 M

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Jaksa mengungkapkan bahwa Thomas Trikasih Lembong, yang dikenal sebagai Tom Lembong, teribat dalam kasus dugaan impor gula yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 578 miliar. Terungkap bahwa Tom Lembong disebut menyetujui impor gula tanpa melibatkan rapat koordinasi dengan lembaga terkait. Pernyataan ini disampaikan oleh jaksa dalam dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor Jakarta, […]

  • Bupati Bogor Hadirkan Bird Zoo di Pakansari, Siap Jadi Ikon Baru Konservasi dan Rekreasi Edukatif

    Bupati Bogor Hadirkan Bird Zoo di Pakansari, Siap Jadi Ikon Baru Konservasi dan Rekreasi Edukatif

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor bekerja sama dengan Taman Safari Indonesia (TSI) tengah merancang pembangunan Bogor Bird Zoo. Itu adalah destinasi baru yang menggabungkan konservasi satwa, edukasi lingkungan, dan wisata keluarga dalam satu kawasan terpadu di area GOR Pakansari. Proyek ini menjadi bagian dari konsep besar Government Park Zoo, yang dirancang sebagai ruang hijau publik berwawasan […]

  • Viral Pengendara Ini Kaget Dapat Tagihan Tilang Elektronik Rp15 Juta, Ini Cara Hindari Nasib Serupa

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Jagat media sosial X baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan seorang pengendara yang mengalami tilang elektronik kendaraan alias Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Pengendara tersebut mengaku kaget setelah mengetahui dirinya terkena 61 kali tilang elektronik yang terakumulasi dengan total denda mencapai Rp 15 juta. Kejadian tersebut viral, karena menunjukkan bagaimana teknologi tilang elektronik dalam […]

  • Jelang Nataru, Dishub dan Satlantas Polresta Bogor Kota Gelar Ram Check Bus AKAP

    Jelang Nataru, Dishub dan Satlantas Polresta Bogor Kota Gelar Ram Check Bus AKAP

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bogor Kota menggelar ram check atau pemeriksaan kelayakan kendaraan secara menyeluruh serta pemeriksaan urine bagi pengemudi bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Bubulak, Kota Bogor, Selasa (23/12/2025). Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Coki Irsanza, mengatakan kegiatan tersebut merupakan […]

  • Simak !!! Ini Rekayasa Arus Lalulintas Penyambutan Mahkota Binokasi di Kabupaten Bogor

    • calendar_month Ming, 20 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Mahkota Raja Pajajaran Binokasih akan tiba di Kabupaten Bogor, Senin (21/4) besok. Arus lalu lintas pun disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan. Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih, mengatakan pihaknya akan mengerahlan sebanyak 50 personel. Nantinya, petugas Dishub akan mengatur lalu lintas di 10 titik persimpangan dari arah Lapangan Muara Beres sampai ke Kompleks […]

expand_less