Cinta Segitiga Berujung Penganiayan di Dramaga Bogor
- account_circle Sandi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Salahsatu pelaku penganiyaan yang diamankan Polsek Dramaga. Foto : Dok Polsek Dramaga
bogorplus.id-Dugaan api cemburu cinta segitiga memicu aksi pengeroyokan di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga.
Polsek Dramaga mengamankan dua pria berinisal yang diduga menganiaya seorang warga setelah konflik asmara melibatkan istri siri.
Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026).
Dua terduga pelaku berinisial AS (25) dan RW (30) diduga mengeroyok korban WF (29) di depan rumah korban.
“Peristiwa ini melibatkan tiga orang. Dua orang sebagai terduga pelaku dan satu orang sebagai korban,” kata Iptu Zalukhu saat dikonfirmasi, Senin (12/1/2026).
Kejadian bermula ketika WF mendapat kabar bahwa rumahnya didobrak seseorang.
Korban kemudian bergegas pulang dan mendapati AS berada di kediamannya. Tanpa banyak bicara, AS langsung melayangkan pukulan ke arah kepala korban.
“AS memukul WF pada bagian kepala menggunakan tangan kosong yang bercincin,” ujar Zalukhu.
WF sempat berusaha melawan. Namun, situasi justru semakin buruk setelah RW ikut campur dan memukul bagian belakang kepala korban hingga hampir terjatuh.
“Kemudian WF mencoba melawan, lalu dipukul oleh RW pada bagian kepala belakang menggunakan tangan kosong hingga korban terjatuh,” lanjutnya.
Dalam kondisi terhuyung, WF sempat menarik baju AS. Keduanya kemudian terjatuh bersamaan ke selokan di depan rumah korban.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera datang dan melerai.
“Saat hendak jatuh, WF menarik baju AS sehingga mereka jatuh ke got. Setelah itu warga datang dan memisahkan,” jelas Zalukhu.
Polisi menduga pengeroyokan ini dipicu rasa cemburu. RW diketahui tidak terima karena istri sirinya menjalin hubungan dengan korban.
“Motifnya diduga karena kecemburuan. Istri siri RW sudah tidak mau lagi dengannya dan menjalin hubungan dengan korban,” ungkap Zalukhu.
Hubungan antara WF dan perempuan tersebut disebut baru berlangsung sekitar satu bulan terakhir.
Sementara itu, peran AS dalam kejadian ini diduga karena solidaritas pertemanan dengan RW.
“Karena merasa teman, jadi ikut sakit hati. Apakah ada motif lain, termasuk perasaan pribadi terhadap perempuan tersebut, masih kami dalami,” pungkasnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh peran masing-masing terduga pelaku dalam kasus pengeroyokan tersebut.
- Penulis: Sandi


