Cara Menggunakan Test Pack yang Benar dan Tepat Waktu
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Jum, 5 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Test pack atau tespek merupakan alat yang sering dipakai untuk mengetahui apakah seseorang hamil atau tidak. Selain kemudahan penggunaannya, alat ini juga mudah dijumpai di apotek maupun supermarket. Meskipun nampak sederhana, penting untuk memperhatikan waktu dan cara pemakaian tespek agar hasilnya dapat diandalkan.
Jadi, kapan sebaiknya kita melakukan tes pack dan bagaimana cara yang tepat untuk menggunakannya? Mari kita lihat penjelasan lebih lanjut di bawah ini.
Apa itu Tespek (Test Pack)?
Test pack atau tespek adalah perangkat untuk mendeteksi kehamilan yang kini sering digunakan secara mandiri. Cara kerja dari test pack ini adalah dengan mendeteksi hormon hCG (human chorionic gonadotropin) yang ada dalam urine.
Hormon hCG adalah hormon yang muncul saat kehamilan, dihasilkan oleh sel-sel plasenta setelah sel telur dibuahi dan berada di dinding rahim. Saat hamil, kadar hormon hCG bisa mencapai 20 mIU/hCG pada 7 hingga 10 hari setelah ovulasi dan akan meningkat 2 hingga 3 kali lipat setiap dua atau tiga hari selama masa kehamilan.
Jenis Test Pack
Terdapat berbagai macam jenis test pack dan setiap produk memiliki petunjuk penggunaan yang berbeda. Berikut adalah tiga jenis test pack yang biasa dipakai:
1. Test Pack Strip
Ini adalah alat uji kehamilan berbentuk strip plastik yang digunakan dengan cara mencelupkan strip ke dalam urine.
2. Pregnancy Cassette Test
Ini adalah alat uji kehamilan yang berbentuk stik, digunakan dengan cara meneteskan urine ke area tetesan yang tersedia pada alat tersebut.
3. Test Pack Digital
Alat uji kehamilan ini berfungsi sama dengan jenis strip, namun lebih modern karena dilengkapi layar digital yang menampilkan hasil tes dalam bentuk keterangan “hamil” atau “tidak hamil”.
Cara Menggunakan Test Pack
Penggunaan tespek yang salah dapat mempengaruhi keakuratan hasilnya. Oleh karena itu, sebelum menggunakan, pastikan untuk memeriksa tanggal kadaluwarsanya serta petunjuk pemakaian yang ada di kemasan. Setiap jenis alat mungkin memiliki cara penggunaan yang berbeda.
Langkah pertama, ambil sampel urine dalam wadah. Ingat bahwa sampel urine yang ideal adalah dari pancaran urine tengah (midstream urine). Jadi, buang sebagian urine yang keluar pertama, kemudian tampung urine tengah, dan buang lagi urine yang keluar terakhir.
Secara umum, alat uji kehamilan digunakan dengan cara dicelupkan ke dalam urine selama 5 hingga 10 detik. Hasil dari tespek biasanya akan terlihat dalam beberapa menit, tergantung pada merek alat yang digunakan.
Waktu yang Tepat untuk Test Pack
Setelah merasakan beberapa gejala kehamilan seperti telat datang bulan, kram, mual (morning sickness), dan perubahan pada payudara, segera lakukan pemeriksaan dengan alat tes kehamilan.
Metode menggunakan tespek ini sebaiknya tidak dilakukan beberapa hari setelah berhubungan intim, karena hasilnya cenderung negatif. Ini bisa disebabkan oleh belum terbentuknya hormon hCG atau kadarnya yang masih terlalu rendah.
Sebaiknya lakukan tes kehamilan setidaknya pada hari pertama terlambat menstruasi atau sekitar dua minggu setelah berhubungan intim. Untuk mendapatkan hasil yang lebih tepat, lakukan tes setelah terlambat menstruasi selama 1 hingga 2 minggu.
Kemudian, sebaiknya lakukan pengujian ini di pagi hari setelah Anda bangun tidur. Ini karena urine pertama di pagi hari masih dalam kondisi pekat, sehingga hasil tes bisa jadi lebih tepat. Di sisi lain, jika tes dilakukan di siang hari, hasilnya dapat terpengaruh karena urine biasanya lebih encer, sehingga hormon hCG sulit untuk terdeteksi.
Cara Membaca Hasil Test Pack
Jika hasil menunjukkan kehamilan positif, alat tes akan memperlihatkan dua garis (untuk jenis strip) atau mengindikasikan “hamil” (untuk jenis digital). Sebaliknya, jika hanya satu garis yang muncul atau tertulis “tidak hamil”, itu berarti tes menunjukkan hasil negatif atau Anda belum hamil.
Lalu, bagaimana jika hasil menunjukkan dua garis tetapi salah satunya tidak jelas? Hal ini mungkin menyiratkan adanya kehamilan, namun kadar hormon hCG mungkin belum cukup tinggi. Kejadian ini dapat terjadi jika alat tes digunakan terlalu awal atau jika urine tidak dalam keadaan optimal.
Meskipun alat uji kehamilan ini umumnya akurat, ada kemungkinan hasil yang salah. Test pack dapat memberikan hasil positif padahal tidak hamil (positif palsu) atau menghasilkan hasil negatif walaupun Anda sedang hamil (negatif palsu).
Hasil positif palsu dapat terjadi pada wanita yang menjalani pengobatan kesuburan atau pada mereka yang mengalami keguguran di tahap awal kehamilan. Di sisi lain, hasil negatif palsu biasanya disebabkan oleh pengujian yang dilakukan terlalu dini, sehingga hormon hCG belum terdeteksi.
Faktor yang Memengaruhi Tingkat Akurasi Test Pack
Tingkat akurasi dari alat uji kehamilan ini dikatakan mencapai 99%. Namun, sebaiknya tetap lakukan pemeriksaan ke dokter setelah mendapatkan hasil positif untuk memastikan kehamilan. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi akurasi tes ini meliputi:
- Ketaatan dalam mengikuti petunjuk penggunaan alat.
- Sensitivitas dari alat uji.
- Kecepatan proses implan.
- Waktu pengujian dengan alat uji kehamilan.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni


