Bupati Bogor Pastikan Proyek Pembangunan Tetap Berjalan, Meski Terdampak Penutupan Tambang
- account_circle Sandi
- calendar_month Sel, 4 Nov 2025
- comment 0 komentar

Bupati Bogor Pastikan Proyek Pembangunan Tetap Berjalan, Meski Terdampak Penutupan Tambang . Foto :bogorplus.id
bogorplus.id- Penutupan sementara aktivitas tambang di wilayah Parungpanjang, rumpin, dan Cigudeg oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai berdampak terhadap sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Bogor.
Kekurangan pasokan material membuat progres beberapa proyek strategis, termasuk pembangunan Masjid Raya Pakansari, terhambat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengakui bahwa kondisi ini mempengaruhi ritme pekerjaan di lapangan.
Selama ini, penyedia jasa konstruksi banyak bergantung pada pasokan batu dan pasir dari dua wilayah tambang tersebut.
“Penyedia jasa menyampaikan ada kendala suplai material. Biasanya mereka ambil dari Rumpin atau Parungpanjang, tapi sekarang harus dari wilayah yang lebih jauh,” ujarnya, Selasa (4/11).
Menurutnya, jarak distribusi yang lebih jauh menyebabkan biaya pengiriman meningkat dan waktu pekerjaan menjadi lebih lama.
Meski demikian, Pemkab Bogor tetap meminta seluruh kontraktor untuk melanjutkan pekerjaan sesuai kontrak yang telah disepakati.
“Kerjakan dulu hingga batas waktu yang ditentukan. Kalau ada kendala administratif, laporkan dan lampirkan. Itu akan jadi bahan evaluasi Pemkab,” tegasnya.
Ia menegaskan, Pemkab Bogor tidak bisa serta-merta mengubah kontrak di tengah jalan. Segala bentuk penyesuaian, termasuk evaluasi terhadap biaya tambahan atau keterlambatan, baru akan dilakukan setelah masa kontrak berakhir.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Bagian Hukum Pemkab. Setiap langkah yang diambil harus sesuai dengan ketentuan perundangan. Selesaikan dulu kontraknya, nanti baru dievaluasi,” jelasnya.
Selain proyek Masjid Raya Pakansari, Rudy menyebut beberapa proyek lain juga terdampak akibat kelangkaan material. Namun, pemerintah daerah tetap optimistis pembangunan bisa diselesaikan sesuai target.
“Masjid Pakansari tetap kami dorong selesai akhir tahun ini. Ada kendala suplai material, tapi ini bagian dari risiko pekerjaan. Nanti akan kami evaluasi jelang akhir pengerjaan,” ujarnya.
Sementara itu, Pemprov Jawa Barat tengah mengkaji arah kebijakan penambangan di Rumpin dan Parungpanjang.
Rudy menuturkan, Gubernur Jawa Barat disebut telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah titik tambang untuk mendukung suplai material bagi proyek strategis nasional dan daerah.
Ia menyebut salah satu tambang yang kembali dibuka berada di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, namun detailnya masih menunggu konfirmasi dari Pemprov Jabar.
“Pak Gubernur menyampaikan, paling tidak tujuh hari ke depan sudah ada hasil kajian. Kami menunggu keputusan tersebut,”ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi memaparkan solusi terkait beberapa proyek nasional dan daerah terhambat akibat penutupan sementara tambang tersebut.
“Sudah ada MOU di Depok, sudah ada rumusannya dan sekarang proyek nasional sudah berjalan lagi,”katanya.
Dedi menyampaikan, ada beberapa tambang yang sudah dibuka oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat
“Ya kalau mengeluh kan pasti ada, tapi kan ada wilayah yang buka, bukan hanya disitu, kan kita kalau hanya denger keluhan satu orang tanpa mempertimbangkan keluhan ribuan orang kan ga adil jadi pemimpin,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi


