BKKBN Uji Coba Program Dashat Atasi Stunting di Kota Bogor hingga Maret 2026
- account_circle Putri
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar

Foto: Sekar Andini
bogorplus.id – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) sedang melakukan percobaan untuk program Dapur Anak Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kota Bogor selama dua bulan sampai Maret 2026. Ini adalah percobaan pertama hanya dilaksanakan di Kota Bogor untuk saat ini.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, menyatakan bahwa percobaan program Dashat bertujuan untuk memastikan kebutuhan gizi bagi sekelompok rentan, guna mencegah terjadinya stunting pada anak, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tidak mengikuti PAUD.
Wihaji menjelaskan bahwa percobaan program Dashat ini berbeda dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam pelaksanaannya, pengolahan makanan dilakukan oleh para ibu atau masyarakat setempat yang berpartipisasi dalam program Dashat, dengan dukungan ahli gizi dari Puskesmas, bukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Tentu ini di luar MBG dan dikelola oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Dashat. Karena itu kami uji coba bikin Dashat untuk memastikan menu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD berbeda dengan MBG, karena kebutuhan asupan gizinya juga berbeda, menunya juga beda biar tidak sama dengan menu untuk anak-anak sekolah,” ujar Wihaji saat mengunjungi Kota Bogor, Rabu (28/1/2026).
Ia menambahkan bahwa percobaan ini juga bertujuan untuk memastikan ketepatan dalam distribusi makanan kepada yang berhak. Semua tahap, dari memasak hingga pengiriman, akan diawasi dengan seksama agar makanan tersebut benar-benar diterima oleh yang menjadi target program.
“Pada uji coba ini kami pastikan betul ketepatan penerimanya. Jangan sampai setelah dibagikan justru dimakan oleh yang bukan penerima manfaat,” katanya.
Wihaji juga mengungkapkan bahwa Kota Bogor dipilih sebagai lokasi percobaan karena dianggap mudah diakses dari Jakarta serta mendapat dukungan besar dari pemerintah daerah, yang akan memudahan mereka untuk melakukan pemantauan langsung selama program berlangsung.
“Kebetulan Kota Bogor dekat dengan Jakarta dan pemerintah daerahnya sangat mendukung, sehingga kami bisa memastikan uji coba program ini berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.
Ke depan, hasil dari percobaan di Kota Bogor akan digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum program yang serupa diterapkan di daerah lainnya, terutama kawasan yang tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dalam percobaan di Kota Bogor ini, program Dashat menyasar sekitar 100 orang penerima manfaat setiap harinya dan dilaksanakan di satu lokasi piot, yaitu Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal.
“Wilayah lain belum. Dari sini nanti akan kami evaluasi sebelum diterapkan di wilayah dengan akses yang lebih terbatas. Dan ini nanti lagi kami diskusikan juga, saya bersama Prof. Dadan (Kepala BGN), barangkali ini bagian dari yang bisa dikerjasamakan sehingga ibu-ibu yang di desa terpencil, desa terluar, bisa ada aktivitas dan kerjasama untuk program ini,” tuturnya.
- Penulis: Putri








