BGN Pastikan MBG 2026 Tetap Jalan Mulai 8 Januari
- account_circle Sandi
- calendar_month Sen, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar

Ilustrasi MBG. Foto : Dok Instagram BGN
bogorplus.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan kembali bergulir serentak pada 8 Januari 2026.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak ada perubahan jadwal maupun skema utama, namun fokus pada penguatan persiapan agar penyaluran berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) di seluruh wilayah.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menyatakan, program akan berjalan normal dengan penekanan pada kesiapan teknis.
“Tidak ada arahan khusus, insyaallah akan berjalan seperti biasa,” ujarnya dilansir dari antaranews, Senin (5/1) malam.
Ia menambahkan, hingga kini jadwal MBG 2026 tetap sesuai rencana. “Belum ada perubahan, masih sesuai jadwal,”katanya.
Keyakinan BGN berangkat dari fondasi yang dibangun sepanjang 2025. Lembaga ini mencatat 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri hingga akhir tahun, melonjak tajam dari 190 SPPG pada tahap awal. Infrastruktur tersebut menjadi tulang punggung layanan MBG tahun depan.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana menegaskan, ekspansi SPPG dilakukan terukur untuk memastikan kualitas layanan.
“Tahun 2025 kami gunakan untuk membangun fondasi yang kuat. Dari 190 SPPG di awal tahun hingga 19.188 SPPG di akhir tahun, ini menunjukkan kerja masif dan terukur dalam menyiapkan layanan MBG,” ujarnya.
Dengan kesiapan itu, BGN menargetkan sekitar 55,1 juta penerima manfaat akan terlayani saat MBG berjalan kembali.
Program ini tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga tetap adaptif terhadap kondisi darurat.
Di wilayah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, penyaluran MBG dialihkan untuk memenuhi kebutuhan makan pengungsi.
Langkah adaptif tersebut, menurut BGN, tetap menggerakkan ekonomi lokal karena melibatkan rantai pasok masyarakat setempat.
Dengan kombinasi jadwal yang pasti, infrastruktur yang meluas, dan SOP yang diperketat, BGN optimistis MBG 2026 berjalan lancar dan berdampak luas bagi gizi dan ekonomi masyarakat.
- Penulis: Sandi


