Breaking News
light_mode
Trending Tags

Apakah Tiger Parenting Penting? Berikut Kelebihan dan Kekurangannya

  • account_circle Putri
  • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.idBicara soal tiger parenting, pola pengasuhan ini disebut-sebut melahirkan anak yang berdisiplin tinggi dan berprestasi. Namun, di balik ketenarannya, sebagian orang tidak setuju dengan pola pengasuhan itu lantaran dinilai memberikan dampak buruk bagi si buah hati.

Dilansir dari Very Well Family, tiger parenting adalah pola pengasuhan ketat dan otoritatif supaya anak yang dibesarkan sukses. Istilah tiger parenting mulai populer ketika penulis Amy Chua membagikan kisahnya dalam buku berjudul “Battle Hymn of the Tiger Mom”. Kendati demikian, tiger parenting sudah diterapkan sejak abad kelima ketika filsuf yang juga mahaguru asal Tiongkok, Konfusius, mencetuskannya.

Cara mendidik ala tiger parenting

Anak yang dibesarkan dengan cara tiger parenting mendapat dorongan untuk memenuhi harapan yang tinggi dari orangtua. Si buah hati juga tidak diberikan banyak kesempatan untuk berdiskusi dengan orangtuanya karena pola pengasuhan ini begitu ketat. Ketika orangtua menerapkan tiger parenting kepada anaknya, mereka akan melakukan beberapa hal sebagai berikut.

1. Pengasuhan terlalu ketat

Ketika orangtua menerapkan tiger parenting, mereka fokus pada kerja keras anak dan mengorbankan work life balance demi kesuksesan jangka panjang.

Ini artinya, anak yang dibesarkan dengan pola pengasuhan itu tidak diberikan banyak ruang untuk bersenang-senang, seperti pergi ke acara ulang tahun atau pesta bersama teman.

Orangtua yang membesarkan anaknya dengan tiger parenting juga melarang keras si buah hati mengonsumsi alkohol, narkoba, termasuk pacaran. Ketiga hal tersebut dipandang oleh mereka dapaat mengganggu anak untuk mencapai tujuannya.

2. Harapan tinggi

Tiger parenting membuat orangtua mentargetkan harapan yang terlalu tinggi untuk anaknya supaya berprestasi dan selalu menjadi yang terbaik.

Anak dibebani tanggung jawab untuk sukses dalam segala hal yang mereka lakukan dan dimarahi apabila gagal. Ketidakmampuan anak mencapai keberhasilan dipandang oleh orangtua akan mempermalukan nama keluarga.

Tak heran apabila anak yang dibebani harapan tinggi menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar, bimbingan belajar, dan kegiatan lainnya. Hal tersebut dilakukan anak supaya mereka berprestasi dan diterima di perguruan tinggi yang bergengsi.

3. Membuat anak takut

Orangtua yang menerapkan tiger parenting punya otoritas yang begitu kuat terhadap anaknya. Selama anak tumbuh menjadi dewasa, mereka sengaja mendidik si buah hati supaya menghormati mereka.

Anak tentunya tidak memiliki cukup ruang untuk berdiskusi apalagi menentang pendapat orangtua. Pasalnya, mereka takut dimarahi atau diberi hukuman apabila tidak setuju dengan orangtuanya.

Anak kemungkinan takut tidak diberi jatah makan, dipukul, atau dibentak oleh orangtuanya apabila berani melawan.

4. Keputusan di tangan orangtua

Ketika tiger parenting diterapkan, orangtua memiliki kendali penuh dan kehidupan atas anaknya. Anak yang dibesarkan menggunakan pola pengasuhan itu tidak diberikan kesempatan untuk membuat keputusan sendiri. Pada gilirannya, orangtualah yang berhak menentukan apa yang dilakukan anak.

Di samping itu, kebanyakan orangtua yang menerapkan tiger parenting tidak memiliki kesabaran atau memahami kepribadian, perasaan, dan pikiran anak. Mereka juga tidak mau tahu tentang cara pandang anak sebagai individu yang unik.

Pada intinya, mereka berpikiran apa yang diimpikan oleh orangtua seharusnya juga dipahami dan dijadikan acuan oleh anaknya.

5. Sukses berarti berprestasi

Tolok ukur kesuksesan setiap orang berbeda-beda, namun orangtua yang menggunakan tiger parenting fokus kepada prestasi. Orangtua seperti itu mendifinisikan kesuksesan berdasarkan status, kekuatan, dan kehormatan yang dapat diberikan anak kepada keluarga.

Misalnya, anak dituntut menjadi dokter, pengacara, mendapatkan IPK di atas 3,5 memiliki banyak uang, termasuk menjuarai kompetisi. Ketika anak dibesarkan dengan tiger parenting, kecerdasan emosional, kreativitas, cara berpikir kritis, dan soft skill lainnya tidak dipandang penting.

  • Penulis: Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Mengusulkan Revisi UU TNI, TNI Aktif Bisa Menjabat Lagi di Kementerian/Lembaga

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengusulkan untuk merevisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Terdapat dua substansi utama dalam usulan ini. Pertama, revisi UU TNI ini bertujuan agar prajurit TNI yang ditugaskan di kementerian dan lembaga lain harus menjalani pensiun dini. Menhan Sjafrie menekankan bahwa meski prajurit […]

  • Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Atap Rumah Warga di Megamendung Roboh dan Satu Orang Luka

    Hujan Lebat Disertai Angin Kencang, Atap Rumah Warga di Megamendung Roboh dan Satu Orang Luka

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Kejadian tersebut mengakibatkan atas rumah seorang warga ambruk. “Saat cuaca sedang hujan deras dan angin cukup kencang, pemilik rumah sedang membersihkan lantai yang basah dikarenakan atap rumah yang bocor,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M […]

  • Kebakaran Warung Soto di Tanah Sareal Bogor, Kerugian Capai Rp50 Juta

    Kebakaran Warung Soto di Tanah Sareal Bogor, Kerugian Capai Rp50 Juta

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Sebuah tempat makan soto yang terletak di Jalan Raya Taman Cimanggu No. 36, Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, terbakar pada Selasa (3/2/2026) pagi. Theo Patricino Freitas, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor, menjelaskan bahwa kebakaran ini diduga disebabkan oleh kebocoran gas saat proses memasak di dapur. Menurut […]

  • Titik Demo BEM SI 2 September 2025 Di Mana? Cek Lokasi Tuntutan Indonesia Cemas Jilid II

    Titik Demo BEM SI 2 September 2025 Di Mana? Cek Lokasi Tuntutan Indonesia Cemas Jilid II

    • calendar_month Sen, 1 Sep 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dijadwalkan agar kembali menggelar aksi demo, pada Selasa, 2 September 2025. Aksi yang bertajuk Indonesia C(emas) Jilid II ini direncanakan berlangsung di berbagai daerah di seluruh Indonesia, termasuk Jakarta. Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Muhammad Ikram, menegaskan aksi ini digelar sesuai hasil konsolidasi BEM seluruh […]

  • Pantau Arus Mudik Lewat Udara, Bupati Bogor Sebut Tiga Wilayah Kabupaten Bogor Aman 

    • calendar_month Kam, 27 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Bupati Bogor, Rudy Susmanto memantau arus mudik di wilayahnya lewat udara menggunakan Helikopter milik Lanud Atang Sendjaja, Kamis 27 Maret 2025. Rudy menjelaskan, dirinya bersama stakeholder lain, memantau arus mudik di tiga wilayah yakni Kabupaten Bogor bagian Barat, Timur dan Selatan. Politisi partai Gerindra itu mengaku bahwa ketiga wilayah di Kabupaten Bogor itu masih […]

  • Musisi yang Hengkang Usai Freeport Jadi Sponsor Pestapora 2025 Siapa? Ini Deretan Selengkapnya

    Musisi yang Hengkang Usai Freeport Jadi Sponsor Pestapora 2025 Siapa? Ini Deretan Selengkapnya

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Festival musik Pestapora 2025 tengah menjadi sorotan setelah pengumuman pemutusan kerja sama dengan PT Freeport Indonesia pada Sabtu, 6 September 2025. Informasi tersebut disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @pestapora. “Per hari ini, Sabtu tanggal 6 September 2025, Pestapora telah memutus kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pestapora memastikan untuk penyelenggaraan di hari […]

expand_less