Akses Jalur Alternatif Puncak Putus, Warga Swadaya Bangun Jembatan dari Bambu
- account_circle Sandi
- calendar_month Kam, 25 Des 2025
- comment 0 komentar

Akses jalur arternatif menuju kawasan puncak tepatnya di Desa Pasir Angin, Kabupaten Bogor terputus. Foto : bogorplus.id
bogorplus.id– Akses jalur arternatif menuju kawasan puncak tepatnya di Desa Pasir Angin, Kabupaten Bogor terputus.
Pantauan di lokasi, para pengendara roda dua yang akan melintas dari arah Katulampa menuju Pasir Angin harus melewati jembatan dari bambu.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi mengatakan, terputusnya akses alternatif ke kawasan puncak itu karena banjir.
Ia menambahkan, pemasangan box cover itu akan dimulai pada hari ini dengan estimasi pengerjaan selama satu minggu telah selesai.
“Pemasangannya hari ini harus dimulai kan udah ada boxnya, masang box mah tiga hari rapih-rapih ya seminggu lah,” kata Ujang saat dihubungi, pada Kamis (25/12).
Ujang menjelaskan, pemasangan box cover dipilih karena untuk mempercepat penormalan lalu lintas pada jalur alternatif kawasan puncak tersebut.
“Pake box cover kalau jembatan mah lama, kalau make jembatan pembangunan bisa sampe empat bulan. Orang kan mau tahun baruan. Alat berat dan box udah ada, lantai nya juga udah dipasang itu,”tuturnya.
Sementara itu, salah satu warga setempat Sutarman (73) mengatakan, hal itu terjadi karena banjir.
“Kena air kekikis jadi pondasinya itu jebol kekikis air banjir ini,”ujarnya.
Kata dia, jalur Pasirangin tersebut merupakan akses alternatif masyarakat maupun pengunjung yang ingin ke kawasan Puncak.
Ia menambahkan, masyarakat setempat berinisiatif untuk membangun jembatan darurat dengan bahan dari pohon bambu untuk membantu pengendara roda dua.
“Iya tiap hari sabtu minggu (ke puncak). Ini jembatan baru ini (dibikin) masyarakat, kalau mobil masih bisa ke sana ke Gunung Geulis bisa ke Gadog atau ke Megamendung,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi








