7 Jenis Kopi Khas Indonesia yang Terkenal di Dunia
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Sen, 15 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Kopi menjadi salah satu minuman yang telah terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan posisi keempat sebagai penghasil kopi terbesar di dunia, Nusantara memiliki beragam jenis biji kopi yang menggugah selera. Setiap cangkir kopi Nusantara menawarkan pengalaman yang berbeda. Dari ujung Sabang sampai Merauke, nikmati keberagaman kopi yang mampu menarik perhatian para pecinta kopi di seluruh dunia.
Jenis Kopi Terbaik Apa Saja?
Kopi adalah minuman yang menawarkan banyak pilihan dan setiap individu memiliki selera yang berbeda. Namun, ada beberapa jenis kopi yang diakui sebagai yang terbaik karena cita rasanya yang unik. Pertimbangan juga termasuk kualitas biji yang istimewa dan popularitasnya di seluruh dunia.
Berikut beberapa jenis kopi terbaik Indonesia yang harus Anda ketahui:
1. Kopi Arabika (Gayo Aceh)
Kopi Gayo berasal dari dataran tinggi Tanah Gayo di Aceh. Kopi ini biasanya mempunyai tingkat keasaman dan kepahitan yang rendah serta aftertaste yang lembut. Aromanya mengingatkan kita pada rempah-rempah dan rasanya sangat bervariasi, seperti kacang, rempah, karamel, cokelat hitam, dan lain-lain. Keistimewaan rasa ini membuat kopi Gayo banyak digunakan dalam kopi house blend.
2. Kopi Arabika (Toraja)
Ditanam di dataran tinggi Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, kopi ini dianggap sebagai karya seni kopi global. Hal ini dikarenakan keasamannya yang lebih rendah namun kaya rasa, termasuk nuansa rempah-rempah dan terkadang terasa seperti cokelat hitam. Banyak yang merasa bahwa rasanya lebih halus dibandingkan biji kopi dari Sumatera meski dianggap asam dan kurang kuat dibanding kopi dari Jawa.
3. Kopi Arabika (Mandheling Sumatera Utara)
Ditanam di pulau Sumatera, kopi Mandheling terkenal dengan rasa lembut namun pekat serta aroma herbalnya. Dengan tingkat keasaman yang cukup untuk memberikan kesegaran, kopi ini sering memperlihatkan cita rasa cokelat dan sedikit rasa manis licorice. Rasa yang ada pada kopi Mandheling berkembang dengan baik berkat tanah vulkanik yang subur dan iklim tropis meskipun tidak tumbuh di dataran tinggi.
4. Kopi Arabika (Wamena Papua)
Ditanam di dataran tinggi Lembah Baliem, Papua, kopi ini memiliki cita rasa yang sangat khas. Keunikan aroma cokelat dan floral dengan tingkat keasaman serta kepadatan yang sedang. Banyak yang berpendapat bahwa aroma floral yang khas ini berasal dari ketinggian tanah tempat tanam. Selain itu, proses budidayanya juga tidak menggunakan pestisida. Menarik sekali, bukan?
5. Kopi Arabika (Jawa)
Pulau Jawa merupakan salah satu daerah utama penghasil kopi di Indonesia. Di Jawa, terdapat berbagai jenis kopi yang terkenal, seperti kopi arabika jawa, kopi robusta java, dan kopi java preanger. Masing-masing memiliki rasa yang berbeda-beda. Rasa kuat dengan tingkat keasaman rendah menciptakan rasa manis alami. Kopi Jawa seringkali mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan kopi biasa serta memberikan pengalaman rasa yang lebih kaya di setiap cangkirnya.
6. Kopi Arabika dan Robusta (Kintamani Bali)
Bali terkenal akan keindahan alamnya. Selain itu, pulau ini juga memiliki kopi Kintamani yang sangat lezat. Kopi Bali Kintamani termasuk salah satu kopi terbaik dari Indonesia yang patut dicoba. Ditanam di tanah vulkanik dataran tinggi Bali, kopi Kintamani menyuguhkan rasa citrus segar tanpa meninggalkan rasa asam di mulut. Di samping itu, kepadatan kopi ini juga sedang, memberikan aroma yang kuat dan manis.
7. Kopi Arabika (Bajawa Flores)
Siapa yang tidak familiar dengan kopi Bajawa? Minuman yang tengah populer ini adalah jenis kopi arabika yang berasal dari Pulau Flores, NTT. Tak hanya keindahan pulau yang menarik perhatian, tetapi hasil bumi ini juga mulai menarik minat para penggemar kopi. Mengapa demikian? Kopi Bajawa menawarkan aroma yang unik, yaitu kombinasi dari bunga, kacang, dan karamel.
Rasa manisnya yang khas berpadu dengan keasaman yang seimbang, menciptakan sensasi seperti karamel dengan aftertaste mirip cokelat hitam. Sedikit nuansa rasa tembakau membuat kopi ini lebih menarik untuk dicoba. Ini adalah salah satu alasan mengapa kopi Bajawa sangat terkenal dan tidak banyak kopi Indonesia yang memiliki kombinasi rasa seperti ini.
Apa Bedanya Kopi Robusta dan Kopi Arabika?
Kopi robusta dan arabika adalah dua jenis kopi utama yang paling banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di seluruh dunia. Namun, ada beberapa jenis kopi lain selain robusta dan arabika yang juga memiliki ciri khas dan daya tarik masing-masing. Mulai dari kopi liberika, kopi excelsa, hingga kopi stenophylla.
Namun demikian, kedua jenis kopi ini memiliki perbedaan dalam berbagai aspek. Berikut adalah perbedaannya:
1. Asal Usul dan Daerah Pertumbuhan
Kopi robusta berasal dari hutan hujan di Afrika Barat, khususnya dari kawasan Kongo dan Uganda. Saat ini, kopi jenis ini banyak dibudidayakan di negara-negara seperti Vietnam, Brasil, Indonesia, dan beberapa negara di Afrika.
Kopi arabika, di sisi lain, berasal dari pegunungan Ethiopia dan sekitarnya. Kini, kopi ini banyak ditanam di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk di Amerika Selatan, Tengah, Timur, dan Asia.
2. Ciri-ciri Tanaman
Tanaman kopi robusta cenderung lebih tahan terhadap hama dan kondisi cuaca yang ekstrim, seperti panas dan kelembapan.
Sementara itu, tanaman kopi arabika lebih rentan terhadap kondisi ekstrem dan berbagai penyakit, sehingga memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang lebih cermat.
3. Bentuk Biji Kopi
Biji kopi robusta biasanya lebih kecil dan bulat dibandingkan biji kopi arabika yang lebih besar dan pipih.
4. Kandungan Kafein
Secara umum, biji kopi robusta mengandung sekitar 2,2-2,7% kafein, sementara kopi arabika hanya memiliki kandungan kafein sekitar 1,2-1,5%.
5. Rasa dan Aroma
Kopi robusta biasanya memiliki rasa yang pahit, kuat, dan earthy, dengan nuansa kacang, rempah, dan cokelat.
Sementara itu, kopi arabika umumnya memiliki rasa yang lebih lembut, halus, dan kompleks, dengan sentuhan manis yang lebih fruity dan aroma bunga yang khas.
6. Penggunaan
Kopi robusta sering digunakan sebagai campuran dalam pembuatan kopi instan, kopi espresso, dan berbagai minuman kopi yang ditambahkan susu atau creamer.
Sementara kopi arabika biasanya digunakan untuk kopi berkualitas tinggi, seperti single-origin specialty coffee, kopi pour-over, dan jenis kopi lain yang ingin menonjolkan rasa yang unik.
Menariknya, sebagian besar minuman kopi yang Anda temui di kedai kopi dan kafe adalah kopi arabika. Beberapa merek mungkin mencampurkan kopi arabika dan robusta dalam espresso, tetapi mayoritas merupakan kopi arabika. Jadi, semua minuman kopi nikmat yang ada di kafe lokal, termasuk white coffee, pasti berasal dari kopi arabika.
Jenis Jenis Kopi Apa Saja?
Ada banyak variasi kopi di seluruh dunia, yang tergantung pada jenis biji kopi yang digunakan, cara pengolahan, dan metode penyajiannya.
Berikut adalah berbagai jenis kopi terkenal yang bisa Anda temui:
1. Espresso
Espresso merupakan elemen utama dari banyak minuman kopi. Jika dibandingkan dengan tipe kopi lainnya, espresso memiliki kekentalan dan kepadatan yang jauh lebih tinggi. Ini disebabkan oleh perbandingan ampas dan air yang lebih sedikit. Proses penggilingan yang lebih halus serta metode penyeduhan dengan tekanan rendah juga berperan. Kopi biasa umumnya menggunakan penggilingan yang lebih kasar, lebih banyak air, dan lebih banyak tekanan untuk memperoleh seduhan akhir. Akibatnya, kopi ini menghasilkan rasa yang sangat kuat dengan lapisan busa tipis berwarna karamel yang dikenal sebagai crema.
2. Cappuccino
Minuman ini terdiri dari ⅓ espresso, ⅓ susu panas, dan ⅓ foam susu, menjadikannya sebagai kopi dengan aroma dan rasa yang harmonis.
3. Latte
Latte adalah minuman kopi yang lembut, yang dibuat dari campuran espresso dan susu steam yang ditambahkan sedikit foam susu di atasnya.
4. Americano
Minuman ini mirip dengan kopi hitam, namun sebenarnya terdiri dari espresso yang dicampur dengan air panas. Ada juga versi es dengan perbandingan 1:3 hingga 1:4.
5. Mocha
Kopi mocha merupakan kombinasi dari espresso, susu steam, dan coklat. Minuman ini memiliki rasa manis dengan perpaduan cita rasa kopi dan coklat yang sangat lezat.
6. Macchiato
Macchiato yakni minuman kopi yang mengombinasikan espresso dengan sedikit foam susu di atasnya. Penambahan sedikit susu memberi sedikit rasa manis, tetapi tidak cukup untuk mengurangi kekuatan rasa espresso. Oleh karena itu, beberapa orang mungkin merasa bahwa macchiato terasa agak pahit.
7. Flat White
Flat white adalah minuman kopi yang dibuat dari dua shot espresso yang dicampurkan dengan susu steam halus tanpa foam. Kadar kafeinnya bisa dua kali lipat lebih tinggi daripada latte karena menggunakan dua kali pemrosesan.
8. Kopi Tubruk
Kopi ini adalah metode penyeduhan terpopuler di Indonesia. Untuk membuatnya, sebaiknya gunakan 3 sendok teh kopi bubuk untuk setiap gelas, seduh dengan air mendidih, kemudian tambahkan 3 sendok teh gula. Metode meminumnya pun unik; bubuk kopi dibiarkan mengendap di dasar gelas sebelum bisa dinikmati.
9. Kopi Siphon
Kopi siphon adalah minuman yang diseduh dengan alat khusus yang dikenal sebagai vacpot atau siphon bar. Metode ini menggunakan vakum dan tekanan uap untuk menyeduh kopi. Hasilnya adalah kopi yang halus, kental, dan kaya rasa.
10. Kopi Cold Brew
Metode ini melibatkan merendam bubuk kopi dalam air dingin selama beberapa jam. Hasil akhirnya adalah minuman kopi yang halus dan memiliki tingkat keasaman yang rendah.
Apa yang Membedakan V60 dan Vietnam Drip?
V60 dan Vietnam Drip adalah dua cara penyeduhan kopi yang berbeda. Keduanya memiliki popularitas tersendiri di kalangan pecinta kopi. Berikut adalah perbedaan utama antara V60 dan Vietnam Drip:
1. Asal dan Jenis Dripper
V60 berasal dari Jepang dan diciptakan oleh perusahaan kopi terkenal, Hario. V60 menggunakan dripper khusus yang berbentuk V dengan alur spiral di bagian dalamnya.
Sementara itu, Vietnam Drip dikenal sebagai “phin”. Ini adalah versi kopi dari drip brewer tetapi menggunakan dripper yang lebih sederhana yang terbuat dari aluminium.
2. Metode Penyeduhan
Dalam teknik V60, bubuk kopi diletakkan dalam dripper V, lalu air panas secara perlahan dituangkan ke atas bubuk kopi tersebut.
Metode Vietnam Drip menggunakan dripper yang memiliki dasar berlubang, di mana bubuk kopi diletakkan dan air panas dituangkan di atasnya.
3. Hasil Kopi
Kopi yang diolah dengan teknik V60 biasanya memiliki karakter yang lebih ringan dan rasa yang lebih halus. Sementara itu, kopi yang dihasilkan melalui metode Vietnam Drip lebih kuat, kental, dan aromanya lebih mencolok.
Manfaat Kopi Untuk Kesehatan
Kopi, jika dikonsumsi secara bijaksana dan dalam jumlah yang tepat, bisa menawarkan manfaat untuk kesehatan. Dalam sebuah artikel dari Harvard tentang kesehatan, Frank Hu, yang memimpin Departemen Nutrisi di T. H. Chan School of Public Health, Harvard, menjelaskan bahwa konsumsi kopi sebaiknya dilakukan dalam batas yang wajar, yaitu sekitar 2-5 cangkir setiap hari.
Ini bisa mengurangi risiko beberapa penyakit, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker hati dan endometrium, Parkinson, serta depresi. Ada juga indikasi bahwa peminum kopi mungkin dapat menurunkan kemungkinan mengalami kematian dini.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni








