Breaking News
light_mode
Trending Tags

Matcha vs Green Tea: Mana yang Lebih Menyehatkan?

  • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
  • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Salah satu jenis minuman yang semakin populer baru-baru ini adalah teh hijau. Meskipun telah digunakan selama ratusan tahun, kini green tea menjadi pilihan favorit bagi berbagai kalangan, terutama untuk tujuan diet atau kesehatan.

Salah satu variasi teh hijau yang sering dibicarakan akhir-akhir ini adalah matcha. Mungkin selama ini kamu berpikir bahwa matcha hanyalah sebutan lain untuk teh hijau. Namun, sebenarnya terdapat perbedaan antara keduanya dari segi bentuk, cara pengolahan, serta manfaat yang ditawarkan. Simak penjelasan berikut untuk memahami perbedaan antara matcha dan green tea!

Apa yang Membedakan Matcha dan Green Tea?

Matcha dan teh hijau berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Tanaman ini juga menghasilkan berbagai jenis teh lainnya, termasuk teh hitam dan teh oolong.

Matcha adalah salah satu variasi teh hijau yang melalui proses pertumbuhan dan pengolahan yang khusus. Perbedaan utama antara matcha dan green tea terletak pada cara produksinya serta hasil akhir yang diperoleh.

1. Proses Pengolahan

Dalam pembuatan teh hijau, produsen akan memetik daun teh dan segera memanaskannya melalui pengukusan, pemanggangan, atau penjemuran. Proses ini bertujuan untuk mencegah oksidasi daun agar tidak berubah warna menjadi cokelat. Setelah kering, teh hijau siap untuk dinikmati.

Sedangkan, pengolahan matcha biasanya lebih teliti. Tanaman teh yang digunakan untuk matcha biasanya ditanam di tempat yang tidak terlalu banyak terkena sinar matahari menjelang panen. Hal ini dilakukan untuk mengontrol faktor-faktor dalam produksi agar rasa dan karakteristik matcha sesuai dengan yang diharapkan.

Proses pengeringan matcha juga harus dilakukan dengan cepat setelah panen untuk menghindari oksidasi. Setelah daun kering, produsen akan menggiling daun tanpa batang dan serat, sehingga menjadi bubuk. Warna produk ini biasanya hijau cerah, bukan hijau gelap.

2. Cita Rasa

Dalam hal rasa, ada perbedaan antara matcha dan green tea. Teh hijau memiliki cita rasa yang agak sepat tetapi lembut dan segar. Sementara itu, matcha memiliki rasa yang cenderung pahit dan manis serta lebih kuat atau earthy. Seringkali, orang menggambarkan matcha sebagai bentuk teh hijau yang lebih terkonsentrasi.

3. Bentuk Akhir

Sebagai pilihan sehat, umumnya kamu akan menikmati teh hijau dalam bentuk daun kering atau kantong teh. Dengan mencampurkan teh hijau ke dalam air panas, kamu dapat langsung menikmatinya sebagai minuman hangat. Beberapa orang biasanya menambahkan gula, lemon, atau madu untuk meningkatkan rasa.

Sementara itu, matcha biasanya tersedia dalam bentuk bubuk yang kemudian dicampurkan dengan bahan lain. Pertama-tama, air panas ditambahkan ke dalam matcha untuk membuat teh.

Kadang-kadang, menggunakan alat pengocok dari bambu dapat membantu mengurangi gumpalan pada bubuk matcha dan menjadikan rasa minumannya lebih merata. Setelah itu, matcha dapat dimodifikasi dengan menambahkan susu untuk menciptakan matcha latte.

Mana yang Lebih Menyehatkan?

Baik matcha maupun green tea memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan. Beberapa manfaat yang dimiliki kedua jenis teh ini juga cukup serupa, antara lain:

  • Menjadi sumber antioksidan.
  • Meningkatkan kemampuan kognitif dan daya ingat.
  • Mendorong metabolisme yang lebih baik.
  • Mencegah kerusakan sel kulit akibat paparan sinar matahari (photoaging).

Namun, karena matcha berasal dari penggilingan daun teh secara utuh, kamu akan mendapatkan konsentrasi teh yang lebih tinggi, sehingga memberikan manfaat kesehatan yang lebih optimal.

Inilah perbedaan antara matcha dan teh hijau yang harus kamu pahami. Selain sebagai pendukung untuk makanan dan minuman yang sehat demi kesehatan tubuh, kamu juga dapat mengambil vitamin dan suplemen untuk kebutuhan harianmu.

  • Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lestarikan Budaya Sunda, Pemkab Bogor Bangun Replika Pendopo Kawedanaan Jasingan

    • calendar_month Rab, 23 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya Sunda melalui pembangunan replika Pendopo Kawedanaan Jasinga. Bupati Bogor Rudy Susmanto meninjau langsung progres pembangunan pendopo yang diinisiasi sebagai pusat budaya Jasinga, Rabu (23/4). “Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi dan menyaksikan langsung pembangunan replika pendopo yang telah dinanti masyarakat Jasinga,”ujarnya. Menurut Rudy, Ini bukan […]

  • Pemkab Bogor Dorong PWRI Terus Berperan Aktif Bangun Daerah

    Pemkab Bogor Dorong PWRI Terus Berperan Aktif Bangun Daerah

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengajak para purna bhakti Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah melalui penguatan nilai spiritual, kebersamaan, dan keteladanan di tengah masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Bogor, Ade Jaya, saat mewakili Pemkab Bogor dalam kegiatan […]

  • Kanker Serviks Dapat Dicegah dan Disembuhkan, Apa Saja Caranya

    Kanker Serviks Dapat Dicegah dan Disembuhkan, Apa Saja Caranya

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus. id – Kanker serviks adalah salah satu penyebab kematian utama di kalangan wanita Indonesia. Bahkan, Indonesia berada di posisi teratas untuk jumlah kasus kanker serviks di Asia Tenggara. Menurut data dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan 2015, laporan Globocan 2012 menunjukkan, setiap hari ada 26 perempuan di Indonesia yang meninggal dunia akibat kanker […]

  • Penglihatan Rabun, Wanita Paruh Baya di Bogor Tewas dalam Sumur

    Penglihatan Rabun, Wanita Paruh Baya di Bogor Tewas dalam Sumur

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Seorang wanita paruh baya, Een Suharni (53) ditemukan meninggal dunia dalam sumur di Kampung Tegal, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Petugas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor berhasil mengevakusai wanita kelahiran Sukabumi tersebut. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menjelaskan pihaknya menerima laporan pada Kamis (16/10) sekitar pukul 08.00 […]

  • Sambut Idul Fitri 1446 H, Ketua DPRD Sastra Ucapkan Mohon Maaf Lahir dan Batin

    • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Dalam semangat menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah yang jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh umat Islam yang merayakan. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai waktu mempererat silaturahmi dan memperkuat persaudaraan. “Selamat Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah. Mohon maaf lahir dan […]

  • Mengenal Malam Satu Suro: Sejarah dan Perayaannya

    Mengenal Malam Satu Suro: Sejarah dan Perayaannya

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Malam satu suro merupakan tradisi dari Jawa yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Maharram. Malam satu suro menandakan awal bulan pertama dalam kalender Jawa. Masyarakat Jawa merayakan malam satu Suro dengan beragam acara. Menurut Kemendikbud RI, Satu Suro merupakan awal bulan pertama Tahun Baru Jawa di bulan Suro. Kementerian Agama RI, Bulan […]

expand_less