Mengapa Oli Mesin Harus Diganti Rutin? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Kam, 4 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Pentingnya melakukan penggantian oli mesin secara berkala adalah aspek yang seharusnya tidak diabaikan oleh para pemilik kendaraan. Pelumas memiliki peran yang sangat penting dalam merawat kinerja dan usia mesin.
Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai kapan waktu yang ideal untuk mengganti pelumas serta beberapa saran penting seputar proses penggantian pelumas agar kendaraan Sahabat tetap dalam kondisi prima.
Mengapa Harus Mengganti Oli Mesin?
Pelumas mesin berfungsi sebagai pelumas utama dalam kendaraan. Tugasnya bukan hanya mengurangi gesekan antar komponen mesin, tetapi juga membantu mendinginkan mesin, mencegah terjadinya karat, membersihkan kotoran, serta melindungi mesin dari aus.
Seiring berjalannya waktu, kualitas oli dapat menurun akibat panas dan penggunaan yang terus-menerus. Oleh karena itu, penting untuk mengganti oli secara teratur.
Kapan Sebaiknya Mengganti Oli?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah seberapa sering harus mengganti oli mesin. Jawabannya bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti jenis oli yang digunakan, tipe kendaraan, cara mengemudikan, dan kondisi lingkungan di sekitar kendaraan.
Secara umum, penggantian oli dilakukan setiap 5. 000 hingga 7. 500 kilometer atau setiap 3 hingga 6 bulan, tergantung mana yang lebih dulu tercapai.
Namun, sangat dianjurkan untuk mengecek buku manual kendaraan Sahabat. Biasanya, produsen kendaraan memberikan petunjuk yang tepat mengenai jadwal penggantian oli yang sesuai dengan model tertentu. Mengikuti saran dari pabrikan adalah langkah awal yang baik dalam merawat mesin kendaraan.
Tanda-tanda Perlu Mengganti Oli
Selain mengikuti jadwal penggantian oli yang dianjurkan, terdapat beberapa tanda yang bisa menjadi indikator kapan waktu untuk mengganti oli. Beberapa indikator ini meliputi:
Warna Oli yang Suram
Oli yang baru biasanya memiliki warna kuning kecoklatan yang bersih. Jika Sahabat memeriksa dipstick oli dan mendapati warna yang sangat gelap atau keruh, ini menunjukkan bahwa oli telah kotor dan perlu diganti.
Bau yang Tidak Biasa
Jika Sahabat mencium aroma aneh saat mesin menyala, ini mungkin menandakan bahwa oli telah terlalu kotor dan perlu untuk diganti. Bau yang tidak biasa dapat menandakan adanya pembakaran atau kontaminasi dalam sistem pelumasan.
Suara Mesin yang Berisik
Oli yang kotor tidak dapat memberikan pelumasan yang efektif, sehingga dapat menyebabkan komponen mesin saling bergesekan dengan kasar. Hal ini bisa menyebabkan suara mesin lebih keras dari biasanya.
Konsumsi Oli yang Meningkat
Jika Sahabat terus menerus harus menambah oli lebih sering dari biasanya dalam waktu singkat, ini bisa jadi merupakan tanda bahwa oli kehilangan kemampuannya dalam menjaga pelumasan yang baik.
Kinerja Mesin Menurun
Jika kendaraan motor Sahabat terasa kurang responsif atau akselerasinya tidak sebaik dahulu, oli yang kotor bisa menjadi salah satu penyebabnya. Oli yang berkualitas sangat penting untuk menjaga kinerja mesin tetap optimal.
Oli yang sudah digunakan lebih lama akan kehilangan kemampuannya dalam melumasi dan bisa mengakibatkan masalah yang merugikan.
Berikut adalah beberapa konsekuensi yang dapat muncul jika terlambat mengganti oli mesin
Peningkatan Gesekan yang Berlebihan
Oli berfungsi untuk melumasi komponen dalam mesin sehingga gesekan antar komponen tersebut dapat berkurang. Jika oli menjadi kotor dan menurun kualitasnya, pelumasan yang baik tidak dapat terjadi.
Ini mengakibatkan mesin mengalami gesekan berlebihan, yang dapat menyebabkan keausan lebih cepat pada bagian-bagian mesin seperti piston, camshaft, dan bearing.
Penyumbatan
Seiring berjalannya waktu, oli akan menyimpan kotoran, endapan, dan partikel-partikel kecil. Jika oli tidak diganti secara teratur, kotoran ini bisa menumpuk di berbagai bagian mesin.
Hal ini dapat mengakibatkan penyumbatan pada jalur pelumasan yang penting, yang selanjutnya mengganggu sirkulasi oli dan dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin.
Peningkatan Suhu Mesin
Oli juga berperan dalam mengatur suhu mesin. Oli yang sudah tidak baik lagi tidak dapat mengendalikan suhu mesin dengan efisien. Ini dapat menyebabkan suhu mesin meningkat, yang dapat berakibat pada overheating. Overheating dapat merusak bagian-bagian mesin dan bahkan bisa membuat mesin mati.
Kerusakan Lebih Parah dan Biaya Perbaikan Tinggi
Jika Anda terus menerus mengabaikan penggantian oli, efek yang sudah disebutkan sebelumnya bisa mengakibatkan kerusakan yang lebih parah pada mesin. Biaya perbaikan mesin yang rusak akibat masalah oli bisa sangat tinggi, terutama jika perlu mengganti bagian yang rusak.
Umur Mesin Lebih Pendek
Kualitas oli dan rutin menggantinya adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi umur mesin. Jika selalu terlambat dalam mengganti oli, mesin motor akan berada dalam risiko lebih tinggi untuk mengalami keausan yang lebih cepat serta kerusakan yang parah. Hal ini dapat mengurangi masa pakai mesin secara keseluruhan.
Tips untuk Penggantian Oli yang Optimal
Kini setelah kita membahas waktu yang tepat untuk mengganti oli, berikut adalah beberapa saran penting untuk memastikan penggantian oli dilakukan dengan baik:
Gunakan Pelumas Berkualitas
Pilihlah pelumas mesin yang sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh produsen kendaraan. Hindari mengorbankan kualitas demi harga yang lebih murah, karena oli yang buruk dapat merusak mesin.
Ganti Filter
Saat melakukan penggantian pelumas, pastikan juga untuk mengganti filter. Filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran dan partikel kecil yang dapat merugikan mesin jika tidak dihilangkan.
Periksa Tanggal Kadaluarsa Oli
Pelumas mesin juga memiliki batas waktu pemakaian, terlepas dari seberapa banyak Anda telah menggunakannya. Periksa tanggal kedaluwarsa pada kemasan pelumas sebelum menggunakannya.
Pahami Lingkungan Penggunaan
Jika Anda sering berkendara dalam kondisi yang sulit, seperti kemacetan parah atau perjalanan jauh, Anda mungkin perlu mengganti oli lebih sering dibandingkan rekomendasi.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni








