Dampak Negatif Ikan Lele bagi Kesehatan yang Perlu Diwaspadai
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Sel, 2 Sep 2025
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Pecel lele juga merupakan salah satu hidangan yang paling populer dan dikenal di Indonesia. Penyajiannya biasanya melibatkan ikan lele yang digoreng dan disajikan bersama sayur serta sambal. Rasa inilah yang menjadikan lele salah satu hidangan paling diminati.
Namun, terdapat pandangan yang menyatakan bahwa ikan lele dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Apakah pandangan tersebut benar? Mari kita lihat penjelasan berikut ini!
Pengaruh Negatif Ikan Lele terhadap Kesehatan
Jika tidak dikonsumsi dengan bijak, ikan lele memang dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan. Berikut adalah lima efek buruk yang mungkin timbul akibat mengonsumsi ikan lele:
1. Pertumbuhan Sel yang Tidak Normal
Efek pertama yang paling terlihat dalam cara pengolahan ikan lele adalah penggunaan minyak yang sudah dipakai berkali-kali. Minyak ini mengandung radikal bebas, termasuk asam lemak jenuh yang dapat memicu munculnya sel-sel tidak normal karena sifat karsinogeniknya. Selain itu, minyak ini juga mengandung trans 2 hidrosiklon (HNE) yang beracun, sehingga meningkatkan risiko kanker hati dan lambung.
2. Timbulnya Kelenjar Tiroid
Di samping itu, munculnya kelenjar tiroid di area leher dapat dipicu oleh konsumsi lele. Banyak peternak ikan lele yang menggunakan bangkai hewan sebagai pakan, termasuk kotoran hewan dari sekitar peternakan lele (seperti dari ayam atau kambing). Semua faktor ini dapat menyebabkan pembengkakan dan peradangan akibat peningkatan cairan tiroid.
3. Kehadiran Bakteri Berbahaya
Proses budidaya ikan lele bisa dikatakan tidak mendukung kesehatan manusia. Sebagai contoh, banyak tambak lele yang dibangun di atas jamban. Meskipun lele dapat bertahan dalam air yang kotor, ikan ini tetap berisiko terkontaminasi bakteri dan logam berat yang dapat menyebabkan diare serta masalah perut. Ini disebabkan oleh kemampuan lele untuk mengonsumsi segala sesuatu di sekitarnya.
4. Keberadaan Logam Berbahaya
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara pemeliharaan, pakan, serta kotoran yang dikonsumsi lele mengandung berbagai bakteri, kuman, dan logam berat yang membahayakan. Penumpukan zat-zat ini di dalam tubuh manusia dapat memicu perkembangan kanker dan pembentukan tumor. Ketika dipelihara, lele cenderung memakan semua benda di sekitarnya.
5. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung
Efek negatif lain dari konsumsi lele adalah meningkatnya risiko penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh proses pengolahan lele dengan menggunakan minyak, yang dapat meningkatkan risiko bagi tubuh dan menyebabkan penyumbatan arteri jantung. Kondisi ini dapat mengakibatkan masalah jantung, termasuk serangan jantung.
Tips Memilih Ikan Lele
Jika ingin menikmati lele, ada beberapa saran yang sebaiknya diperhatikan. Di antaranya:
- Gunakan minyak goreng segar yang bebas dari radikal bebas saat mengolah ikan lele. Hindari penggunaan minyak goreng yang telah dipakai sebelumnya, terutama yang sudah kotor.
- Pilih ikan lele yang masih hidup dan dibudidayakan di tambak yang bersih, serta diberi pakan khusus seperti singkong, tahu, ikan kecil, dan nasi.
Sebagai tambahan, konsumsi ikan lele sebaiknya dipadukan dengan makanan bergizi lainnya untuk memastikan asupan gizi yang lebih baik bagi kesehatan tubuh.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni








