Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kreatif ! Universitas Pakuan Sulap Daun Ubi Jalar Jadi Minuman Kesehatan 

  • account_circle Tim Bogor Plus
  • calendar_month Sel, 11 Feb 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id- Universitas Pakuan Bogor sukses mengadakan workshop pembuatan teh dari simplisia daun ubi jalar di Kebun Merdesa di Desa Cikarawang, Kabupaten Bogor.

Pemberdayaan Usahan Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pembuatan teh celup herbal daun ubi jalar itu sebagai minuman kesehatan untuk pencapaian SDGs di Desa.

Acara ini diikuti oleh lebih dari 20 peserta yang sangat antusias untuk mempelajari cara membuat teh dari daun ubi jalar yang diperoleh dari lokasi sekitar Desa Cikarawang.

Ketua Pengusul, Apt. Erni Rustiani, M.Farm mengatakan, Simplisia Teh terbuat dari daun atau bagian tanaman lainnya yang memiliki manfaat untuk kesehatan.

“Daun ubi jalar sendiri digunakan sebagai bahan utama pembuatan simplisia teh,”ujarnya, Selasa (11/2).

Kata Apt. Erni, daun ubi jalar sering dianggap hanya sebagai pelengkap dalam masakan atau dijadikan pakan ternak.

“Orang jarang mengetahui bahwa daun ubi jalar juga dapat diolah menjadi teh yang memiliki khasiat yang luar biasa,”katanya.

Selain rasanya yang khas dan aromanya yang menenangkan, teh daun ubi jalar juga  memiliki manfaat kesehatan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu juga dapat mengurangi risiko penyakit diabetes, membantu menurunkan tekanan darah, mengandung antioksidan yang tinggi dan masih banyak yang lainnya.

“Tidak hanya itu, daun ubi jalar sangat mudah didapatkan dan sangat melimpah ketersediaannya, terutama di wilayah pedesaan,”tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan, pemanfaatan daun ubi jalar menjadi teh simplisia bukan hanya memperpanjang umur simpannya, tetapi juga meningkatkan nilai tambahnya.

“Pada workshop ini, kami mengajarkan tahapan pembuatan dan variasi rasa pada teh daun ubi jalar kepada warga kebun merdesa,”ujarnya.

Berikut adalah cara membuat teh simplisia daun ubi jalar yang mudah dan sehat:

1. Penyiapan daun ubi jalar yang masih muda dan segar, lalu pencucian dan pengeringan bahan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari langsung atau menggunakan menggunakan oven.

2. Simplisia yang sudah kering digiling menjadi serbuk, lalu dimasukkan ke dalam kantong teh celup.

3. Sebagai varian rasa dapat ditambahkan simplisia dari bunga melati, lemon, jahe, daun pandan, sereh dan rempah lainnya sesuai selera, Teh daun ubi jalar dapat di seduh  dengan air panas, dan sebagai pemanis ditambahkan gula atau madu secukupnya.

Manfaat penambahan variasi rasa adalah untuk mendapatkan khasiat yang lebih tinggi, karena pada setiap rempah memiliki kandungan yang baik untuk kesehatan tubuh.

Selama berjalannya workshop, para peserta merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini.

“Karena banyak yang baru mengetahui bahwa daun ubi jalar dapat dijadikan teh yang memiliki manfaat kesehatan dan bisa menjadi produk yang bernilai tinggi,”lanjutnya.

Dia berharapan kegiatan workshop ini dapat  semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk memanfaatkan bahan lokal seperti daun ubi jalar sebagai inovasi produk baru.

“Selain mendorong gaya hidup sehat, langkah ini juga menjadi upaya pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan,”pungkasnya

  • Penulis: Tim Bogor Plus

Rekomendasi Untuk Anda

  • 13 Ide Kegiatan di Bulan Ramadhan, Pastinya Bermanfaat dan Menyenangkan

    • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Ide kegiatan di bulan Ramadhan tentunya wajib kalian coba lakukan secara rutin. Selain bermanfaat pastinya kegiatan ini sangat menyenangkan. Jangan membuang waktu emas Anda dengan bermalas-malasan. Coba lakukan beberapa kegiatan baru yang mungkin bisa Anda lakukan juga di luar bulan Ramadhan ini. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti bagi setiap umat muslim. […]

  • Nusron Wahid Sarankan Warga Urus Sertifikat Tanah yang Terbit Sebelum 1997

    • calendar_month Jum, 4 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyampaikan bahwa masih banyak sertifikat lama yang bergambar bola dunia yang belum dilengkapi dengan peta kadastral. Oleh karena itu, pemilik sertifikat tanah yang diterbitkan sebelum tahun 1997 diimbau untuk memeriksa sertifikat mereka di Kantor Pertanahan (Kantah) setempat. Menurut Menteri Nusron, terdapat sekitar […]

  • Bikin Orang Sunda Terpukul, Ini Alasan Dedi Mulyadi Nangis Saat Lihat Hutan di Bogor Gundul 

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan alasan dirinya menangis saat melihat kegundulan hutan tutupan di Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu. Gubernur yang peduli dengan kebudayaan itu menilai, Bogor merupakan pusat peradaban Sunda yang sudah mulai sedikit peninggalan-peninggalannya. Ia menyebut, peninggalan Sunda di Bogor yang ada dan masih dipergunakan manfaatnya oleh masyarakat, yakni gunung […]

  • Pemkot Bogor Siapkan 3 SMA Negeri Baru di Kayu Manis dan Rancamaya

    Pemkot Bogor Siapkan 3 SMA Negeri Baru di Kayu Manis dan Rancamaya

    • calendar_month Jum, 15 Agu 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menegaskan bahwa dunia pendidikan masih menjadi fokus utama. Salah satu upayanya adalah pembangunan Sekolah Menangah Atas Negeri (SMAN) guna meningkatkan akses pendidikan untuk masyarakat. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan Indeks Pembangunan Manusia di Kota Bogor, rata-rata lama sekolah saat ini masih mencapai 10,7 tahun. Ia menuturkan, masih banyak […]

  • DLH Kabupaten Bogor Cuman Meninjau, Warga Bersihkan Sampah Kali Pesanggrahan Secara Mandiri

    DLH Kabupaten Bogor Cuman Meninjau, Warga Bersihkan Sampah Kali Pesanggrahan Secara Mandiri

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Sampah menumpuk di Kali Pesanggrahan, Kampung Parakanjati, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (12/8). Sampah kiriman itu menumpuk akibat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bogor, Sejak Sabtu (9/8) hingga Senin (11/8). Salah seorang warga Suyud mengatakan, tumpukan sampah itu terjadi pada Sabtu (9/8) lalu. Suyud menyebut, setiap hujan datang kali Pesanggrahan selalu di […]

  • Rudy Usahakan Mata Pencarian Warga Tak Ikut Terimbas Usai Penyegelan Bangunan di Puncak 

    • calendar_month Sen, 10 Mar 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

      Bogorplus.id – Bupati Bogor, Rudy Susmanto melakukan evaluasi perizinan kepada puluhan bangunan yang diduga melanggar rencana tata ruang wilayah (RTRW) di kawasan Puncak.   Hal itu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan banjir dari hulu. Sebab, kata dia, tidak sedikit bangunan yang berdiri di atas tanah yang bukan peruntukannya. Sehingga, menjadi salah satu penyebab banjir yang […]

expand_less