Wisata Sejarah di Bogor, Cara Menarik Mengetahui Sisi Lain Kota Hujan
- account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
- calendar_month Jum, 1 Agu 2025
- comment 0 komentar

Foto: Istimewa
bogorplus.id – Sebagai salah satu kota pendukung Jakarta, Bogor menjadi tempat tinggal bagi banyak orang yang bekerja di ibukota. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan akses yang mudah, kota ini sering kali menjadi destinasi wisata favorit bagi warga Jakarta. Selain itu, Bogor juga memiliki beragam jenis wisata, termasuk wisata alam, berbelanja, dan tentu saja kuliner.
Saat membahas wisata di Bogor, tidak hanya sekadar alam dan kuliner yang muncul. Semua orang menyadari bahwa keindahan alam di kota ini dan sekitarnya sangat memukau. Kuliner yang ada di Kota Hujan ini pun sangat unik, membuat siapa pun yang berkunjung merasa puas. Namun, ada juga wisata sejarah yang bisa dinikmati bersama keluarga saat berkunjung ke kota ini.
Kadang wisata sejarah dianggap kurang menarik karena terlihat tidak memberikan kesenangan tertentu. Akan tetapi, dengan menelusuri peninggalan bersejarah, Anda dapat lebih memahami latar belakang sebuah kota.
Sejarah Bogor tidak hanya terbatas pada Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Setiap sudut kota ini menyimpan cerita sejarah. Anda bisa memulainya dengan menjelajahi bangunan-bangunan kuno peninggalan Belanda di pusat kota Bogor.
5 Wisata Sejarah di Bogor
Di pusat Bogor, khususnya sekitar Jalan Juanda menuju Stasiun Bogor, Anda bisa menemukan bangunan kuno dari zaman kolonial yang masih terawat dengan baik. Beberapa bangunan tersebut berfungsi sebagai fasilitas publik, seperti Balai Kota Bogor, Kantor Pos Juanda, dan Stasiun Bogor. Selain itu, di sekitar Bogor juga ada berbagai lokasi bersejarah yang sebaiknya Anda kunjungi untuk memahami sisi lain dari kota ini. Apa saja tempat tersebut?
Museum Zoologi
Wisata di Bogor tidak akan sempurna tanpa mengunjungi Museum Zoologi. Terletak di samping Pintu Masuk Utama Kebun Raya Bogor, museum ini didirikan pada tahun 1894. Terdapat 24 ruangan yang menyajikan koleksi fauna, termasuk ikan, burung, serangga, reptil, hingga mamalia. Salah satu yang menarik perhatian adalah tengkorak paus biru berukuran sangat besar yang dipajang di tengah museum.
Monumen dan Museum PETA
Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, museum ini berada dalam kawasan militer. Bangunannya memiliki berbagai diorama yang menunjukkan bagaimana latihan tentara PETA dilakukan. Di sini, Anda dapat mengetahui sejarah pembentukan sistem ketentaraan di Indonesia, karena PETA memiliki peranan penting dalam sejarah TNI. Namun, untuk memasuki museum ini, Anda perlu datang dengan rombongan.
Makam Raden Saleh
Pelukis legendaris Indonesia ini terkenal melalui karyanya yang fenomenal, “Penangkapan Pangeran Diponegoro. ” Tidak banyak yang mengetahui bahwa di Jalan Pahlawan, tepat di Gang Raden Saleh, terdapat tempat peristirahatan terakhirnya bersama istrinya. Meskipun agak tersembunyi, makam Raden Saleh memiliki nilai sejarah yang tinggi. Bangunan makamnya tidak besar, tetapi terlihat mencolok di antara rumah-rumah di sekitarnya.
Museum Etnobotani
Berlokasi tidak jauh dari Kebun Raya Bogor, museum ini dikelola oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Anda dapat menemukan bagaimana perjalanan manusia dalam berinteraksi dalam masyarakat serta cara mereka mengelola alam untuk memenuhi kebutuhan hidup. Terdapat banyak informasi mengenai penciptaan berbagai benda, terutama yang berkaitan dengan artefak dari tumbuhan dan peranannya dalam komunitas.
Klenteng Hok Tek Bio
Berlokasi di Jalan Suryakencana, klenteng yang dikenal sebagai Vihara Mahacetya Dhanagun ini terlihat mencolok. Diperkirakan bangunan ini berusia antara 250 hingga 300 tahun dan termasuk dalam kategori cagar budaya di Bogor. Saat perayaan Imlek datang, klenteng ini akan dihias, menjadikan suasana di sekitarnya terasa penuh kegembiraan.
- Penulis: Putri Rahmatia Isnaeni


