Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kemenhub Lakukan Upaya Basmi Truk ODOL, Proyek Dimulai dari Riau dan Jabar

  • account_circle Tim Bogor Plus
  • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
  • comment 0 komentar

bogorplus.id – Pemerintah saat ini sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah truk Over Dimension Over Load (ODOL) atau truk yang berlebihan muatan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengumumkan rencana untuk memulai proyek percontohan di provinsi Riau dan Jawa Barat.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa mereka telah melakukan pertemuan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Barat dan Riau. Dudy menyebutkan bahwa kedua provinsi tersebut secara sukarela menawarkan diri untuk dijadikan lokasi proyek percontohan dalam menangani truk obesitas.

“Kami kemarin kan ketemu, pertama kami ketemu dengan Gubernur Jawa Barat. Dia menawarkan untuk Jawa Barat dijadikan sebagai pilot project untuk penanganan ODOL. Kemudian juga kami kemarin ketemu dengan Pemerintah Daerah Provinsi Riau, Gubernur dan para bupatinya. Ini mereka juga berkomitmen bahwa mereka ingin ODOL segera dapat diselesaikan dan mereka bersedia menjadi pilot project untuk tempat penanganan ODOL,” ujar Dudy saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (8/5/2025).

“Kalau Jawa Barat, iya. Tapi kalau Riau bukan kecelakaan, tapi kerusakan jalan khususnya. Jadi itu sebabnya kedua provinsi itu menawarkan secara sukarela untuk menjadikan tempat sebagai pilot project,” terang Dudy.

Dudy melanjutkan bahwa untuk Riau masalah yang dihadapi bukan banya kecelakaan, tapi lebih kepada kerusakan jalan. Itulah alasan mengapa kedua provinsi tersebut secara sukarela menawarkan diri sebagai tempat pelaksanaan pilot project.

Berkenaan dengan penerapannya, Dudy menjelaskan bahwa mereka akan menempatkan alat pengukur berat truk di daerah-daerah tertentu. Menurutnya, metode ini sudah diterapkan di Jawa Barat.

“Kalau yang pilot project itu sementara seperti yang di Jawa Barat misalnya, ada di wilayah-wilayah tertentu di mana kita menempatkan alat pengukur. Jadi kita supaya si truk itu tidak langsung ke jalan. Jadi bisa kita cegah di hulunya. Karena kalau di hulunya, misalnya kita sudah lihat, kita timbang, ternyata dia kelebihan berat atau size-nya, dimensinya ternyata berlebih, itu kita cegah supaya dia tidak masuk ke jalan,” jelas Dudy.

Dudy menyadari bahwa kebijakan ini dapat memicu protes dari kalangan pengusaha, termasuk sektor logistik. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan relaksasi cukup lama terkait kebijakan ini. Awalnya, aturan zero ODOL direncanakan akan diterapkan pada 2023.

“Kalau keberatan mungkin ada. Tapi kalau kita, ini kan sebenarnya sudah lama. Diharapkan sebenarnya kan 2023 itu sudah zero ODOL. Jadi kita sebenarnya sudah memberikan relaksasi cukup lama kepada perusahaan. Ini yang kita coba terapkan lagi bahwa kebijakan zero ODOL ini akan kita lakukan,” ungkap Dudy.

Saat ditanya tentang dampak kebijakan tersebut terhadap ekonomi, Dudy menekankan bahwa keselamatan manusia tidak dapat diukur dengan hitungan ekonomi. Oleh karena itu, ia menargetkan agar pembahasan mengenai aturan Zero ODOL dapat diselesaikan tahun ini.

“Kita jangan dihadapkan antara perhitungan ekonomi dengan nyawa manusia. Tentunya kan, tidak ingin nyawa satu manusia dihitung dengan angka gitu kan. There is no number buat nyawa manusia. Secepat mungkin (selesai). (Tahun ini bisa) mungkin aja,” jelasnya.

Dudy menekankan keseriusan pemerintah dalam mengatur truk ODOL. Saat ini, pemerintah terus membahas kebijakan-kebijakan teknis di setiap kementerian terkait masalah ini.

“Nanti dari masing-masing Kementerian memberikan kebijakan-kebijakannya berkaitan dengan ODOL. Nanti akan lebih teknis lagi kira-kira yang keluar misalnya dari Kementerian Perhubungan haruskah mengeluarkan ketentuan-ketentuan lain, atau mungkin dari Kementerian Perindustrian berkaitan dengan dimensinya. Itu akan kita bahas secara detail-detail lagi,” tambah Dudy.

  • Penulis: Tim Bogor Plus

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Sepekan, Tiga Warga di Kecamatan Rancabungur Jadi Korban Begal 

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Aksi pembegalan di wilayah Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, semakin meresahkan warga. Pasalnya, dalam kurun waktu satu minggu saja, di wilyah Desa Rancabungur tiga aksi kriminal jalanan itu terjadi. Akibat pembegalan itu empat warga menjadi korban, mereka mengalami luku serius hingga kehilangan sepeda motornya. Korban pertama mengalami luka akibat sabetan senjata tajam dan sepeda motornya […]

  • 4 Wisata Curug di Bogor, Nikmati Pemandangan Air dan Pelangi yang Menakjubkan

    4 Wisata Curug di Bogor, Nikmati Pemandangan Air dan Pelangi yang Menakjubkan

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Saat membicarakan tempat wisata, tidak hanya pantai dan gunung yang bisa menjadi pilihan. Ada banyak curug yang menyuguhkan keindahan yang luar biasa. Bagi Anda yang berencana berlibur di akhir pekan ini, Anda bisa mengunjungi beragam curug yang tersebar di Bogor, yang pastinya dikelilingi oleh alam yang memukau dan asri. Berikut ini empat pilihan […]

  • Bupati Rudy Tetapkan 9.756 Formasi PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bogor

    Bupati Rudy Tetapkan 9.756 Formasi PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Bogor

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah menetapkan sebanyak 9.756 formasi untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tahun anggaran 2024 di lingkungan Pemkab Bogor. Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, formasi itu terbagi dalam dua kelompok, yakni pegawai non-ASN yang sudah terdaftar di Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebanyak 4.548 orang dan pegawai […]

  • Pilu Ayah dari Korban Dokter PPDS FK Unpad Meninggal Dunia Setelah Jalani Perawatan di RSHS

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Kisah pilu menimpa seorang gadis yang menjadi korban tindakan biadab dokter Priguna Anugerah P. Ayahnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSHS. Ayah dari perempuan berusia 21 tahun ini menjalani perawatan di rumah sakit, dan insiden pemerkosaan yang dialaminya terjadi saat ia mendampingi sang ayah. Agus, kakak ipar korban, mengungkapkan bahwa mertuanya, yaitu ayah dari korban, telah berpulang. Mertuanya meninggal dunia beberapa hari setelah peristiwa tragis yang menimpa anaknya. “Masuk tanggal 16 Maret ke rumah […]

  • Mahasiswa KKN UIKA dan SMPN 4 Gunung Putri Gelar Kegiatan Edukatif di Momentum Hari Anak Nasional

    Mahasiswa KKN UIKA dan SMPN 4 Gunung Putri Gelar Kegiatan Edukatif di Momentum Hari Anak Nasional 

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025, SMPN 4 Gunung Putri sukses menggelar serangkaian kegiatan yang menyenangkan dan edukatif. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, khusunya Kelompok 39 yang bertugas di Desa Tlajung Udik. Peringatan Hari Anak Nasional dimulai dengan senam pagi ceria. Kemudian, dilanjutkan dengan permainan […]

  • Longsor di Pekalongan, 16 Tewas, Rumah dan Jembatan Hancur

    • calendar_month Sel, 21 Jan 2025
    • account_circle Tim Bogor Plus
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 16 orang ditemukan meninggal dunia tertimbun longsoran di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Longsor yang terjadi pada Senin (20/1) kemarin itu juga menimbun dua unit rumah dan menyeret beberapa kendaraan yang melintas. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, pihaknya […]

expand_less