Menyamar Jadi Pengamen di Bus AKAP, Polisi Ringkus DPO Tawuran Maut
- account_circle Abdul
- calendar_month Rab, 18 Feb 2026
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Aksi tak biasa dilakukan Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang saat memburu seorang daftar pencarian orang (DPO) kasus tawuran maut yang menewaskan seorang pelajar. Strategi penyamaran petugas pun viral dan banjir pujian dari warganet.
Pelaku bernama Rahel Gusnaedi alias Een (18) diketahui telah buron selama enam bulan setelah terlibat tawuran berdarah di Kota Padang, Sumatera Barat. Sempat melarikan diri ke Pulau Jawa, keberadaannya terendus saat hendak kembali ke kampung halaman.
Mendapat informasi tersebut, Tim Klewang bergerak cepat menyusun rencana penyergapan. Demi menghindari perlawanan dan menjaga keselamatan penumpang lain, polisi memilih strategi senyap.
Katim Klewang, Aiptu David Riko Dermawan, menyamar sebagai pengamen dan naik ke dalam bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) rute Jakarta–Padang. Bus MPM yang ditumpangi pelaku kemudian dicegat saat memasuki wilayah perbatasan Kota Padang, tepatnya di kawasan Indarung.
Tanpa menimbulkan kecurigaan, Aiptu David berjalan menyusuri lorong bus layaknya pengamen. Begitu tiba di kursi pelaku, ia langsung bergerak cepat memborgol tangan Rahel Gusnaedi.
Tersangka yang tak menyadari dirinya telah diincar pun tak berkutik saat diamankan. Penangkapan berlangsung cepat dan tanpa keributan, sehingga tidak mengganggu penumpang lain di dalam bus.
Setelah diborgol, pelaku langsung digiring turun dan dibawa ke Mapolresta Padang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Aksi penyamaran ini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet memuji kecerdikan dan keberanian petugas dalam menangkap buronan tanpa memicu kepanikan di ruang publik.
Kasus tawuran tersebut sebelumnya sempat menyita perhatian karena menewaskan seorang pelajar. Kini, setelah enam bulan pelarian, tersangka akhirnya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
- Penulis: Abdul








