Satu Keluarga di Warakas Tewas Diracun, Anak Tengah Jadi Tersangka
- account_circle Abdul
- calendar_month Jum, 6 Feb 2026
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Kematian tiga orang dalam satu keluarga di kawasan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Kepolisian memastikan ketiganya meninggal dunia akibat diracun, dengan pelaku tak lain merupakan anak tengah dalam keluarga tersebut.
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan Polres Metro Jakarta Utara bersama Polda Metro Jaya. Dari rangkaian pemeriksaan, satu anggota keluarga berinisial AS atau S (22) yang sebelumnya ditemukan selamat justru mengarah pada titik terang kasus tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno menyebut, proses pengungkapan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan saksi, analisis forensik, hingga uji laboratorium.
“Hingga akhirnya pada 4 Februari, berdasarkan hasil pemeriksaan Puslabfor, keterangan dokter, bukti toksikologi, serta pemeriksaan saksi-saksi, kami mendapatkan kesimpulan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan hasil tersebut, penyidik menetapkan S sebagai tersangka. Ia diduga kuat secara sengaja meracuni tiga anggota keluarganya hingga meninggal dunia.
“Berdasarkan barang bukti dan hasil pengamatan kami, Saudara S ditetapkan sebagai pelaku atau tersangka dalam peristiwa keracunan ini,” tegas Budi.
Adapun tiga korban yang tewas masing-masing merupakan seorang ibu, seorang anak laki-laki, dan seorang anak perempuan.
Ketiganya ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan mereka pada Jumat (2/1) pagi. Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh salah satu anak korban yang baru pulang dari tempat kerja.
Sementara itu, satu anggota keluarga lainnya berhasil selamat dan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Sebelumnya, kepolisian memang telah menyampaikan adanya dugaan kuat keracunan sebagai penyebab kematian. Namun, kepastian baru diumumkan setelah seluruh hasil pemeriksaan forensik dan laboratorium dinyatakan lengkap.
“Memang sejak awal peristiwa ini terindikasi adanya keracunan,” ujar Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis (15/1).
Hingga kini, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi keji dalam lingkup keluarga ini.
- Penulis: Abdul







