Breaking News
light_mode
Trending Tags

Orang Tua di Bogor Berjuang Selamatkan Bayi Pengidap Atresia Bilier

  • account_circle Sandi
  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • comment 0 komentar

bogorplus.id– Cinta orang tua tak pernah mengenal kata menyerah. Di tengah keterbatasan ekonomi dan berlapisnya birokrasi layanan kesehatan, Siti Hanifah dan suaminya, Hermawan, memilih bertahan.

Warga Desa Ciadeg, Cigombong, Kabupaten Bogor itu mengorbankan seluruh harta yang mereka miliki demi menyelamatkan nyawa putri semata wayangnya, Hana Hanifah, bayi yang didiagnosis menderita penyakit liver langka, Atresia Bilier.

 

Atresia Bilier merupakan kelainan bawaan serius, ketika saluran empedu tidak berkembang secara normal sehingga empedu terperangkap dan perlahan merusak hati.

Penyakit ini membutuhkan penanganan medis khusus dan intensif sejak dini.

 

Siti Hanifah (25) mengingat jelas hari ketika dokter pertama kali menyampaikan kondisi sang anak, yang saat itu baru berusia 19 hari.

 

“Kalau kata orang kampung ya penyakit kuning. Tapi kalau di rumah sakit, kata dokter itu Atresia Bilier,” ujar Siti saat dihubungi, Kamis (5/2/2026).

 

Kabar tersebut seketika membuatnya lemas. Namun bersama sang suami, Hermawan (35), Siti menolak menyerah pada keadaan.

 

 

Upaya pengobatan sempat dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan. Namun keterbatasan biaya membuat pengobatan Hana beberapa kali terhenti.

 

Saat usia Hana menginjak empat bulan, kondisinya kembali memburuk. Demam tinggi, perut membuncit, hingga sesak napas memaksa kedua orang tuanya mencari pertolongan.

 

“Pas dibawa ke bidan, katanya perutnya nggak normal. Dari situ dirujuk lagi ke rumah sakit,” tutur Siti.

 

Pemeriksaan demi pemeriksaan dijalani. Hingga suatu ketika dokter menyarankan pemeriksaan USG abdomen di rumah sakit swasta dengan biaya mencapai Rp 8 juta.

 

“Kita tanya biayanya berapa, katanya delapan juta. Kita diem. Kita pikir bisa pakai BPJS, ternyata nggak bisa. Akhirnya kita stop lagi pengobatan anak,” katanya.

 

Pada November 2025, kondisi Hana kembali drop parah. Sesak napas hebat membuatnya harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

 

Ia sadar, Hana harus segera mendapatkan penanganan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, yang memiliki dokter spesialis gastroenterologi-hepatologi.

“Di RSUD nggak ada gastro. Jadi memang harus ke RSCM,” jelasnya.

 

Setelah dua hari dirawat, kondisi Hana justru memburuk. Perutnya semakin membesar, menandakan penyakitnya kian progresif.

 

Demi pengobatan sang anak, Siti dan Hermawan mengorbankan segalanya. Tabungan terkuras, motor satu-satunya alat Hermawan mencari nafkah terjual.

 

Kini, Hermawan berjualan permen dengan menyewa motor orang lain.

 

Demi mendekatkan akses pengobatan, keluarga kecil ini sempat mengontrak rumah di sekitar RSCM seharga Rp 1,7 juta per bulan. Namun hanya bertahan dua pekan karena keterbatasan biaya.

 

Setelah itu, mereka berpindah ke rumah singgah. Namun belum genap dua minggu, kondisi Hana kembali drop dan harus dirawat intensif selama 20 hari di rumah sakit.

 

Setiap minggu, Hana harus menjalani dua hingga empat kali kunjungan poli dengan jadwal yang berbeda.

 

Sebelum tinggal di rumah singgah, mereka harus bolak-balik Bogor–Jakarta menggunakan kereta, berangkat subuh dan pulang malam.

 

Dokter menyebut transplantasi hati sebagai satu-satunya jalan menyelamatkan Hana. Donor harus berasal dari orang tua dengan golongan darah yang cocok. Namun biaya menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus.

 

“Katanya harus punya minimal Rp 250 juta,” ujarnya.

 

Biaya tersebut tidak ditanggung BPJS. BPJS hanya menanggung sebagian obat, sementara vitamin dan pemeriksaan laboratorium harus dibayar mandiri.

 

Satu obat harganya Rp 191 ribu per tablet selama enam minggu. Totalnya bisa sampai delapan juta.

Belum lagi biaya cek laboratorium senilai Rp 1,9 juta yang harus dilakukan berulang.

 

Siti berharap ada kebijakan yang lebih berpihak kepada keluarga dengan kondisi serupa.

 

“Anaknya memang ditanggung BPJS, tapi orang tuanya sebagai pendonor nggak. Padahal kita juga bagian dari proses penyembuhan anak,”pungkasnya.

 

 

  • Penulis: Sandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kenapa Hidung Sangat Gatal tapi Tidak Bisa Bersin? Ini Penjelasannya

    Kenapa Hidung Sangat Gatal tapi Tidak Bisa Bersin? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Umumnya, bersin terjadi setelah merasakan sensasi gatal menggelitik pada hidung. Namun, pernahkah Anda merasakan susah bersin padahal hidung sudah sangat gatal? Apa penyebabnya dan bisakah kondisi ini diatasi? Cari jawabannya di bawah ini. Hidung Sangat Gatal tapi Susah Bersin, Apa Penyebabnya? Bersin-bersin memang mengganggu, terlebih bila terjadi berulang kali. Bersin terjadi saat saraf […]

  • Shopee Affiliate untuk Pemula: Cara Kerja, Tips Konten, dan Faktor Penentu Komisi

    Shopee Affiliate untuk Pemula: Cara Kerja, Tips Konten, dan Faktor Penentu Komisi

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Putri
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Program Afiliasi Shopee atau Shopee Affiliate Program adalah sebuah program Shopee yang mengajak para content creator dan pengguna aktif media sosial untuk mempromosikan produk Shopee. Nantinya, para content creator ini akan mendapatkan imbalan berupa komisi dari setiap pembelian produk yang mereka promosikan. Jika kamu ingin mengikuti program ini, kamu bisa membuat berbagai jenis […]

  • Berapa Mahar Faishal Tanjung untuk Nadin Amizah? Intip Momen Pernikahan Adik Sheila Dara Aisha

    Berapa Mahar Faishal Tanjung untuk Nadin Amizah? Intip Momen Pernikahan Adik Sheila Dara Aisha

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Penyanyi Nadin Amizah dan Faishal Tanjung resmi menikah setelah menjalani prosesi akad nikah yang digelar di Kecamatan Lembang, Bandung Barat, pada Jumat, 8 Agustus 2025. Momen bahagia ini turut disaksikan keluarga dan sahabat dekat, termasuk Vidi Aldiano yang mengunggah persiapan menjelang acara di Instagram Stories mereka. Vidi Aldiano membagikan momen persiapan pernikahan sang […]

  • Setelah Syahnaz Sadiqah, Rendy Kjaernett Kini Selingkuh dengan Bella Lopolisa? Lady Nayoan Kembali Diuji

    Setelah Syahnaz Sadiqah, Rendy Kjaernett Kini Selingkuh dengan Bella Lopolisa? Lady Nayoan Kembali Diuji

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Dheza
    • 0Komentar

    Bogorplus.id – Rumah tangga Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan kembali menjadi sorotan setelah diterpa isu perselingkuhan yang menghebohkan. Setelah skandal panas dengan Syahnaz Sadiqah beberapa waktu lalu, kini Rendy terseret dalam dugaan perselingkuhan dengan wanita bernama Bella Lopolisa. Isu ini berawal dari beredarnya sejumlah foto mesra di media sosial memperlihatkan sosok pria mirip Rendy Kjaernett […]

  • Memahami Ajaran Agama Buddha dan Empat Kebenaran Mulia

    Memahami Ajaran Agama Buddha dan Empat Kebenaran Mulia

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Putri Rahmatia Isnaeni
    • 0Komentar

    bogorplus.id – Setiap agama dan kepercayaan memiliki ajaran yang bervariasi. Namun, semua ajaran tersebut bertujuan untuk membentuk umatnya menjadi individu yang baik, bersikap positif terhadap semua orang, dan tentu saja mempercayai Tuhan Yang Maha Esa. Seperti pada agama Buddha. Agama Buddha mengikuti paham filosofi atau nonteisme yang berasal dari wilayah timur India. Isinya berlandaskan pada […]

  • Hari Santri 2025, Pemkab Bogor Prioritaskan Infrastruktur dan Legalitas Ponpes

    Hari Santri 2025, Pemkab Bogor Prioritaskan Infrastruktur dan Legalitas Ponpes

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Sandi
    • 0Komentar

    bogorplus.id- Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan keberpihakan nyata terhadap pondok pesantren (ponpes) dan santri. Hal itu disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto saat memperingati Hari Satri Nasional ke X tahun 2025, di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Rabu (22/10).   Rudy Susmanto menegaskan bahwa santri dan pesantren salah satu pondasi kekuatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia […]

expand_less