TikTok Dikelola AS, Sejumlah Pengguna Pilih Hapus Aplikasi
- account_circle Abdul
- calendar_month Rab, 4 Feb 2026
- comment 0 komentar

bogorplus.id – Platform berbagi video TikTok kembali berada di bawah sorotan tajam publik Amerika Serikat. Setelah menghadapi tekanan berlapis dari pemerintah AS terkait isu keamanan nasional, aplikasi milik ByteDance asal China itu kini dihadapkan pada gelombang ketidakpercayaan dari penggunanya sendiri.
Tekanan terhadap TikTok bermula dari tuntutan pemerintah AS agar ByteDance melepas kepemilikan operasional TikTok di wilayah Amerika Serikat. Permintaan tersebut muncul di tengah memanasnya rivalitas geopolitik antara Washington dan Beijing.
Setelah melalui negosiasi panjang lintas negara, TikTok akhirnya mengumumkan bahwa operasionalnya di AS akan dijalankan oleh perusahaan gabungan baru yang berada di bawah kepemimpinan entitas Amerika. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk memastikan keberlanjutan layanan TikTok di Negeri Paman Sam.
Namun alih-alih meredam polemik, keputusan tersebut justru memicu reaksi keras dari sebagian pengguna. Dalam beberapa hari terakhir, banyak pengguna TikTok di AS memilih menghapus aplikasi, menyusul kekhawatiran terhadap arah kebijakan perusahaan gabungan tersebut.
Keresahan pengguna semakin menguat setelah TikTok meminta mereka menyetujui pembaruan kebijakan privasi pada pekan lalu. Dalam dokumen tersebut, tercantum permintaan pengumpulan data pribadi yang tergolong sensitif, mulai dari informasi ras dan etnis, orientasi seksual, kewarganegaraan atau status imigrasi, hingga data keuangan.
Meski sejumlah pakar menilai redaksi kebijakan privasi itu bukan hal baru dan serupa dengan kebijakan sebelumnya, momentum pengumuman pembentukan perusahaan gabungan membuat isu tersebut cepat menyebar luas di media sosial.
Kombinasi antara perubahan struktur operasional dan kekhawatiran soal data pribadi akhirnya membentuk sentimen negatif di kalangan publik, memperpanjang daftar tantangan yang harus dihadapi TikTok dalam mempertahankan kepercayaan pengguna di Amerika Serikat.
- Penulis: Abdul







