Bangkitnya Semangat Pedagang Tanaman Hias di Pasar Petani Garuda Cibinong
- account_circle Sandi
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar

Petani Tanaman Hias dan Buah, Abdul Rahman saat ditemui di Pasar Petani Garuda. Foto: bogorplus.id
bogorplus.id– Suasana Pasar Petani Garuda di Cibinong kini dipenuhi senyum pedagang tanaman hias dan buah-buahan.
Setelah lama menghadapi penurunan minat pasar, para pedagang kembali menemukan semangat berjualan, berkat hadirnya pasar yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.
Abdul Rahman (72), atau yang akrab disapa Oman, salah satu pedagang tanaman hias, mengaku bersyukur.
“Sekarang bupati yang sekarang nih, mikirin rakyat kecil. Bagi kita pedagang-pedagang, ya bangga lah punya bupati seperti ini, Pak Rudy,”ujarnya saat ditemui, Jumat (30/1).
Oman tak menampik bahwa pembeli tanaman hias maupun buah saat ini sedang lesu. “Iya pasarnya lagi memang tahun-tahun ini nggak seperti dulu. Dulu lancar,” kata pria asal Sukahati itu.
Meski demikian, ia tetap bersyukur karena masih bisa mendapatkan penghasilan dari berjualan tanaman.
Dulu, kata Oman, Sukahati menjadi pusat tanaman hias yang dicari pembeli dari seluruh Jabodetabek.
Kini, daya tariknya menurun karena banyak grosir yang lebih dekat dengan konsumen. Namun, kehadiran Pasar Petani Garuda membuatnya optimistis.
“Sekarang mungkin banyak grosir-grosir di luar, kita nggak tahu di mana. Tapi dengan adanya ini, bangkit lagi, semangat lagi,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan Pasar Petani Garuda di Jalan Tegar Beriman Cibinong merupakan proyek percontohan.
Rencananya, sentra buah akan dibangun di seluruh 416 desa dan 19 kelurahan di Kabupaten Bogor, dengan tujuan mendukung petani lokal dan meningkatkan perekonomian daerah.
“Kita juga akan membangun beberapa desa-desa sentra buah yang akan kita keluarkan kebijakannya di 416 desa, 19 kelurahan,”tuturnya.
Ia menambahkan, Pemkab Bogor akan mengadakan perlombaan antar sentra buah untuk memperlihatkan Kabupaten Bogor menjadi lebih hijau dan mandiri dalam ketahanan pangan.
Saat ini, pembangunan Pasar Petani Garuda baru menyentuh sekitar 50 persen. Infrastruktur penunjang, termasuk lapak-lapak pedagang, akan dilanjutkan pada 2026.
“Infrastruktur penunjang baik lapak-lapak juga belum terbangun sepenuhnya dan akan kita lanjutkan di tahun 2026,”pungkasnya.
- Penulis: Sandi






