Viral di Medsos, Pedagang Kue Klaim Jadi Korban Kekerasan Aparat di Kemayoran
- account_circle Putri
- calendar_month Sel, 27 Jan 2026
- comment 0 komentar

Foto: Istimewa
bogorplus.id – Pedagang kue di Kemayoran yang viral di media sosial karena dicemarkan namanya oleh anggota Polisi dan TNI mengungkapkan sisi kelam dari tindakan dua orang petugas tersebut.
Suderajat (49), tak menyangka bahwa barang dagangan yang ia bawa dari Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor menuju Kemayoran melalui kereta mengalami kejadian tragis.
Sabtu, 24 Januari 2025 menjadi hari yang tidak mengenakan bagi Suderajat karena ia berhadapan dengan seorang pembeli yang ternyata adalah anggota kepolisian. Pada awalnya, ia merasa senang Ketika dagangannya terbeli.
“Jadi dia beli, es kue . Saya gatau dia polisi. Pas dicobai katanya. Esnya ga enak katanya kaya (busa) bedak . Dibejek-bejek (es nya) sama dia,” kata dia, Selasa (27/1/2026).
Suderajat tidak langsung marah, dia mencoba menjelaskan bahwa es kue tersebut adalah es kue yang asli dan sudah dijualnya selama bertahun-tahun. Bahkan, es kue tersebut adalah produk legendaris.
“Pak ini bukan es kapas ini es kue pak, es asli . Dibejek-bejek, sama anaknya dilempar ke muka saya,” kata dia.
Kemudian, Suderajat ditangkap oleh polisi karena tetap menolak untuk mengakui bahwa kue yang dijualnya adalah kue yang tidak asli. Akibatnya, ia dibawa ke kantor polisi.
“Kejadian jam 10 pagi, (ditahan sampe kapan?) Sampai jam 3 pagi. saya dianter sama polisi,” jelas dia.
Dia mengklaim bahwa ia mengalami ancaman dari pihak kepolisian hingga dipukul oleh aparat di Polsek Kemayoran. Suderajat menggambarkan betapa menakutkannya pengalaman berada di tempat yang seharusnya melindungi masyarakat.
“Sakit ini digebugin, perih, semuanya ditonjok. (Dipaksa ngaku?). Iya, “ngaku ga luh”, iya ditonjok, jedot jedot aja. Sama dua-duanya (TNI dan Polisi),” jelas dia.
Suderajat mengaku hanya bisa diam saat mengalami pengeroyokan tersebut. Ia tidak bisa membela diri saat itu.
“Diem aja, abis lahh, dia mah main keroyokan. Rakyat kita mah di bawah, mereka mah kan di atas,” jelas dia.
- Penulis: Putri








