Kunjungan Komisi IV DPR RI, Dedie Rachim Tekankan Peran Riset Pertanian di Bogor
- account_circle Putri
- calendar_month Jum, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar

Foto: Pemkot Bogor
bogorplus.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menjelaskan bahwa kehadiran lembaga penelitian dan pendidikan di Kota Bogor berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan Dedie Rachim saat memberi sambutan dalam rangka kunjungan spesifik oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura yang terletak di Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, Kamis (22/1/2026).
Dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, ia berkesempatan untuk melihat berbagai inovasi dan pembaruan yang telah diterapkan oleh BRMP.
Dedie menjelaskan bahwa Kota Bogor memiliki sekitar 50 lembaga penelitian baik di tingkat pusat maupun daerah, yang melibatkan lebih dari 4.000 profesional dan telah memberi sumbangsih pada kemajuan pertanian di Indonesia.
Keberadaan lembaga riset tersebut juga menjadi bagian penting bagi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025-2045, yaitu menjadikan kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan.
“Ini bagian dari hadirnya lembaga-lembaga riset di Kota Bogor, serta keberadaan perguruan tinggi dan para ahli yang sudah berkontribusi untuk Indonesia,” jelasnya.
Tantangan yang dihadapi ke depan bukan hanya perubahan iklim, tetapi juga bencana iklim. Oleh karena itu, ia berharap lembaga-lembaga penelitian yang dipimpin para ahli ini dapat berkontribusi untuk kemajuan pertanian, menciptakan ketahanan pangan, dan menghadirkan inovasi.
“Di sinilah peran para ahli riset untuk terus memberikan kontribusi terbaiknya bagi Indonesia,” ucapnya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI melihat berbagai hasil penelitian dari BPMP, seperti ayam kampung unggul baru, inovasi hortikultura, teknologi pertanian, hilirisasi, dan lainnya.
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, mengungkapkan apresiasi terhadap keberadaan ayam kampung unggul baru yang berukuran besar dan dapat menghasilkan hingga 250 butir telur per ekor setiap tahun. Ia juga memuji bawang berukuran besar yang dihasilkan oleh BRMP.
“Dari sini kami di Komisi IV akan mendorong hasil penelitian di sini agar disebarluaskan ke seluruh Indonesia, sehingga kita bisa swasembada telur dan bawang. Kita sudah swasembada jagung dan beras, dan ke depan produk lain, termasuk bawang dan kedelai, juga harus swasembada agar tidak selalu impor,” ujarnya.
Titiek Soeharto menjelaskan bahwa kehadiran Komisi IV DPR RI merupakan cerminan kepedulian DPR RI dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan memastikan lembaga di bidang pertanian berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi sektor pertanian di Indonesia.
Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa penelitian membutuhkan waktu yang cukup lama. Ia memberikan contoh bahwa untuk menciptakan satu varietas unggul mangga dibutuhkan waktu hingga 10 tahun.
“Jadi, jika berbicara penelitian, hasilnya tidak bisa langsung dirasakan. Namun ini merupakan investasi, karena jika tidak kita kerjakan, kita akan semakin tertinggal dan terus melakukan impor. Ini tentang mau atau tidaknya kita melakukan perubahan. Karena perlu waktu untuk menyiapkannya, dan itu harus terus dilakukan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa inovasi di bidang pertanian adalah kunci bagi Indonesia untuk mendapatkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Kalau kita tidak menyiapkan varietas terbaru dan tidak menyiapkan teknologinya, kita akan terus tertinggal,” ungkapnya.
Ia juga menguncapkan terima kasih kepada Komisi IV DPR RI atas dukungan dan kepedulian yang telah diberikan melalui kunjungan kerja ini, yang dapat memotivasi para peneliti.
- Penulis: Putri








