Tim SAR Hentikan Pencarian Penambang Ilegal di Pongkor
- account_circle Sandi
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar

Tim SAR Hentikan Pencarian Penambang Ilegal di Pongkor. Foto : SS Video
bogorplus.id– Tim SAR dari Jakarta resmi menghentikan sementara proses pencarian korban penambang emas ilegal yang diduga terjebak di kawasan tambang emas PT Antam Tbk, Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Keputusan ini diambil setelah tim tidak menemukan korban di lokasi yang ditunjukkan saksi, serta mempertimbangkan faktor keselamatan akibat gas berbahaya di dalam lubang tambang.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menjelaskan, tim SAR mulai melakukan pencarian pada Selasa (20/1) pukul 14.00 WIB dengan perlengkapan lengkap dan titik pencarian yang telah ditentukan. Namun, kondisi di dalam lubang tambang dinilai sangat berisiko.
“Tim sempat masuk ke lokasi, tetapi jumlah personel dibatasi karena masih terdeteksi gas CO₂. Perwakilan keluarga korban juga tidak diizinkan masuk demi keselamatan,” ujar AKP Ucup saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, tim SAR keluar dari lokasi sekitar pukul 17.00 WIB tanpa menemukan korban. Lokasi yang ditunjukkan saksi tidak menunjukkan tanda keberadaan korban sebagaimana dimaksud.
“Pukul 18.00 WIB kami evaluasi bersama. Hasilnya, pencarian dihentikan sementara karena korban tidak ada di lokasi. Keluarga juga sudah menerima kejadian ini,” kata Ucup.
Ia menegaskan, penghentian pencarian dilakukan murni berdasarkan hasil lapangan.
“Karena memang tidak ada korban di lokasi tersebut,” ujarnya.
Peristiwa ini masih berkaitan dengan misteri kepulan asap yang sebelumnya menggegerkan kawasan tambang emas Antam Pongkor.
Awalnya, kejadian itu disebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, tim gabungan justru menemukan tiga orang meninggal dunia di area nonoperasional perusahaan.
PT Antam Tbk memastikan ketiga korban bukan pegawai maupun kontraktor perusahaan, melainkan penambang emas tanpa izin (PETI). Mereka diketahui berasal dari Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.
“Tim gabungan telah mengevakuasi tiga korban jiwa yang terjebak di area nonoperasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, Senin (19/1).
Ketiga korban masing-masing bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Mereka ditemukan meninggal dunia di kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan tanah.
Agustinus mengungkapkan, proses evakuasi berlangsung sulit dan berbahaya. Medan ekstrem serta risiko longsoran batu mengancam keselamatan petugas.
Bahkan, satu anggota tim evakuasi sempat tertimpa batu dan mengalami luka di bagian bahu.
Selain kondisi medan, tim juga harus menghadapi tembok pengaman yang sebelumnya dibangun PT Antam untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal.
Meski demikian, evakuasi tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan.
Hingga kini, PT Antam belum dapat memastikan apakah masih ada korban lain di dalam lubang tambang ilegal tersebut.
Perusahaan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk pendalaman lebih lanjut.
“Kami baru menemukan tiga korban. Informasi kemungkinan korban lain masih kami dalami,” kata Agustinus.
Sementara itu, kepulan asap di lokasi kejadian dilaporkan mulai berkurang. Namun, gas berbahaya seperti karbon monoksida masih terdeteksi dan sebagian berada di atas ambang batas aman.
PT Antam menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi terkait penyebab munculnya kepulan asap. Perusahaan menegaskan tidak akan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak berwenang.
“Kami berkomitmen memperketat pengamanan dan memastikan penanganan dilakukan secara profesional, humanis, serta mengutamakan keselamatan,” pungkas Agustinus.
- Penulis: Sandi







