Dedie Rachim Tekankan Penguatan Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis
- account_circle Putri
- calendar_month Rab, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar

Foto: Pemkot Bogor
bogorplus.id – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya memperkuat sistem pencatatan untuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar program ini memberikan manfaat yang tepat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dedie Rachim mengungkapkan bahwa dalam pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang diadakan di Hotel Aston Sentul Bogor, Senin (19/1/2026), dibahas tentang sistem pencatatan MBG yang sedang dikembangkan oleh Kota Bogor.
Ia menjelaskan bahwa sistem pencatatan ini bukan hanya berfungsi untuk memantau pelaksanaan MBG tetapi juga untuk memastikan bahwa data tentang penerima manfaat yang tepat.
“Pertemuan dengan Kepala Badan Gizi Nasional membahas tentang sistem yang dikembangkan oleh Kota Bogor. Sistem ini bukan hanya untuk memonitor, tetapi juga kita bangun untuk memastikan bahwa warga yang mendapatkan manfaat dari keberadaan MBG ini betul-betul terdata dengan baik,” ujar Dedie Rachim kepada awak media usai peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1447 Hijriah tingkat Kota Bogor di Masjid Agung Al-Isra, Jalan Nyi Raja Permas, Kota Bogor, Selasa (20/1/2026)
Ia menekankan bahwa data penerima manfaat tidak hanya bergantung pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dari Kementerian Pendidikan, tetapi juga mencakup kelompok masyarakat lain yang memerlukan.
“Bukan hanya data Dapodik dari Kementerian Pendidikan, tetapi kita juga mengembangkan area penerima manfaat, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, posyandu, anak-anak balita, termasuk juga bisa menyentuh anak-anak yang stunting,” katanya.
Dedie Rachim menyatakan bahwa ke depan, program MBG tidak hanya akan fokus pada pencapaian gizi yang baik, tetapi juga akan diarahkan untuk mendukung penanganan masalah stunting di Kota Bogor.
“Program MBG ini akan kita perluas, akan kita fokuskan juga bagaimana kita menanggulangi stunting. Oleh karena itu, kuncinya adalah bagaimana Kota Bogor membangun database warga yang akurat supaya penerima manfaat juga didistribusikan sesuai dengan data yang akurat,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa penerimaan manfaat dari program MBG harus memenuhi kriteria tertentu agar program dapat berjalan dengan efektif.
“Mereka yang penerima manfaat itu harus memenuhi persyaratan, termasuk misalnya desil 1 sampai desil 5 bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan manfaat, terutama bagi mereka yang membutuhkan bantuan bagi anak-anaknya yang stunting,” ujarnya.
Dedie Rachim melaporkan bahwa jumlah dapur MBG yang ada di Kota Bogor telah mencapai 86 dari target 110 dapur. Ia menambahkan bahwa setiap dapur memenuhi sekitar 3.000 penerima manfaat.
“Dari total dapur yang ada saat ini, maka sekitar 240.000 warga yang telah menerima manfaat,” pungkasnya.
- Penulis: Putri








