Rotasi dan Promosi Pejabat, Dedie A. Rachim Lantik 12 Pejabat Pemkot Bogor
- account_circle Putri
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar

Foto: Dok. Pemkot Bogor
bogorplus.id – Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, kembali melakukan perubahan dalam struktur di Pemkot Bogor.
Dedie Rachim melantik sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di Aula Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Kamis (15/1/2026).
Dalam pelantikan yang dipimpin langsung oleh Dedie Rachim, tiga pejabat mendapatkan promosi untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II).
Erna Nuraena, yang sebelumnya adalah Sekretaris Dinas Kesehatan, sekarang resmi menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor.
Jabatan penting lainnya, yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, kini dipegang oleh Lia Kania Dewi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
Di sisi lain, Hidayatulloh yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur RSUD Kota Bogor, sekarang dipromosikan sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bogor.
Selain itu, rotasi dan promosi juga terjadi di tingkat Administrator. Salah satu contohnya adalah Harry Cahyadi, yang baru saja dilantik sebagai Camat Bogor Selatan, naik dari jabatan sebelumnya sebagai Sekretaris Kecamatan di area yang sama.
Harry menggantikan Irman Khaerudin, yang dipindahkan ke posisi Inspektur Pembantu I di Inspektorat Daerah Kota Bogor.
Sebelumnya, posisi Inspektur Pembantu I yang diisi oleh Gunadi kini telah berpindah ke jabatan Wakil Direktur Keuangan dan Umum di RSUD Kota Bogor.
Beberapa posisi Sekretaris Dinas (Sekdis) juga diisi oleh pejabat baru melalui promosi dan rotasi. Selain mereka, Pemkot juga melantik Dewan Pendidikan Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, mengatakan bahwa pelantikan ini merupakan kegiatan yang biasa dan normal dalam lingkup pemerintahan. Perlu adanya rotasi, mutasi, dan promosi untuk menyegarkan organisasi.
Ia juga meminta agar para pejabat yang menjabat dapat meningkatkan kineja dan menunjukkan prestasi serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Hari ini ada 12 pejabat yang dilantik, salah satunya adalah Kepala BKAD, Kepala Kesbangpol, serta Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes). Selebihnya ada Sekretaris Dinas (Sekdis) dan lain sebagainya,” jelas Dedie.
Meskipun beberapa pejabat telah dilantik, masih ada beberapa jabatan yang kosong. Mengenai hal ini, Dedie menyampaikan bahwa proses masih berlangsung di pemerintah pusat, sehingga pelantikan belum dapat dilakukan.
Proses yang melibatkan pemerintah pusat ini disebut sebagai penerapan sistem merit. Semua pemilihan pejabat berdasarkan penilaian objektif, tanpa adanya penilaian subjektif.
“Dengan demikian kami sudah tahu prestasinya, latar belakangnya, dan kinerjanya. Jadi, ini hal yang lumrah dalam organisasi pemerintahan,” tandas Dedie Rachim.
- Penulis: Putri








